MINNEAPOLIS, POSNEWS.CO.ID – Sebuah video berdurasi 47 detik kini menjadi pusat badai politik di Amerika Serikat. Rekaman tersebut memperlihatkan detik-detik sebelum seorang agen Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai (ICE) menembak mati Renee Nicole Good di Minneapolis pada hari Rabu.
Agen itu sendiri merekam video tersebut dan Alpha News memperolehnya. Rekaman ini menunjukkan Good duduk di belakang kemudi mobilnya, berbicara dengan petugas. Di kursi belakang, seekor anjing terlihat tenang. Sementara itu, istrinya, Becca Good, tampak merekam interaksi tersebut dari jalan.
Namun, dalam hitungan detik, situasi yang tenang berubah kacau. Good memajukan mobilnya; suara tembakan meletus, dan mobil itu oleng menuruni jalan sebelum menabrak sisi jalan. Petugas yang menembak, Jonathan Ross, terlihat tetap berdiri meski pejabat federal kemudian menyatakan ia terluka dan menerima perawatan di rumah sakit.
Narasi yang Bertabrakan Keras
Rilisnya video ini memicu perang klaim yang tajam antara Washington dan pejabat lokal. Wakil Presiden JD Vance segera membagikan klip tersebut di media sosial, menegaskan bahwa agen Ross bertindak dalam pembelaan diri.
Presiden Donald Trump melangkah lebih jauh. Di Gedung Putih, ia melabeli tindakan Good sebagai bagian dari “terorisme domestik”. Trump mengklaim Good mencoba menabrak agen tersebut setelah memblokir jalan. “Kami akan selalu melindungi ICE dan patroli perbatasan,” tegasnya.
Sebaliknya, Walikota Minneapolis Jacob Frey meradang. Berdasarkan rekaman video yang sama, ia menyebut akun kejadian versi Trump sebagai “sampah”. Frey menilai narasi Gedung Putih tidak sesuai dengan fakta visual di lapangan.
Duka Keluarga dan Protes Jalanan
Di tengah hiruk-pikuk politik, keluarga korban berduka. Becca Good menggambarkan pasangannya sebagai ibu dari tiga anak yang “kebaikan hatinya memancar keluar”. Ia menegaskan bahwa mereka hanya berusaha membantu tetangga saat penembakan terjadi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami membesarkan putra kami untuk percaya bahwa kita semua pantas mendapatkan belas kasih dan kebaikan,” ujar Becca pilu.
Kematian Good memicu kemarahan komunitas. Akibatnya, demonstran menggelar protes malam kedua pada hari Kamis. Situasi yang memanas memaksa Gubernur Minnesota Tim Walz mengaktifkan Garda Nasional negara bagian untuk mengamankan jalannya aksi.
Tarik Ulur Kewenangan Investigasi
Ketegangan tidak hanya terjadi di jalanan, tetapi juga di koridor hukum. Pejabat negara bagian Minnesota berusaha meluncurkan penyelidikan independen mereka sendiri.
Jaksa wilayah Hennepin, Mary Moriarty, dan Jaksa Agung Negara Bagian Keith Ellison mengumumkan inkuiri setelah Biro Penangkapan Kriminal Minnesota melaporkan bahwa FBI membatalkan janji investigasi bersama. Gubernur Walz menuduh pemerintahan Trump sengaja memblokir pejabat negara bagian. Wakil Presiden Vance lantas menepis tuduhan tersebut dengan alasan yurisdiksi federal.
Insiden ini kembali menyorot peran ICE yang semakin ekspansif di bawah pemerintahan Trump. Meskipun pemerintah membentuknya pasca-9/11 untuk kontraterorisme, wewenang ICE dalam penegakan imigrasi di tingkat komunitas lokal sering kali memicu gesekan keras dengan penduduk setempat.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















