Uang Rampasan Korupsi Taspen Dikembalikan, Sisa Rp100 Miliar Masih Hilang

Kamis, 20 November 2025 - 19:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung KPK terkait respons penurunan IPK Indonesia 2025. (Posnews/Ist)

Gedung KPK terkait respons penurunan IPK Indonesia 2025. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertontonkan uang tumpukan hasil rampasan dari koruptor. Uang tersebut dikembalikan Rp883 miliar kepada PT Taspen dari kasus korupsi investasi fiktif yang merugikan negara mencapai Rp1 triliun.

Uang itu berasal dari hasil rampasan milik terpidana Ekiawan Heri Primaryanto, eks Direktur Utama PT Insight Investment Management (IIM).

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu menjelaskan masih ada uang yang belum kembali karena sebagian aset berada di tangan terdakwa lain, Antonius Kosasih, mantan Direktur Utama PT Taspen.

Baca Juga :  KPK Seret Pejabat DPR RI & OJK di Skandal Korupsi Dana CSR Bank Indonesia

“Masih ada sisa dari ANS. Perkaranya masih diproses banding di Pengadilan Tinggi DKI Jakarta. Kami menunggu incraht untuk mengeksekusi aset berikutnya,” ujar Asep, Kamis (20/11/2025).

Menurutnya, KPK optimis menutup kekurangan sekitar Rp100 miliar dari aset milik Antonius Kosasih. Asep menegaskan lembaganya akan mengejar seluruh aset agar kerugian negara Rp1 triliun bisa pulih sepenuhnya.

“Nanti akan kami konversi dengan aset ANS untuk menutup total kerugian negara,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

KPK juga menyerahkan kembali aset PT Taspen yang dikorupsi Ekiawan. Penyerahan dilakukan sebagai bentuk dukungan bagi ASN dan para pensiunan yang dananya dikelola Taspen.

Baca Juga :  Usai Diperiksa KPK Korupsi Ijon Proyek, Bupati Bekasi: Semoga Pak Gubernur Dedi Sehat Selalu

Asep menyebut uang rampasan itu dikembalikan agar publik melihat langsung bukti pemulihan aset negara.

“Ini bukti bahwa uang itu sudah kami serahkan kepada PT Taspen. Dana itu milik PNS dan para pensiunan,” jelas Asep.

Di lokasi, KPK hanya menampilkan Rp300 miliar dari total uang yang dikembalikan. Selebihnya tidak dipamerkan dengan alasan keamanan.

KPK memastikan pemulihan aset akan terus dikejar hingga seluruh kerugian negara tuntas. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional
Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026
Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban
Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?
Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka
Truk Tabrak 6 Mobil di Underpass Ciawi, Tol Jagorawi Sempat Ditutup
TransJabodetabek B51 Cawang–Cikarang: Solusi Kemacetan Jakarta Timur dan Cikarang
Richard Lee Dicekal Polda Metro Jaya, Penyidikan Kasus Produk Kecantikan Berlanjut

Berita Terkait

Rabu, 11 Februari 2026 - 21:02 WIB

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:55 WIB

Pemerintah Terima 100 Ton Kurma Premium dari Arab Saudi untuk Ramadan 2026

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:36 WIB

Warga Sunter Agung Temukan Mayat Pria di Gorong-gorong, Polisi Evakuasi Korban

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:34 WIB

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Februari 2026 - 20:14 WIB

Penyerangan KKB di PT Freeport Mimika, 1 TNI Gugur dan 1 Warga Sipil Luka

Berita Terbaru

Semua orang menyukai nasi goreng. (Posnews/Ist)

KESEHATAN

Superfood Lokal: Nutrisi Mewah dalam Pangan Tradisional

Rabu, 11 Feb 2026 - 21:02 WIB

Ilustrasi, Meretas batasan biologis. Di tahun 2026, biohacking bukan lagi milik ilmuwan laboratorium, melainkan gaya hidup berbasis data yang diadopsi masyarakat urban untuk mengejar performa puncak dan umur panjang. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Rahasia Umur Panjang: Mengapa Biohacking Menjadi Tren?

Rabu, 11 Feb 2026 - 20:34 WIB