Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Prahara di jalur maut. Sebuah kapal migran terbalik di lepas pantai Libya, menewaskan puluhan orang dan hanya menyisakan dua wanita yang harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Prahara di jalur maut. Sebuah kapal migran terbalik di lepas pantai Libya, menewaskan puluhan orang dan hanya menyisakan dua wanita yang harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Dok: Istimewa.

TRIPOLI, POSNEWS.CO.ID – Kabar duka kembali menyelimuti wilayah perairan Laut Mediterania. Sebanyak 53 migran dilaporkan tewas atau hilang setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik di lepas pantai Libya.

Hanya dua orang yang berhasil selamat dalam insiden memilukan ini. Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengonfirmasi bahwa kedua penyintas adalah wanita asal Nigeria. Mereka segera mendapatkan perawatan medis darurat setelah dievakuasi oleh otoritas Libya ke daratan.

Kesaksian Memilukan Penyintas

Kisah di balik penyelamatan kedua wanita tersebut sungguh menyayat hati. Salah satu penyintas mengungkapkan bahwa ia harus kehilangan suaminya dalam tragedi tersebut. Sementara itu, wanita lainnya menyatakan bahwa dua bayinya ikut hilang tertelan ombak saat kapal terbalik.

Berdasarkan keterangan para penyintas, kapal yang mengangkut migran dan pengungsi dari berbagai negara Afrika tersebut berangkat dari Al-Zawiya, Libya, sekitar pukul 23.00 pada tanggal 5 Februari. Sekitar enam jam perjalanan, kapal mulai kemasukan air dan akhirnya terbalik karena kelebihan muatan serta kondisi cuaca yang buruk di jalur Mediterania Tengah.

Baca Juga :  Alarm Merah PBB: Dunia Dipastikan Gagal Capai Target 1,5°C, Menuju Pemanasan Bencana 2,5°C

Eksploitasi Jaringan Penyelundup Manusia

IOM mengecam keras jaringan penyelundup dan perdagangan manusia yang terus mengeksploitasi para migran di sepanjang rute Afrika Utara menuju Eropa Selatan. Mereka dituduh meraup keuntungan besar dari penyeberangan berbahaya menggunakan kapal-kapal yang tidak layak laut.

“Jaringan kriminal ini membiarkan orang-orang terpapar pelecehan berat dan bahaya maut demi keuntungan,” tegas pernyataan resmi IOM dari Jenewa. Oleh karena itu, badan PBB tersebut mendesak adanya kerja sama internasional yang lebih kuat untuk memberantas jaringan penyelundup. Selain itu, IOM meminta pembukaan jalur migrasi yang aman dan reguler guna mengurangi risiko kehilangan nyawa di masa depan.

Baca Juga :  Loker Jabar 2025, Rekrutmen Tenaga Pendamping Koperasi Dibuka Usia Maksimal 45 Tahun

Reaksi Uni Eropa dan Data Statistik

Menanggapi kejadian ini, Komisi Eropa menyatakan komitmennya untuk mengatasi akar penyebab migrasi tidak teratur. Juru bicara Komisi Eropa menegaskan pentingnya meningkatkan upaya bersama dengan mitra seperti Libya guna mencegah perjalanan berbahaya semacam ini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara statistik, Laut Mediterania tetap menjadi jalur migrasi paling mematikan di dunia. Proyek Migran Hilang (Missing Migrants Project) mencatat bahwa antara tahun 2014 hingga akhir 2025, lebih dari 33.000 migran telah tewas atau hilang di perairan tersebut. Tahun lalu saja, tercatat 1.873 korban jiwa, di mana mayoritas terjadi di rute Mediterania Tengah yang menghubungkan Libya dengan Italia. Krisis kemanusiaan ini menuntut tindakan konkret global agar laut tersebut tidak terus menjadi “kuburan massal” bagi mereka yang mencari kehidupan lebih baik.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol
Polisi Bongkar Rumah Produksi Ganja dari Bibit Dark Web di Jagakarsa, 5,9 Kg Disita
CCTV Rekam Pencurian di Hotel Bintang Lima Sudirman, Polisi Buru Pelaku
Tragedi Tumbler Ridge: Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan
Parlemen Perempuan Tuntut Starmer Tunjuk Deputi Wanita
Cuaca Jabodetabek Hari Ini 12 Februari 2026: Hujan Lebat, Jakarta Selatan Siaga
Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Berita Terkait

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:49 WIB

Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:45 WIB

Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang

Kamis, 12 Februari 2026 - 08:13 WIB

Polisi Bongkar Rumah Produksi Ganja dari Bibit Dark Web di Jagakarsa, 5,9 Kg Disita

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:53 WIB

CCTV Rekam Pencurian di Hotel Bintang Lima Sudirman, Polisi Buru Pelaku

Kamis, 12 Februari 2026 - 07:41 WIB

Tragedi Tumbler Ridge: Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Dominasi tak terbendung. Manchester City mengamankan kemenangan beruntun ke-20 atas Fulham, memangkas jarak poin dengan pemuncak klasemen sementara Erling Haaland ditarik keluar akibat kelelahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Manchester City Libas Fulham 3-0: Haaland Kembali Cetak Gol

Kamis, 12 Feb 2026 - 08:49 WIB

Ilustrasi, Prahara di jalur maut. Sebuah kapal migran terbalik di lepas pantai Libya, menewaskan puluhan orang dan hanya menyisakan dua wanita yang harus kehilangan seluruh anggota keluarganya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tragedi Laut Mediterania: 53 Migran Tewas atau Hilang

Kamis, 12 Feb 2026 - 08:45 WIB

Ilustrasi, Duka mendalam di pegunungan Rocky. Penembakan di Tumbler Ridge menjadi insiden sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, memicu gelombang simpati global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Tragedi Tumbler Ridge: Polisi Identifikasi Pelaku Penembakan

Kamis, 12 Feb 2026 - 07:41 WIB