Ottawa Ancam Regulasi Ketat Jika OpenAI Gagal Tingkatkan Protokol Keamanan

Kamis, 26 Februari 2026 - 18:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Redam kepanikan publik. Para petinggi industri kecerdasan buatan (AI) mulai melunakkan prediksi buruk mengenai pengangguran massal demi menjaga kepercayaan pasar menjelang IPO. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Redam kepanikan publik. Para petinggi industri kecerdasan buatan (AI) mulai melunakkan prediksi buruk mengenai pengangguran massal demi menjaga kepercayaan pasar menjelang IPO. Dok: Istimewa.

OTTAWA, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Kanada meluncurkan konfrontasi terbuka terhadap OpenAI pada Rabu (25/2/2026). Menteri-menteri federal menegaskan bahwa Ottawa tidak akan ragu untuk merombak undang-undang nasional jika perusahaan tersebut tidak segera meningkatkan standar pelaporannya.

Menteri Kehakiman Sean Fraser menyampaikan pesan tersebut dalam nada yang sangat tegas kepada tim keselamatan OpenAI. “Kami memiliki ekspektasi bahwa perubahan akan segera diimplementasikan. Jika perubahan itu tidak kunjung datang dengan cepat, maka pemerintah yang akan membuatnya,” ujar Fraser kepada wartawan.

Kegagalan Lapor dan Tragedi Tumbler Ridge

Pemerintah memanggil pimpinan OpenAI setelah perusahaan tersebut mengakui sebuah fakta mengejutkan. Sistem internal OpenAI telah mengidentifikasi dan memblokir akun ChatGPT milik Jesse Van Rootselaar (18) pada tahun lalu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sistem tersebut mendeteksi penyalahgunaan model AI guna mendukung aktivitas kekerasan. Namun demikian, OpenAI memutuskan untuk tidak menghubungi pihak kepolisian saat itu. Perusahaan berargumen bahwa konten tersebut belum memenuhi kriteria internal mengenai “risiko fisik yang mendesak dan kredibel” bagi orang lain. Kegagalan laporan ini menjadi sangat sensitif karena Van Rootselaar kemudian membunuh delapan orang pada 10 Februari lalu sebelum akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri di sebuah kota kecil di British Columbia.

Baca Juga :  Netflix Caplok Warner Bros Discovery Senilai Rp1.300 Triliun, Era Baru Streaming Dimulai

Perombakan UU Kebencian Daring

Menteri Kecerdasan Buatan Kanada, Evan Solomon, menyatakan kegelisahan mendalam atas laporan tersebut. Ia menekankan bahwa setiap perusahaan yang memiliki kesempatan untuk melakukan eskalasi ancaman kepada penegak hukum wajib mengambil tindakan tersebut demi keselamatan warga.

Sebagai tindak lanjut, pemerintah federal berencana menghidupkan kembali draf undang-undang pemberantasan kebencian daring. Upaya serupa sempat terhenti pada tahun 2024 karena kritik mengenai cakupan aturan yang terlalu luas. Perdana Menteri Mark Carney berjanji bahwa tahun ini pemerintah akan menghadirkan tindakan yang lebih terfokus. “Segala sesuatu yang dapat seseorang lakukan untuk mencegah tragedi masa depan harus segera dilakukan,” tegas Carney.

Baca Juga :  200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Kelalaian Otoritas dan Scrutiny Platform AI

Meskipun fokus saat ini tertuju pada tanggung jawab OpenAI, para pakar kriminal juga menyoroti potensi kelalaian otoritas keamanan. Jesse Van Rootselaar, yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental yang kompleks, sebenarnya sudah masuk dalam radar kepolisian sebelumnya.

Oleh karena itu, investigasi mengungkap fakta bahwa polisi pernah menyita senjata api dari rumah Van Rootselaar sebelum kemudian mengembalikannya. Insiden ini memicu perdebatan luas mengenai perlunya integrasi data yang lebih baik antara platform teknologi digital dengan lembaga penegak hukum fisik. OpenAI sendiri berjanji akan segera memberikan laporan terbaru kepada pemerintah Kanada mengenai langkah-langkah tambahan yang mereka ambil guna mencegah penyalahgunaan model bahasa besar mereka di masa depan.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi
Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan
Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela
Presiden Mongolia Ukhnaa Khurelsukh Sambut Menlu Tiongkok
Raksasa Teknologi Dunia Serap Mineral Milisi M23
Militer Amerika Serikat Tembak Mati Gembong Kriminal

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 08:35 WIB

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:21 WIB

Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:14 WIB

Donald Trump dan Emmanuel Macron Pererat Aliansi

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:03 WIB

Wabah Ebola Kongo Kian Mengkhawatirkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 12:56 WIB

Israel Bersiap Hadapi Pemilihan Umum Sela

Berita Terbaru

Tandukan dramatis Daichi Kamada pada menit-menit akhir menyelamatkan Jepang dari kekalahan saat menghadapi Belanda pada laga pembuka Piala Dunia. Dok: (AP Photo/Julio Cortez)

SPORT

Samurai Blue Tahan Imbang Belanda di Piala Dunia

Senin, 15 Jun 2026 - 08:35 WIB