JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, fenomena Pak Ogah dan juru parkir liar kembali merebak di sejumlah ruas jalan Jakarta Utara.
Mereka nekat menguasai persimpangan, putaran balik, hingga perlintasan kereta api demi meminta uang dari pengendara.
Tak hanya mengganggu, aksi Pak Ogah dan jukir liar ini membahayakan keselamatan lalu lintas.
Mereka mengatur kendaraan semaunya, memaksa pengendara memberi imbalan, bahkan memicu kemacetan panjang di jam sibuk.
Berdasarkan pantauan Posnews, Selasa (23/12/2025), keberadaan Pak Ogah dan jukir liar meningkat drastis.
Di hampir setiap titik rawan, terlihat 3 hingga 5 orang beraksi secara berkelompok. Ironisnya, mereka bukan hanya pria, tetapi juga melibatkan perempuan.
Adapun sejumlah titik yang mulai dikuasai Pak Ogah dan juru parkir liar di Jakarta Utara antara lain:
- Persimpangan Lampu Merah Kebon Baru, Jalan Cilincing Raya
- Persimpangan Lampu Merah Jalan Kramat Jaya, Koja
- Kawasan Terminal Tanjung Priok
- Perbatasan Kelapa Gading–Danau Sunter
- Jalan RE Martadinata Tanjung Priok–Pademangan
- Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok
- Jalan Gedong Panjang, Penjaringan
- Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan
Selanjutnya, para pengendara mengaku resah. Mereka menilai praktik ini berpotensi berubah menjadi premanisme, pungutan liar (pungli), hingga kekerasan jika tidak diberi uang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Seorang sopir taksi online, Tatang Saranta, menegaskan kehadiran Pak Ogah justru memperparah kemacetan.
“Mereka bikin lalu lintas tambah semrawut. Kendaraan yang kasih uang didahulukan, yang tidak malah dihadang,” ujarnya kesal.
Lebih jauh, Tatang mengungkapkan bahwa Pak Ogah kerap melontarkan kata-kata kasar saat tidak diberi imbalan.
“Pernah terpancing emosi karena ucapan mereka yang tidak pantas. Tapi saya pilih menghindar,” tambahnya.
Keluhan serupa datang dari Sugito, sopir truk yang terpaksa menyiapkan uang receh setiap melintas.
“Baru jalan beberapa meter sudah ketemu lagi. Kalau tidak dikasih, mereka bisa ngamuk,” keluhnya.
Karena itu, para pengendara berharap petugas segera menertibkan Pak Ogah dan jukir liar, terutama menjelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru agar perjalanan masyarakat lebih aman dan lancar.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar memastikan pihaknya akan meningkatkan patroli.
“Polres Metro Jakarta Utara akan menempatkan personel dan melakukan patroli rutin di titik-titik keramaian aktivitas masyarakat, terutama selama libur Nataru,” tegasnya.
Dengan pengawasan ketat, polisi berharap keamanan, kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas di Jakarta Utara tetap terjaga hingga akhir tahun. (MR)
Editor : Hadwan





















