KPK Periksa 11 Saksi Pemerasan Oknum Kejari HSU, Pemeriksaan Digelar di Polda Kalsel

Senin, 29 Desember 2025 - 20:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggebrak. Lembaga antirasuah itu memanggil 11 orang saksi untuk mengusut dugaan pemerasan oleh oknum Kejaksaan Negeri Hulu Sungai Utara (HSU).

Namun kali ini, pemeriksaan tidak berlangsung di Jakarta.

Sebaliknya, KPK menggelar pemeriksaan langsung di Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) guna mendalami aliran uang dan peran para pihak terkait.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Pemeriksaan dilakukan di Polda Kalsel,” tegas Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, Senin (29/12/2025).

Dalam pemeriksaan hari ini, KPK memanggil sejumlah nama penting. Mereka berasal dari kalangan pejabat daerah, aparat penegak hukum, hingga pihak swasta dan notaris.

Baca Juga :  Siapa Rudi Margono? Jaksa Senior yang Kini Pimpin Sementara Jampidsus

Saksi yang diperiksa antara lain Dirut RSUD Pambalah Batung HSU, Wakil Ketua DPRD HSU, Kepala Kemenag HSU, Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas PUPR HSU.

Tak hanya itu, KPK juga memeriksa jaksa fungsional, penjaga tahanan Kejari HSU, sopir Kajari, hingga notaris dan pihak swasta.

Langkah ini menegaskan keseriusan KPK menguliti kasus yang menyeret lingkaran internal Korps Adhyaksa.

Kasus ini mencuat usai KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pimpinan Kejari HSU. Dalam OTT tersebut, KPK mencokok Kepala Kejari HSU Albertinus Parlinggoman Napitupulu dan Kasi Intelijen Asis Budianto.

Selain itu, Kasi Datun Taruna Fariadi sempat kabur sebelum akhirnya ditetapkan tersangka.

Baca Juga :  KPK Ungkap Nusron Wahid ke Malaysia, Pemeriksaan Diundur

Kini, ketiganya resmi menyandang status tersangka dan telah ditahan untuk proses penyidikan lanjutan.

Diduga Raup Rp1,5 Miliar dari Pemerasan

Berdasarkan penyelidikan awal, Albertinus diduga mengantongi uang hingga Rp1,5 miliar. Dana tersebut disinyalir berasal dari praktik pemerasan, pemotongan anggaran internal Kejari HSU, serta penerimaan ilegal lainnya.

Skandal ini pun menyedot perhatian publik. Pasalnya, kasus tersebut melibatkan pejabat struktural kejaksaan di tengah komitmen lembaga penegak hukum untuk bersih dari korupsi.

KPK memastikan pengusutan akan terus berlanjut. Lembaga antirasuah berjanji membongkar tuntas praktik lancung ini hingga ke akar, tanpa pandang bulu.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi
Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi
Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi
Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban
Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil
Pigai Perintahkan Kanwil HAM Periksa Penggeledahan Ponpes Sukoharjo
Banjir Mulai Terjadi di Sejumlah Daerah, Ini 8 Langkah BNPB Hadapi Musim Hujan
Beras Subsidi Diduga Dijual Premium, Amran: Petani dan Konsumen Dikhianati

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 11:07 WIB

Viral Foto Toa Masjid Berlubang di Ciputat, Polisi Periksa 3 Saksi

Senin, 2 November 2026 - 08:32 WIB

Polri Larang Vape untuk Seluruh Personel, Pelanggar Terancam Sanksi

Senin, 2 November 2026 - 07:53 WIB

Enam Nyawa Melayang, Polisi Bongkar Kronologi Kecelakaan Truk Molen Bekasi

Minggu, 1 November 2026 - 20:53 WIB

Sopir Sempat Tabrakkan Truk ke Tembok Kampus, 12 Orang Jadi Korban

Minggu, 1 November 2026 - 20:15 WIB

Balita 20 Bulan Tewas, Jasadnya Dibawa Naik Taksi hingga Dikubur di Benhil

Berita Terbaru