Usai Diperiksa KPK Korupsi Ijon Proyek, Bupati Bekasi: Semoga Pak Gubernur Dedi Sehat Selalu

Senin, 22 Desember 2025 - 21:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Bekasi Ade Kuswara Ketika Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Tri Adhianto Tjahyono Wali Kota Bekasi. (Posnews/Ist)

Bupati Bekasi Ade Kuswara Ketika Bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Tri Adhianto Tjahyono Wali Kota Bekasi. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung memeriksa Bupati Bekasi Ade Kuswara Kunang (ADK) sebagai tersangka kasus suap ijon proyek di lingkungan Pemkab Bekasi, Jawa Barat.

Usai diperiksa di Gedung Merah Putih KPK, Senin (22/12/2025), Ade justru menitip pesan singkat untuk Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.

“Semoga Pak Gubernur (Dedi Mulyadi) sehat selalu,” ucap Ade singkat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak berhenti di situ, Ade juga menyampaikan permintaan maaf kepada warga Kabupaten Bekasi. Ia berharap polemik ini tak menghambat kemajuan daerah.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini: BMKG Sebut Jakarta Selatan dan Timur Diguyur Hujan Ringan

Namun, KPK membongkar fakta panas di balik kasus ini. Dari tiga tersangka, dua di antaranya adalah ayah dan anak.

Mereka yakni Ade Kuswara Kunang dan ayahnya HM Kunang, yang juga menjabat Kepala Desa Sukadami, Cikarang Selatan.

Penyelidikan KPK mengungkap, Ade diduga rutin meminta ijon proyek kepada penyedia proyek Sarjan (SRJ) sejak Desember 2024 hingga Desember 2025.

“Dalam satu tahun terakhir, ADK secara rutin meminta ijon paket proyek,” tegas Plt Deputi Penindakan KPK Asep Guntur Rahayu.

Total duit yang diduga mengalir ke Ade mencapai Rp14,2 miliar. Rinciannya, Rp9,5 miliar berasal dari ijon proyek dan Rp4,7 miliar dari penerimaan lain sepanjang 2025.

Baca Juga :  KPK Periksa Beni Saputra, Aliran Uang Kasus Suap Bupati Ade Kuswara Terus Dibongkar

Lebih mencengangkan, HM Kunang berperan sebagai perantara. KPK menduga ayah bupati itu aktif meminta uang ke pihak swasta dan SKPD, bahkan kerap bergerak sendiri memanfaatkan statusnya sebagai orang tua bupati.

“Kadang minta atas nama anaknya, kadang minta sendiri,” beber Asep.

Kini, skandal suap ijon proyek Bekasi kian menggelinding liar. KPK terus mengusut aliran uang, sementara publik menanti siapa lagi yang bakal terseret.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru
Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci
Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 21:10 WIB

Sony Sonjaya Diperiksa Kejagung Besok, Status JC Bisa Buka Fakta Baru

Rabu, 17 Juni 2026 - 17:26 WIB

Setelah Tetapkan Wamen Imipas Tersangka, KPK Kini Periksa 11 Saksi Kunci

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:38 WIB

Polda Metro Didesak Periksa Mantan Kabais TNI dalam Kasus Andrie Yunus

Rabu, 17 Juni 2026 - 15:06 WIB

Anggaran Polri 2027 Kurang Rp66 Triliun, Remunerasi hingga Pemilu Jadi Alasan

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB