14.580 Pil Ekstasi Disita Bareskrim dari Jaringan Medan–Palembang, Dikendalikan dari Lapas

Rabu, 15 April 2026 - 15:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka Bersama barang bukti 14.580 butir ekstasi hasil pengungkapan Bareskrim. (Posnews/Ist)

Tersangka Bersama barang bukti 14.580 butir ekstasi hasil pengungkapan Bareskrim. (Posnews/Ist)

MEDAN, POSNEWS.CO.ID – Pengungkapan kasus narkoba kembali menggegerkan publik.

Tim gabungan Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan peredaran ekstasi lintas provinsi yang menghubungkan Medan dan Palembang.

Dalam operasi besar ini, polisi menyita total 14.580 butir ekstasi siap edar dengan nilai fantastis mencapai Rp14,58 miliar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, menegaskan pengungkapan ini merupakan hasil kerja intensif tim gabungan Subdit IV dan Satgas NIC.

“Ini jaringan besar lintas daerah yang terorganisir rapi,” tegasnya dalam laporan resmi, Rabu (15/4/2026).

Penangkapan di Dua Kota

Pengungkapan kasus ini berlangsung di dua lokasi berbeda. Pertama, tim meringkus kurir utama di kawasan Manhattan Times Square Medan pada 10 April 2026.

Pelaku berinisial Sobirin langsung diamankan saat membawa tas berisi ribuan pil ekstasi berwarna pink.

Baca Juga :  Jakarta Siaga Banjir, Pramono Anung: OMC Dikerahkan Selama Hujan Panjang

Selanjutnya, polisi melakukan pengembangan cepat. Hasilnya, tim kembali menangkap tersangka lain berinisial Ersah Dicprio di sebuah rumah makan di jalur lintas Sumatera, Palembang, pada 13 April 2026 dini hari.

Dikendalikan dari Dalam Lapas

Fakta mencengangkan terungkap. Jaringan ini ternyata dikendalikan dari balik jeruji besi.

Dua warga binaan, Basri bin Saari dan Rendy Surya Dhamara, diduga menjadi otak pengendali distribusi narkoba dari dalam Rutan dan Lapas Kelas I Palembang.

Mereka mengatur pergerakan kurir, pembelian tiket pesawat, hingga distribusi barang menggunakan ponsel ilegal.

Bahkan, komunikasi dilakukan menggunakan nomor luar negeri untuk menghindari pelacakan aparat.

Modus Rapi, Jalur Darat Jadi Andalan

Awalnya, pelaku mengirim kurir dari Palembang ke Medan menggunakan pesawat. Setelah menerima barang, ekstasi rencananya dibawa kembali ke Palembang melalui jalur darat menggunakan bus.

Setibanya di Palembang, barang akan dijemput dan didistribusikan ke wilayah Ogan Ilir.

Baca Juga :  KSPI Gelar Aksi Besar Besok Tolak UMP Jakarta dan UMSK Jabar - Ribuan Buruh Turun ke Istana

Polisi juga mengungkap adanya sistem pembagian barang. Dari total 10.000 butir, sebagian akan diedarkan oleh pengendali, sementara sisanya disalurkan ke jaringan lain.

Selain 14.580 butir ekstasi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti penting, mulai dari ponsel, kartu ATM, hingga mobil dengan nomor polisi palsu.

Nilai total narkoba yang diamankan diperkirakan mencapai Rp14,58 miliar.

Lebih jauh, aparat menyebut pengungkapan ini berhasil menyelamatkan sekitar 14.580 jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkotika.

Saat ini, seluruh tersangka telah diamankan dan menjalani pemeriksaan intensif. Polisi terus memburu jaringan lain yang terlibat, termasuk aliran dana dan pemasok utama.

Selain itu, Bareskrim akan melakukan rekonstruksi kasus serta uji laboratorium terhadap barang bukti.

Dengan pengungkapan ini, Polri kembali menegaskan komitmennya untuk menghancurkan jaringan narkoba hingga ke akar-akarnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang
Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal
Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok
Bromo Kembali Membara, Api Meluas hingga Jemplang dan Wisata Ditutup Total
Pesta Ultah Berubah Jadi Penangkapan, Wanita di Gowa Diduga Gelapkan 21 Mobil
Polisi Bongkar 3 Klaster Kerusuhan Pejompongan, Alur Dana Mulai Terungkap
Microsleep Picu Pikap Tabrak Tiang Listrik di Cileungsi, 1 Orang Tewas
Tawuran di Duren Sawit Digagalkan, 6 Pemuda dan 4 Sajam Disita Polisi

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 13:12 WIB

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 September 2026 - 12:59 WIB

Virgo Transport 8 Hilang Kontak di Laut Jawa, 1 Penumpang Meninggal

Minggu, 13 September 2026 - 08:32 WIB

Gara-gara Komentar Live TikTok, Pria di Lampung Diduga Aniaya Istri Pakai Golok

Minggu, 13 September 2026 - 06:26 WIB

Bromo Kembali Membara, Api Meluas hingga Jemplang dan Wisata Ditutup Total

Minggu, 13 September 2026 - 06:08 WIB

Pesta Ultah Berubah Jadi Penangkapan, Wanita di Gowa Diduga Gelapkan 21 Mobil

Berita Terbaru

 Kelangkaan komponen optical drive mengancam ketersediaan disc drive eksternal pada konsol masa depan Sony dan Microsoft. Simak dampak krisis pasokan media fisik ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Kelangkaan Komponen Optical Drive Ancam Masa Depan

Minggu, 13 Sep 2026 - 14:30 WIB

Peluncuran konsol retro NEOGEO AES+ ditunda hingga September 2027. Keterbatasan komponen dan tingginya pemesanan awal menjadi alasan utama penundaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Peluncuran Konsol Retro NEOGEO AES+ Ditunda

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:30 WIB

Ilustrasi, penganiayaan.(Posnews/Ist)

HUKRIM

Guru Renang di Depok Diduga Dipukul Ojol hingga Tabrak Tiang

Minggu, 13 Sep 2026 - 13:12 WIB

Nintendo merilis pembaruan firmware 23.0.0 untuk Switch 2. Update ini mengaktifkan fitur VRR mode docked dan mempersiapkan rilis Zelda Ocarina of Time Remake. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nintendo Switch 2 Resmi Dapatkan Fitur VRR di Mode Docked

Minggu, 13 Sep 2026 - 12:36 WIB