Putin Kunjungi Xi Jinping Perkuat Poros Rusia-China Pasca-KTT Trump

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemitraan strategis di tengah pusaran geopolitik. Presiden Vladimir Putin tiba di Beijing untuk menegaskan kembali hubungan erat dengan Presiden Xi Jinping, hanya sepekan setelah kunjungan Presiden Donald Trump ke China. Dok: (Gao Jie/Xinhua via AP)

Kemitraan strategis di tengah pusaran geopolitik. Presiden Vladimir Putin tiba di Beijing untuk menegaskan kembali hubungan erat dengan Presiden Xi Jinping, hanya sepekan setelah kunjungan Presiden Donald Trump ke China. Dok: (Gao Jie/Xinhua via AP)

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Presiden Rusia Vladimir Putin mendarat di Beijing pada Selasa malam. Ia akan melakukan pertemuan penting dengan pemimpin China, Xi Jinping. Kunjungan ini berlangsung selang satu pekan setelah Presiden Donald Trump menyelesaikan lawatannya ke ibu kota China tersebut.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, dan jajaran penjaga kehormatan menyambut pesawat Putin di bandara. Selain itu, sekelompok pemuda berpakaian biru melambaikan bendera China dan Rusia sambil menyanyikan lagu penyambutan.

Memperdalam Kemitraan Strategis

Selanjutnya, Putin dan Xi merencanakan pembahasan mengenai cara memperdalam kemitraan strategis antara kedua negara. Dalam hal ini, mereka akan bertukar pandangan terkait berbagai masalah internasional dan regional yang mendesak.

Peringatan 25 tahun Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama Sino-Rusia 2001 menjadi agenda utama. Perjanjian tersebut telah meletakkan fondasi kokoh bagi kemitraan komprehensif selama seperempat abad. Oleh karena itu, Putin menilai hubungan kedua negara saat ini berada pada level yang benar-benar belum pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga :  Evolusi Pertanian yang Mengubah Wajah Peradaban Barat

Peran China sebagai Mitra Dagang Utama

China kini menjadi mitra dagang nomor satu bagi Rusia. Sebab, Beijing terus mempertahankan hubungan dagang meski negara Barat memberlakukan sanksi berat atas invasi Rusia ke Ukraina. Lebih lanjut, Rusia saat ini mengandalkan China sebagai pembeli utama minyak bumi dan gas alam mereka.

Yuri Ushakov, ajudan kepresidenan Rusia, menyatakan bahwa ekspor minyak ke China melonjak sebesar 35 persen pada kuartal pertama tahun 2026. Di sisi lain, Rusia juga menjadi salah satu pengekspor gas alam terbesar ke China. “Selama krisis Timur Tengah, Rusia tetap menjadi pemasok energi yang andal bagi China,” ujar Ushakov.

Menyeimbangkan Hubungan Barat dan Moskow

Banyak pengamat memantau kunjungan ini dengan cermat. Beijing saat ini berupaya menjaga hubungan stabil dengan Amerika Serikat tanpa harus mengorbankan ikatan kuat dengan Moskow. Maka dari itu, analis di Center for China & Globalization, Wang Zichen, berpendapat bahwa kedua jalur diplomasi ini tidak saling meniadakan bagi China.

Baca Juga :  Kapolri Pasang Badan, Wacana Polri di Bawah Kementerian Mentah

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kunjungan Trump bertujuan menstabilkan hubungan bilateral paling penting di dunia. Sementara itu, kunjungan Putin bertujuan meyakinkan mitra strategis jangka panjang,” jelas Wang. Dengan demikian, China berusaha menampilkan diri sebagai kekuatan besar yang tidak memihak dan mampu berkomunikasi dengan semua pihak.

Stabilitas di Tengah Turbulensi

Putin menegaskan bahwa interaksi erat antara China dan Rusia berfungsi sebagai faktor pencegah konflik yang stabil di dunia. Kedua negara berkomitmen untuk terus memperkuat kerja sama melalui forum multilateral. Selain itu, Moskow dan Beijing bertekad mempertahankan hukum internasional melalui PBB, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), dan BRICS.

Singkatnya, kunjungan kenegaraan ini mengukuhkan kembali komitmen kedua negara dalam menjaga keamanan global. Oleh karena itu, publik dunia terus mengamati arah kebijakan Rusia dan China di tengah tantangan ekonomi dan tekanan politik tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif
Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas
Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang
Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India
Kasus Whip Pink Diperluas, Bareskrim Periksa Selebgram hingga Konsumen Ratusan Kali Beli
Cekcok soal Pinjam Motor Berujung Pengeroyokan Sekuriti di Tangsel
Pramono Anung Bangun 3 PLTSa di Jakarta, Target Atasi 9.000 Ton Sampah per Hari
Satgas Tangkap Wadanyon HSSBI di Bandara Dekai, Amunisi dan Senjata Disita

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:32 WIB

Pigai Kritik Media Dipenuhi Berita Negatif, Minta Jurnalis Lebih Objektif

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:21 WIB

Pramono Anung Warning Jual Beli Kartu Layanan Gratis, Pemprov DKI Siap Tindak Tegas

Kamis, 21 Mei 2026 - 06:08 WIB

Prediksi Cuaca Jabodetabek Hari Ini: BMKG Waspadai Hujan, Petir, dan Angin Kencang

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB

Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:30 WIB

Kasus Whip Pink Diperluas, Bareskrim Periksa Selebgram hingga Konsumen Ratusan Kali Beli

Berita Terbaru

Strategi penyeimbangan Washington. Menteri Luar Negeri Marco Rubio segera bertolak ke Swedia untuk menekan anggota NATO soal anggaran pertahanan, sebelum melanjutkan perjalanan ke India guna mencairkan hubungan dagang yang sempat membeku. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Rubio: Rangkul Sekutu NATO dan Cairkan Hubungan dengan India

Rabu, 20 Mei 2026 - 17:47 WIB