BNPB: Banjir dan Longsor di Sumatera, 1.129 Meninggal – Pengungsi Hampir 500 Ribu

Rabu, 24 Desember 2025 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas gabungan BNPB dan Basarnas mengevakuasi korban serta membantu pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera.
(Posnews/Ist)

Petugas gabungan BNPB dan Basarnas mengevakuasi korban serta membantu pengungsi pascabencana di wilayah Sumatera. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Bencana banjir dan longsor yang terjadi di Pulau Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat kembali memakan korban jiwa.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat lonjakan korban meninggal dunia sebanyak 17 orang di tiga provinsi. Akibatnya, total korban tewas kini menembus 1.129 jiwa.

Hal tersebut disampaikan langsung Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan (Kapusdatin) BNPB, Abdul Muhari, dalam konferensi pers daring, Rabu (24/12/2025).

“Per hari ini, rekapitulasi dari tiga provinsi menunjukkan penambahan 17 korban jiwa, sehingga total korban meninggal dunia menjadi 1.129 orang,” tegas Abdul.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Prabowo Minta Operasi Modifikasi Cuaca Jabodetabek Diperluas

Lebih lanjut, Abdul merinci, mayoritas korban terbaru berasal dari Provinsi Aceh, dengan jumlah 14 jiwa meninggal dunia.

Sementara itu, Tapanuli Tengah, Kota Sibolga, dan Sumatera Barat masing-masing melaporkan satu korban tewas.

Di sisi lain, kabar baik datang dari data korban hilang. BNPB mencatat penurunan dua orang, sehingga jumlah korban hilang kini tersisa 174 jiwa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun demikian, jumlah pengungsi masih sangat besar, mencapai 496.293 orang yang tersebar di berbagai wilayah terdampak.

Sementara itu, Abdul mengungkapkan perkembangan status kebencanaan di daerah. Hingga hari ini, 12 kabupaten/kota resmi bergeser dari status Tanggap Darurat ke Transisi Darurat.

Baca Juga :  SDN Karadenan 01 Cibinong Dibobol Maling, 24 Komputer dan 60 Tablet Raib

“Di Aceh ada empat kabupaten/kota, Sumatera Utara empat kabupaten/kota, dan Sumatera Barat empat kabupaten/kota yang sudah masuk fase transisi,” jelasnya.

Meski begitu, Abdul menegaskan, sejumlah daerah masih memperpanjang status Tanggap Darurat hingga 28 dan 30 Desember 2025. Namun, BNPB memastikan pekerjaan lapangan tetap digenjot.

“Penanganan darurat tetap berjalan, bersamaan dengan persiapan pembangunan Hunian Sementara (Huntara) dan Hunian Tetap (Huntap),” ujarnya.

Bencana belum usai. Korban terus bertambah. Negara diminta bergerak cepat agar penderitaan warga Sumatera tak berlarut-larut.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026
Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem
Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari
Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026
Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular
Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 17:14 WIB

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:57 WIB

Polisi Gugur Saat Operasi Ketupat 2026, Diduga Kelelahan Ekstrem

Senin, 23 Maret 2026 - 16:30 WIB

Lonjakan Arus Balik 2026, Kedatangan Penumpang KAI Tembus 51 Ribu per Hari

Senin, 23 Maret 2026 - 16:21 WIB

Melindungi Plasma Nutfah dari Biopiracy Internasional di Tahun 2026

Senin, 23 Maret 2026 - 16:14 WIB

Arus Balik Lebaran 2026: Ribuan Motor Padati Pelabuhan Bakauheni, Antrean Mengular

Berita Terbaru

Ilustrasi, Perebutan garis depan terakhir. Mencairnya es di Kutub Utara membuka jalur perdagangan baru dan akses energi yang memicu persaingan militer antara Rusia, Amerika Serikat, dan Tiongkok. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Realisme Geopolitik dalam Perebutan Arktik 2026

Senin, 23 Mar 2026 - 17:14 WIB