Libur Sekolah, Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan – BGN Fokus Bumil, Busui, dan Balita

Selasa, 23 Desember 2025 - 12:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan pengarahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026), terkait pemantauan langsung sekolah penerima Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, memberikan pengarahan kepada Kepala SPPG se-Kabupaten Banyuwangi di Aula Kota Banyuwangi, Jawa Timur, Sabtu (24/1/2026), terkait pemantauan langsung sekolah penerima Makan Bergizi Gratis. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap ngebut meski sekolah libur. Pemerintah menegaskan, selama libur sekolah fokus MBG diarahkan penuh ke kelompok ibu hamil (bumil), ibu menyusui (busui), dan balita atau yang dikenal sebagai kelompok 3B.

Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan kelompok 3B tidak ikut libur dan tetap menerima MBG seperti biasa.

“Yang tidak libur dan tetap diberikan MBG itu kelompok 3B. Petugas tetap mengantar seperti mekanisme yang sudah berjalan,” tegas Nanik di Yogyakarta, Selasa (23/12/2025).

Tidak Ada Paksaan Datang ke Sekolah

Sementara itu, BGN memahami siswa sekolah sedang menikmati masa liburan. Karena itu, tidak ada paksaan bagi anak-anak untuk datang ke sekolah demi mengambil MBG. Melalui SPPG, BGN memberi opsi fleksibel kepada sekolah penerima manfaat.

Baca Juga :  Lima Jasad Satu Keluarga Ditemukan Terkubur di Gudang Rumah H. Sahroni

Jika sekolah mengajukan permintaan, SPPG akan mengirim MBG dalam bentuk makanan kering. Bahkan, orang tua atau keluarga diperbolehkan mengambilnya tanpa harus menghadirkan siswa.

“Anak-anak tidak dipaksa datang ke sekolah. Bisa diambil orang tua atau keluarganya. Kalau sekolah dan wali murid tidak mau menerima, itu juga tidak apa-apa. Jangan diplintir,” tegas Ketua Pelaksana Harian Tim Koordinasi Antar Kementerian/Lembaga Program MBG.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menghabiskan Anggaran

Lebih lanjut, Nanik membantah keras tudingan miring yang menyebut MBG saat libur sekolah hanya akal-akalan menghabiskan anggaran. Faktanya, BGN justru melakukan penghematan besar-besaran.

“Anggaran MBG 2025 sebesar Rp71 triliun awalnya ditargetkan untuk 6 juta penerima. Namun realisasinya bisa menjangkau 50 juta anak Indonesia dan kelompok 3B,” ungkap Nanik.

Penghematan itu terjadi karena banyak mitra dan yayasan membangun Dapur Mandiri MBG, sehingga BGN tidak perlu membangun dapur baru.

Baca Juga :  Viral, Pria Bogor Ngamuk Marahi Menu MBG - Ludahi Makanan hingga Minta Maaf

Alhasil, anggaran difokuskan pada biaya MBG Rp15 ribu per porsi, gaji hampir 100 ribu petugas, serta operasional.

“Data ini transparan dan bisa dicek langsung ke Kementerian Keuangan,” tegas Nanik.

Tak hanya itu, Nanik menegaskan pesan tegas Presiden Prabowo Subianto soal gizi anak bangsa. Negara tidak boleh membiarkan satu pun anak Indonesia kelaparan.

“Pesan Pak Prabowo jelas. Tidak boleh ada satu anak Indonesia pun yang tidak mendapat makan bergizi, baik anak sekolah, anak jalanan, maupun santri di pesantren, terdaftar atau tidak,” tegasnya.

Terkait isu MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas, Nanik meluruskan bahwa program tersebut bukan ranah BGN, melainkan masih wacana di Kementerian Sosial.

“Itu program Kemensos, bukan program BGN,” pungkasnya.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB