BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Kelakuan pria asal Desa Gunung Menyan, Pamijahan, Bogor ini mendapat perhatian luas dari masyarakat termasuk pemerintah pusat terkait Menu Makan Bergizi gratis (MBG).Â
Dengan emosi pria bernama Ape ini meludahi makanan Program MBG. Hal ini dilakukannya lantaran memprotes menu yang menurutnya tidak layak dibagikan kepada anak-anak. Spontan rekaman video tersebut viral hingga heboh.
Insiden itu terekam jelas dalam sebuah video yang beredar luas di media sosial sejak Jumat malam (21/11/2025). Dalam video, Ape tampak marah besar sambil menggenggam kotak menu MBG yang berisi nasi, potongan ikan, anggur, kacang, dan tumis tauge.
“Anak saya dibagi makanan kaya begini! Warga saya juga!” teriaknya sambil menunjukkan menu tersebut.
“Teu layak ieu! Teu layak!” lanjutnya dengan nada tinggi.
Menu Dianggap Tak Layak, Video Meledak di Sosmed
Ape mengaku marah karena anaknya mendapat menu MBG yang dinilainya kurang nilai gizi dan tidak sesuai standar program pemerintah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Video itu langsung viral, memicu komentar publik soal kualitas penyajian MBG di beberapa daerah, terutama terkait kelayakan menu harian.
Kapolsek Cibungbulang Kompol Heri Hermawan memastikan peristiwa itu benar terjadi.
“Sudah diselesaikan. Pelaku sudah membuat permohonan maaf,” kata Heri, Sabtu (22/11/2025).
Peristiwa itu sebenarnya terjadi empat hari lalu, namun baru viral setelah videonya disebar ulang. Pemerintah Desa Gunung Menyan kemudian memediasi Ape bersama pengelola SPPG (Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi).
Ape Akui Spontanitas: Ada Salah Paham
Dalam video klarifikasi yang diterima Posnews, Ape mengakui aksinya muncul karena spontanitas dan adanya selisih paham dengan pengelola gizi.
“Saya sudah bertemu dengan dapur pengelola SPPG. Masalah ini hanya sebatas salah paham dan spontanitas,” ujarnya.
Ape juga meminta SPPG meningkatkan kualitas menu MBG agar lebih layak untuk anak-anak.
“Saya bukan menjelekkan. Saya hanya meminta menu yang lebih bagus demi keselamatan semuanya. Sebagai aparat desa, saya mendorong pengelola segera memperbaiki.”
Semua Pihak Sudah Berdamai, Sepakat Evaluasi MBG
Setelah pertemuan, baik Ape maupun pihak SPPG mengaku sudah saling memahami. Mereka sepakat memperbaiki komunikasi dan meningkatkan koordinasi agar kejadian serupa tidak terulang.
“Dengan pertemuan ini, semuanya sudah jelas. Hanya karena keegoisan dan tidak pernah ngobrol jadi salah paham. Sekarang kami sepakat sinergi ke depan,” tuturnya.
Tokoh masyarakat di samping Ape berharap video viral itu menjadi pelajaran bersama.
“Mudah-mudahan bisa menjadi evaluasi untuk semua pihak. Ke depan harus lebih baik lagi,” ujarnya.
Program MBG di Pamijahan tetap berjalan normal sambil menunggu hasil evaluasi teknis dari pengelola. (red)
















