Pak Ogah dan Jukir Liar Kuasai Jalanan Jakarta Utara Jelang Libur Nataru 2025 – Pengendara Resah

Selasa, 23 Desember 2025 - 16:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pak Ogah dan juru parkir liar mengatur lalu lintas di persimpangan jalan Jakarta Utara jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Posnews/MR)

Pak Ogah dan juru parkir liar mengatur lalu lintas di persimpangan jalan Jakarta Utara jelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menjelang libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, fenomena Pak Ogah dan juru parkir liar kembali merebak di sejumlah ruas jalan Jakarta Utara.

Mereka nekat menguasai persimpangan, putaran balik, hingga perlintasan kereta api demi meminta uang dari pengendara.

Tak hanya mengganggu, aksi Pak Ogah dan jukir liar ini membahayakan keselamatan lalu lintas.

Mereka mengatur kendaraan semaunya, memaksa pengendara memberi imbalan, bahkan memicu kemacetan panjang di jam sibuk.

Berdasarkan pantauan Posnews, Selasa (23/12/2025), keberadaan Pak Ogah dan jukir liar meningkat drastis.

Di hampir setiap titik rawan, terlihat 3 hingga 5 orang beraksi secara berkelompok. Ironisnya, mereka bukan hanya pria, tetapi juga melibatkan perempuan.

Adapun sejumlah titik yang mulai dikuasai Pak Ogah dan juru parkir liar di Jakarta Utara antara lain:

  • Persimpangan Lampu Merah Kebon Baru, Jalan Cilincing Raya
  • Persimpangan Lampu Merah Jalan Kramat Jaya, Koja
  • Kawasan Terminal Tanjung Priok
  • Perbatasan Kelapa Gading–Danau Sunter
  • Jalan RE Martadinata Tanjung Priok–Pademangan
  • Jalan Yos Sudarso, Tanjung Priok
  • Jalan Gedong Panjang, Penjaringan
  • Jalan Jembatan Tiga, Penjaringan
Baca Juga :  KPK Periksa 11 Saksi Pemerasan Oknum Kejari HSU, Pemeriksaan Digelar di Polda Kalsel

Selanjutnya, para pengendara mengaku resah. Mereka menilai praktik ini berpotensi berubah menjadi premanisme, pungutan liar (pungli), hingga kekerasan jika tidak diberi uang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang sopir taksi online, Tatang Saranta, menegaskan kehadiran Pak Ogah justru memperparah kemacetan.

“Mereka bikin lalu lintas tambah semrawut. Kendaraan yang kasih uang didahulukan, yang tidak malah dihadang,” ujarnya kesal.

Lebih jauh, Tatang mengungkapkan bahwa Pak Ogah kerap melontarkan kata-kata kasar saat tidak diberi imbalan.

“Pernah terpancing emosi karena ucapan mereka yang tidak pantas. Tapi saya pilih menghindar,” tambahnya.

Baca Juga :  Banjir Rendam 33 Jalan di Jakarta, Ketinggian Air Capai 95 Cm - Jakarta Selatan dan Utara Terparah

Keluhan serupa datang dari Sugito, sopir truk yang terpaksa menyiapkan uang receh setiap melintas.

“Baru jalan beberapa meter sudah ketemu lagi. Kalau tidak dikasih, mereka bisa ngamuk,” keluhnya.

Karena itu, para pengendara berharap petugas segera menertibkan Pak Ogah dan jukir liar, terutama menjelang puncak arus libur Natal dan Tahun Baru agar perjalanan masyarakat lebih aman dan lancar.

Menanggapi hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara Kompol Onkoseno Gradiarso Sukahar memastikan pihaknya akan meningkatkan patroli.

“Polres Metro Jakarta Utara akan menempatkan personel dan melakukan patroli rutin di titik-titik keramaian aktivitas masyarakat, terutama selama libur Nataru,” tegasnya.

Dengan pengawasan ketat, polisi berharap keamanan, kenyamanan, dan ketertiban lalu lintas di Jakarta Utara tetap terjaga hingga akhir tahun. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru