Trump: AS Janjikan Serangan Baru Lawan ISIS di Nigeria

Sabtu, 27 Desember 2025 - 17:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Hegseth beri peringatan keras! AS siap lancarkan serangan lanjutan ke ISIS Nigeria. Trump klaim ini

Foto, Hegseth beri peringatan keras! AS siap lancarkan serangan lanjutan ke ISIS Nigeria. Trump klaim ini "kado Natal" untuk lindungi umat Kristen. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Langit Nigeria barat laut kembali terancam membara. Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pete Hegseth, mengeluarkan peringatan keras hanya beberapa jam setelah serangan udara mematikan terhadap kamp militan ISIS.

Hegseth menegaskan bahwa Washington siap melancarkan gempuran lanjutan. Pasalnya, misi AS untuk menghentikan pembunuhan “orang Kristen yang tidak bersalah” belum selesai.

“Pentagon selalu siap, jadi ISIS mengetahuinya malam ini—pada hari Natal. Akan ada lagi yang akan datang,” tulis Hegseth di platform X.

Ia juga menyampaikan terima kasih atas dukungan dan kerja sama pemerintah Nigeria. Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan diplomatik sebelumnya, di mana Presiden Donald Trump sempat menuduh Nigeria gagal melindungi umat Kristen.

“Kado Natal” yang Tertunda

Trump sendiri mengungkapkan detail menarik di balik layar. Dalam wawancara dengan Politico, ia mengaku sengaja menunda serangan tersebut selama satu hari.

Awalnya, militer berencana menyerang pada hari Rabu. Namun, Trump memerintahkan penundaan agar bertepatan dengan hari raya.

“Saya bilang, ‘tidak, ayo kita beri hadiah Natal.’ Mereka tidak menyangka itu akan datang, tapi kami menghajar mereka dengan keras. Setiap kamp hancur lebur,” klaim Trump.

Baca Juga :  Wang Yi Optimistis Hubungan China-AS Miliki Prospek Cerah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump menyebut operasi ini sebagai pemenuhan janjinya untuk melindungi umat Kristen dari “teroris sampah”. Meskipun ia berkampanye sebagai kandidat perdamaian, tahun pertama masa jabatan keduanya justru diwarnai serangkaian intervensi militer agresif, mulai dari Yaman hingga Venezuela.

Nigeria: Ini Operasi Gabungan, Bukan Perang Agama

Pemerintah Nigeria merespons dengan narasi berbeda. Menteri Luar Negeri Yusuf Tuggar menegaskan bahwa serangan di negara bagian Sokoto tersebut adalah hasil kerja sama intelijen yang erat.

Tuggar menjelaskan kronologi koordinasi tingkat tinggi. Ia berbicara dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio selama 19 menit, lalu meminta persetujuan Presiden Bola Tinubu, sebelum kembali menelepon Rubio selama lima menit.

“Kami telah bekerja sama erat dengan Amerika,” kata Tuggar. Menurutnya, operasi ini bertujuan memerangi terorisme dan melindungi nyawa warga Nigeria yang tidak bersalah, tanpa memandang agama.

“Ini bukan menargetkan agama apa pun, atau hanya atas nama satu agama atau lainnya,” tegasnya.

Nigeria yang sekuler memiliki populasi yang hampir terbagi rata antara Muslim (53%) dan Kristen (45%). Faktanya, kelompok bersenjata di sana menargetkan kedua komunitas tersebut tanpa pandang bulu, sering kali didorong oleh persaingan lahan dan sumber daya.

Baca Juga :  Menunggak Iuran dan Tarik Diri, AS Terancam Jadi Penonton Bisu

Warga Panik, Langit Membara

Dampak serangan udara AS dirasakan langsung oleh warga lokal. Penduduk desa Jabo di Sokoto menggambarkan kepanikan saat rudal menghantam.

“Panasnya menjadi sangat hebat saat mendekati daerah kami,” ujar Abubakar Sani. Sementara itu, petani bernama Sanusi Madabo menceritakan bagaimana langit bersinar merah terang selama berjam-jam, seolah-olah hari sudah siang.

Beruntung, laporan awal menyebutkan tidak ada korban sipil dalam insiden tersebut. Pasukan keamanan Nigeria telah menutup area kejadian.

Namun, trauma masa lalu kembali menghantui. Warga masih ingat tragedi Natal tahun lalu, saat Angkatan Udara Nigeria secara tidak sengaja mengebom warga sipil di dekat Jabo, menewaskan 13 orang.

Kini, dengan janji serangan lanjutan dari Hegseth, ketidakpastian kembali menyelimuti wilayah barat laut Nigeria. Apakah intervensi asing ini akan membawa stabilitas, atau justru memperkeruh konflik yang berakar pada masalah sosial-ekonomi yang kompleks?

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional
Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur
Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA
Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko
Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung
Sekjen PBB Antonio Guterres Serukan Aksi Global Hapus Rasisme
Wanita Tewas di Cipayung, Pelaku Dibekuk di Tol Tangerang–Merak Saat Kabur ke Sumatera
Jepang Pertimbangkan Kirim Pasukan Pembersih Ranjau ke Selat Hormuz

Berita Terkait

Minggu, 22 Maret 2026 - 22:08 WIB

Trump Beri Ultimatum 48 Jam, Iran Ancam Balas Infrastruktur Regional

Minggu, 22 Maret 2026 - 21:52 WIB

Banjir Kampung Melayu Surut, Ditpolairud dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lumpur

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Korlantas Imbau Hindari 24 Maret, Manfaatkan WFA

Minggu, 22 Maret 2026 - 17:08 WIB

Kontroversi Tahanan Rumah Gus Yaqut, KPK Dinilai Ambil Risiko

Minggu, 22 Maret 2026 - 16:58 WIB

Polri Imbau Keselamatan Libur Lebaran 2026, Ragunan Dipadati 43 Ribu Pengunjung

Berita Terbaru