9 Tahun Menanti, Pasangan Ini Akhirnya Punya Anak Lewat Program Bayi Tabung

Jumat, 22 Mei 2026 - 08:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani bersama bayi pertama mereka setelah berhasil melalui program bayi tabung di Smart Fertility Clinic dan persalinan di Primaya Evasari Hospital. (Posnews/Ist)

Pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani bersama bayi pertama mereka setelah berhasil melalui program bayi tabung di Smart Fertility Clinic dan persalinan di Primaya Evasari Hospital. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebahagiaan akhirnya menyelimuti pasangan Rifky Alhabsyi dan Yulia Rahmayani.

Setelah sembilan tahun menanti momongan dan berjuang melawan infertilitas, keduanya akhirnya dikaruniai putra pertama bernama Muhammad Rafasya Zayyan Alhabsyi.

Bayi laki-laki itu lahir dengan berat 2,45 kilogram dan panjang 45 sentimeter melalui program bayi tabung (IVF) di Smart Fertility Clinic dan proses persalinan di Primaya Evasari Hospital.

IVF Jadi Satu-Satunya Harapan

Pasangan tersebut memilih program IVF setelah Yulia mengalami gangguan serius pada saluran reproduksi hingga harus menjalani operasi pengangkatan kedua tuba falopi atau salpingektomi.

Kondisi itu membuat kehamilan alami maupun inseminasi tidak memungkinkan dilakukan.

Karena itu, program bayi tabung menjadi satu-satunya harapan pasangan tersebut untuk memiliki buah hati.

Sempat Konsultasi ke 7 Dokter dan Profesor

Rifky mengungkapkan perjuangan mereka tidak mudah. Setelah operasi, mereka mencari berbagai referensi medis sebelum akhirnya mantap menjalani program IVF.

Baca Juga :  Fauzan Hadi dan Kristina Priurity Jadi Duta GenRe DKI Jakarta 2025

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan, pasangan ini sempat berkonsultasi dengan tujuh dokter dan satu profesor sebelum memilih Smart Fertility Clinic.

“Perjalanan mendapatkan anak tidak mudah. Kami belajar tetap kuat, pasrah, tetapi tidak menyerah,” ujar Rifky.

Program IVF mulai dijalani pada Februari 2025 melalui prosedur Ovum Pick Up (OPU). Selanjutnya, embrio ditanam lewat Frozen Embryo Transfer (FET) pada September 2025.

Dua minggu setelah transfer embrio, tanda kehamilan akhirnya muncul.

Hanya Satu Embrio yang Berhasil

Dokter spesialis obstetri dan ginekologi Primaya Evasari Hospital, Darma Syanty, menjelaskan IVF menjadi pilihan terbaik untuk pasien dengan kerusakan tuba permanen.

Menurutnya, perjalanan Rifky dan Yulia sangat menginspirasi karena tetap optimistis di tengah kondisi sulit.

“Dalam kasus ini hanya ada satu embrio yang berhasil, sehingga kehamilan ini menjadi anugerah yang sangat berarti,” jelasnya.

Baca Juga :  Putin Kunjungi Xi Jinping Perkuat Poros Rusia-China Pasca-KTT Trump

Persalinan Gunakan Metode ERACS

Selain sukses menjalani IVF, proses persalinan Yulia juga memakai metode ERACS (Enhanced Recovery After Cesarean Surgery) yang dikombinasikan dengan TAP Block untuk mempercepat pemulihan pascaoperasi.

Rifky mengaku bersyukur karena bisa mendampingi langsung proses persalinan sang istri.

“Ini jadi momen paling berharga bagi kami. Setelah persalinan, istri saya juga mendapat pendampingan selama masa pemulihan,” katanya.

Jadi Inspirasi Pejuang Garis Dua

CEO Smart Fertility Clinic, Laura Leandra Setiawan, berharap kisah Rifky dan Yulia bisa menjadi semangat bagi pasangan lain yang masih berjuang mendapatkan keturunan.

Sementara itu, Direktur Primaya Evasari Hospital, Wily Kurniady, menegaskan layanan kesehatan ibu dan anak harus dilakukan secara menyeluruh, mulai program kehamilan hingga masa pemulihan setelah melahirkan.

Menurutnya, layanan fertility dan maternal terintegrasi kini menjadi harapan baru bagi pasangan yang sedang berjuang memiliki buah hati. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026
KKB Papua Bunuh 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Korban Diduga Bertambah
Model Cantik Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal, Ternyata Luka Bisul Pecah
Kemendag Kawal Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji di Arab Saudi
Lewis Hamilton Tepis Rumor Pensiun: Tegaskan Tetap Bersaing di F1
Trump Ancam Intervensi Militer Setelah Dakwa Raul Castro
Pura-pura Jadi Penumpang, Begal di Bogor Malah Babak Belur
Trump Tolak Proposal Iran Saat Harga Minyak Dunia Melonjak

Berita Terkait

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:42 WIB

KKB Papua Bunuh 10 Pendulang Emas di Pegunungan Bintang, Korban Diduga Bertambah

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:15 WIB

Model Cantik Ansy Jan De Vries Ngaku Dibegal, Ternyata Luka Bisul Pecah

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:53 WIB

Kemendag Kawal Ekspor 360 Ribu Porsi Makanan Siap Saji untuk Jamaah Haji di Arab Saudi

Jumat, 22 Mei 2026 - 18:45 WIB

Lewis Hamilton Tepis Rumor Pensiun: Tegaskan Tetap Bersaing di F1

Berita Terbaru

Melawan degradasi fisik. Novak Djokovic menginjak usia 39 tahun dengan tantangan berat di Prancis Terbuka, namun sang legenda tetap menolak untuk mundur di tengah dominasi para rival muda yang lebih bugar. Dok: Istimewa.

SPORT

Novak Djokovic dan Ambisi Terakhir di Roland Garros 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:50 WIB