Tragedi Remaja Surabaya: Bukan Ojol Dianiaya di Sampang, Ayah Tepis Isu Pergaulan Bebas

Minggu, 9 November 2025 - 15:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Fakta baru tragedi remaja Surabaya. Raffa Galang (19) yang tewas di Sampang ternyata bukan ojol. Ayah korban:

Ilustrasi, Fakta baru tragedi remaja Surabaya. Raffa Galang (19) yang tewas di Sampang ternyata bukan ojol. Ayah korban: "Dia tulang punggung saya, anak rumahan." Dok: Istimewa.

SURABAYA, POSNEWS.CO.ID –Teka-teki di balik tewasnya Raffa Galang Prayoga (19), remaja asal Krembangan, Surabaya, yang ditemukan sekarat di Sampang, mulai terkuak. Korban, yang orang temukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terikat, mata tertutup, dan luka bacok, awalnya publik duga sebagai pengendara ojek online (ojol) yang menjadi korban begal.

Namun, pihak keluarga membantah keras informasi tersebut. Ayah korban, Bambang Kusnandar (50), menegaskan bahwa putranya bukanlah pengemudi ojol. Akibatnya, fakta ini membuka misteri baru mengenai motif di balik pembunuhan keji ini.

Kurir Ekspedisi, Bukan Ojol

Saat wartawan temui di rumah duka di Krembangan, Surabaya, Sabtu (8/11/2025), Bambang meluruskan kabar yang beredar. Galang, lulusan SMK, bekerja di perusahaan jasa ekspedisi milik tantenya sendiri, Titik.

“Dia bukan ojek, seperti yang orang beritakan sebelumnya. Dia kerja ikut budenya (tantenya) perusahaan ekspedisi bagian lapangan. Antar-antar surat dan paket ke pelanggan di Jatim,” ujar Bambang.

Tulang Punggung Keluarga Sejak Belia

Tragedi ini menjadi pukulan yang sangat berat bagi Bambang, yang merupakan seorang disabilitas tunadaksa (kehilangan kedua lengan) akibat kecelakaan. Galang, sebagai anak sulung dari tiga bersaudara, adalah tulang punggung non-finansial bagi keluarganya.

Sejak Bambang mengalami kecelakaan, Galang yang masih belia mengambil alih hampir seluruh aktivitas di rumah. Selain itu, ia merawat sang ayah dan kedua adik kembarnya yang kini berusia 15 tahun.

“Dia tulang punggung. Bukan keuangan. Tapi dia membantu saya ke sana ke mari, karena saya seperti ini,” kata Bambang sambil menahan tangis. “Dia semua yang urus. Dia urus adiknya yang kembar sejak kecil.”

Anak Rumahan yang Tak Punya Musuh

Keluarga meyakini Galang adalah “anak rumahan” yang tidak memiliki pergaulan bebas. Bahkan, sang tante, Titik, menegaskan bahwa Galang tidak pernah bepergian jauh, apalagi ke Madura.

Baca Juga :  Relokasi RPH Pegirian ke Tambak Osowilangun Jalan Terus

“Dia enggak pernah ke Madura. Baru pertama kali ini ke Madura. Makanya saya belum tahu, antara penculikan dan dijebak,” ujar Bambang.

Pihak keluarga ragu jika motifnya adalah perampokan murni. Meskipun motor Honda Revo “butut” dan kalung asesoris korban hilang, gelang di tangannya masih ada. “Kalau (motif) dendam, saya juga ragu. Anaknya pendiam dan penurut,” tambah Bambang.

Lebih lanjut, Titik, sang tante, menggambarkan Galang sebagai sosok pekerja keras yang bertanggung jawab dan sangat santun. “Kustomer semuanya tahu kejadian itu, ya nangis. Anaknya pendiam dan menurut. Kerja di lapangan, enggak neko-neko,” pungkas Titik.

Kini, pihak keluarga menyerahkan sepenuhnya penyelidikan kepada polisi untuk mengungkap motif dan pelaku di balik pembunuhan keji ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Razia Dini Hari di Tamansari, Polisi Tangkap Pengguna Sabu dan Buru Pemasok
Ledakan Mortir 81 Mm di Cipatat Tewaskan 3 Warga, Polisi Selidiki Asal Amunisi
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Oknum Polisi Tegal Positif Sabu, Kasus Dugaan Siksa Istri Siri Makin Terkuak

Berita Terkait

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:43 WIB

Razia Dini Hari di Tamansari, Polisi Tangkap Pengguna Sabu dan Buru Pemasok

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Berita Terbaru

Penantian panjang berakhir. Mojang menambahkan fitur duduk melalui bantal khusus pada pembaruan terbaru Minecraft musim gugur ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Minecraft Rilis Fitur Sederhana yang Penggemar Tunggu

Kamis, 9 Jul 2026 - 09:36 WIB

Fenomena baru industri game independen. Dua pemuda asal Jepang mencetak rekor penjualan fantastis lewat game petak umpet unik Meccha Chameleon. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Meccha Chameleon Raup Rp 877 Miliar Hanya dalam Sebulan

Kamis, 9 Jul 2026 - 08:29 WIB