Trump Buka Suara Soal File Epstein

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana pertemuan tingkat tinggi dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un pada akhir tahun 2026. Dok: Istimewa.

PALM BEACH, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, akhirnya angkat bicara mengenai skandal yang mengguncang Washington. Ia memberikan komentar perdananya terkait perilisan dokumen dan foto terpidana pedofil Jeffrey Epstein pada Senin (22/12/2025).

Berbicara dari kediamannya di Mar-a-Lago, Trump menyampaikan pandangan yang mengejutkan. Secara tak terduga, ia mengekspresikan simpati kepada tokoh-tokoh Demokrat, termasuk mantan Presiden Bill Clinton.

Trump mengeluhkan dampak destruktif dari perilisan file tersebut. Menurutnya, dokumen itu berpotensi menghancurkan reputasi orang-orang yang “bertemu tanpa salah” (innocently met) dengan Epstein di masa lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya Suka Bill Clinton”

Trump menyoroti kemunculan foto Bill Clinton dalam gelombang pertama rilis data pada Jumat lalu. Alih-alih menyerang lawan politiknya, Trump justru membelanya.

Baca Juga :  Ottawa Ancam Regulasi Ketat Jika OpenAI Gagal Tingkatkan Protokol Keamanan

“Saya suka Bill Clinton. Saya selalu berhubungan baik dengannya,” ujar Trump kepada wartawan.

Ia mengaku tidak suka melihat foto-foto Clinton tersebar luas. Namun, Trump menyalahkan Partai Demokrat sendiri atas situasi ini. Pasalnya, desakan untuk transparansi datang dari kubu lawan, yang akhirnya justru menyeret semua pihak, termasuk foto Trump sendiri.

Khawatirkan Nasib Bankir dan Pengacara

Trump menilai Clinton adalah “orang besar” yang bisa menangani masalah ini. Akan tetapi, perhatiannya tertuju pada individu lain yang kurang berdaya.

Ia menyebut nasib para bankir dan pengacara terhormat yang mungkin hanya sekadar berpapasan dengan Epstein. Faktanya, banyak orang marah karena foto mereka dirilis meski tidak memiliki hubungan kriminal dengan Epstein.

“Mereka ada di foto bersamanya karena dia ada di sebuah pesta, dan Anda merusak reputasi seseorang,” keluh Trump.

Trump lantas mencontohkan kasus Larry Summers. Mantan Menteri Keuangan itu harus mundur dari kehidupan publik pada November lalu setelah surelnya dengan Epstein terungkap.

Baca Juga :  Ratusan Lansia di Kampung Kumuh Bekasi Selatan Dapat Kesehatan Gratis dari Polres Metro

Pengalihan Isu atau Transparansi?

Trump mencoba membingkai isu ini sebagai gangguan politik. Ia menuduh skandal Epstein sebagai cara untuk mengalihkan perhatian dari kesuksesan pemerintahannya.

“Hari ini kami membangun kapal terbesar di dunia, tetapi mereka bertanya kepada saya tentang Jeffrey Epstein,” sindirnya.

Sementara itu, pihak Clinton memberikan respons berbeda. Juru bicara Angel Urena mendesak Departemen Kehakiman untuk merilis sisa materi secara total.

“Seseorang atau sesuatu sedang dilindungi,” kata Urena curiga. Oleh karena itu, kubu Clinton menuntut transparansi penuh untuk membersihkan nama individu yang sudah dinyatakan tidak bersalah, namun terus terseret dalam rumor selektif.

Kini, publik Amerika menanti gelombang dokumen selanjutnya. Undang-Undang Transparansi File Epstein (EFTA) mewajibkan perilisan lengkap, namun baru satu batch yang keluar.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya
Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa
Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti
Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir
PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji
Sony Perkenalkan DualSense GTA 6 Limited Edition
AS Serang Tiga Kapal Tanker Minyak Iran usai Rudal IRGC
Putin Temui Utusan AS Witkoff dan Kushner di Kremlin

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 08:03 WIB

Iran Ancam Balas Setiap Serangan Baru AS terhadap Asetnya

Rabu, 9 September 2026 - 07:00 WIB

Ekstremisme Nihilistik Online Ancam Keamanan Eropa

Rabu, 9 September 2026 - 06:00 WIB

Shinjuku Larang Separuh Sewa Liburan, Termasuk Properti

Minggu, 6 September 2026 - 18:27 WIB

Tim Nepal Kian Bersemangat Cari Korban Banjir

Minggu, 6 September 2026 - 17:25 WIB

PM Yunani Janjikan Pemangkasan Pajak dan Kenaikan Gaji

Berita Terbaru