Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melawan degradasi fisik. Novak Djokovic menginjak usia 39 tahun dengan tantangan berat di Prancis Terbuka, namun sang legenda tetap menolak untuk mundur di tengah dominasi para rival muda yang lebih bugar. Dok: Istimewa.

Melawan degradasi fisik. Novak Djokovic menginjak usia 39 tahun dengan tantangan berat di Prancis Terbuka, namun sang legenda tetap menolak untuk mundur di tengah dominasi para rival muda yang lebih bugar. Dok: Istimewa.

PARIS, POSNEWS.CO.ID – Novak Djokovic kembali menginjakkan kaki di Roland Garros dengan membawa beban sejarah. Kali ini, ia menghadapi lawan yang tidak bisa ia taklukkan dengan teknik apa pun, yakni waktu. Petenis Serbia ini akan merayakan ulang tahun ke-39 pada pekan ini.

Djokovic bukan lagi sosok yang tak tersentuh di lapangan. Ketahanannya yang legendaris kini menjadi perhatian utama para ahli. Sebab, olahraga tenis masa kini sangat menuntut fisik yang eksplosif dari para pemain muda.

Adaptasi di Tengah Keterbatasan Fisik

Pertanyaan besar muncul terkait peluangnya meraih gelar Prancis Terbuka. Oleh karena itu, fokus utama para pengamat bukan sekadar hasil akhir, melainkan bagaimana ia menyesuaikan gaya bermain dan pola pikirnya. Ia harus berdamai dengan penurunan alami tubuhnya seiring bertambahnya usia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Djokovic kini menyusun jadwal turnamen secara lebih selektif. Ia menerapkan pendekatan yang jauh lebih pragmatis dalam persiapan fisiknya. Namun, ia mengakui bahwa dirinya membutuhkan waktu lebih banyak di lapangan tanah liat sebelum tiba di Paris.

Baca Juga :  Jasad Pelatih Valencia CF Fernando Carreras Ditemukan di Perairan Komodo

Persiapan yang Tidak Ideal

Petenis ini hanya mengikuti tiga turnamen sepanjang tahun 2026. Hasilnya pun kurang memuaskan. Selanjutnya, ia menelan kekalahan satu-satunya di lapangan tanah liat saat melawan petenis kualifikasi asal Kroasia, Dino Prizmic, di ajang Italian Open bulan ini.

Cedera bahu juga memaksanya menarik diri dari berbagai turnamen bergengsi, seperti Miami, Monte Carlo, dan Madrid. Balutan medis terlihat jelas saat ia berlaga di Roma. “Persiapan ini memang tidak ideal,” ujar Djokovic dengan jujur. Selain itu, ia mengaku tidak ingat kapan terakhir kali ia menjalani persiapan tanpa masalah kesehatan atau fisik.

Motivasi dari Para Pengkritik

Djokovic mengakui bahwa situasi ini sangat membuat frustrasi. Walaupun demikian, ia tetap memutuskan untuk tampil di Paris meskipun kondisi fisiknya belum mencapai puncak.

Ia justru menemukan kekuatan baru dari orang-orang yang meragukannya. Djokovic berterima kasih kepada banyak ahli yang berkali-kali memprediksi masa pensiunnya. “Mereka memberi saya kekuatan dan motivasi untuk membuktikan bahwa mereka salah,” tegas mantan petenis nomor satu dunia tersebut.

Baca Juga :  Denmark dan Greenland Bersatu Tolak Klaim AS

Peluang di Roland Garros 2026

Absennya juara bertahan dua kali, Carlos Alcaraz, menjadi faktor menguntungkan bagi Djokovic. Sebagai peraih tiga gelar Prancis Terbuka, ia tetap menjadi sosok yang sulit dikalahkan di lapangan tanah liat. Ia tercatat selalu mencapai babak perempat final atau lebih di setiap edisi sejak tahun 2009.

Namun, tuntutan fisik lapangan tanah liat sangatlah kejam. Djokovic menyadari adanya kehilangan “sepersekian langkah” dalam pergerakannya. Ia merasa belum berada di level performa yang ia inginkan untuk bersaing di tingkat tertinggi.

Legenda yang Menolak Menyerah

Latihan keras tetap ia jalani sesuai dengan batas kemampuan tubuhnya. Singkatnya, hasil akhir di lapangan memang sulit diprediksi saat ini.

Dengan demikian, meremehkan Djokovic adalah sebuah kesalahan fatal. Ia telah berkali-kali membuktikan bahwa keyakinan pada diri sendiri mampu menundukkan logika usia. Dunia kini menanti apakah ia mampu kembali mencatatkan sejarah di Paris tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persija vs Persib di GBK Dijaga 17.800 Personel, Polisi Perketat Penyekatan
Jelang Persija vs Persib, Pramono Tegas: Jangan Ada Kerusuhan
Persija vs Persib di GBK, Polisi Minta Warga Hindari 4 Ruas Jalan
Jelang Persija vs Brisbane Roar di JIS, Brimob Sterilisasi Stadion
PB POSSI Perkuat Instruktur Selam, Regenerasi SDM Jadi Kunci Prestasi
Chelsea vs AC Milan di GBK Dijaga 1.200 Personel Gabungan Polda Metro
Indonesia Hancurkan Kamboja 5-1, Mitchell Baker Cetak Hattrick di Piala AFF 2026
Lionel Messi Tiba di Rosario Pasca-Kekalahan Final Piala Dunia

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 06:51 WIB

Persija vs Persib di GBK Dijaga 17.800 Personel, Polisi Perketat Penyekatan

Jumat, 11 September 2026 - 14:50 WIB

Jelang Persija vs Persib, Pramono Tegas: Jangan Ada Kerusuhan

Jumat, 11 September 2026 - 14:39 WIB

Persija vs Persib di GBK, Polisi Minta Warga Hindari 4 Ruas Jalan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Jelang Persija vs Brisbane Roar di JIS, Brimob Sterilisasi Stadion

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PB POSSI Perkuat Instruktur Selam, Regenerasi SDM Jadi Kunci Prestasi

Berita Terbaru

 Xbox resmi menerbitkan game action espionage PHYSINT karya Hideo Kojima setelah PlayStation membatalkan kerja sama. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Xbox Resmi Ambil Alih Penerbitan Game PHYSINT

Minggu, 13 Sep 2026 - 15:43 WIB

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB