Musim Dingin Mencekam di Gaza: Satu Juta Warga Tanpa Atap

Sabtu, 3 Januari 2026 - 09:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Separuh populasi Gaza masih membutuhkan tempat berlindung darurat. PBB memperingatkan ancaman ganda: cuaca ekstrem dan krisis sanitasi yang mematikan. Dok: Istimewa.

Separuh populasi Gaza masih membutuhkan tempat berlindung darurat. PBB memperingatkan ancaman ganda: cuaca ekstrem dan krisis sanitasi yang mematikan. Dok: Istimewa.

NEW YORK, POSNEWS.CO.ID – Angka statistik dari Kantor Juru Bicara Sekretaris Jenderal PBB pada Jumat ini melukiskan kenyataan suram. Kantor tersebut memperkirakan lebih dari 1 juta orang di Gaza masih sangat butuh tempat tinggal layak. Jumlah ini setara dengan satu dari setiap dua penduduk di sana.

Pekerja kemanusiaan memang telah mendistribusikan ribuan tenda dan ratusan ribu terpal sejak gencatan senjata. Namun, kebutuhan di lapangan tetap menganga lebar. Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) melaporkan bahwa keluarga paling rentan kini harus bertarung melawan ganasnya alam.

Hujan lebat, angin kencang, dan ombak laut menerjang tenda darurat yang rapuh. Akibatnya, ratusan ribu warga Palestina kini hidup dalam kondisi memprihatinkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ancaman Wabah di Balik Tumpukan Sampah

Badai menghantam dari atas, sementara ancaman lain mengintai dari bawah. Mitra PBB di sektor air, sanitasi, dan kebersihan (WASH) menghadapi tantangan berat dalam mengelola limbah padat. Kesenjangan antara sampah yang petugas kumpulkan dan tumpukan yang ada kian melebar.

Baca Juga :  Jepang Terus Hukum Rusia dan Sokong Rekonstruksi

Penyebabnya kompleks namun fatal. Truk sampah tak mampu mencapai tempat pembuangan akhir, infrastruktur hancur lebur, serta bahan bakar langka. Program Pembangunan PBB (UNDP) mencatat pengelolaan limbah padat sebagai layanan yang paling menderita pada bulan Desember. Truk pengangkut hanya bisa mengakses segelintir tempat pembuangan sementara, sehingga risiko kesehatan masyarakat berlipat ganda.

Meski menghadapi rintangan tersebut, tim dukungan UNICEF berhasil mengangkut 1.000 ton limbah padat setiap bulan sejak gencatan senjata. Mereka melakukan upaya heroik ini demi menjaga kesehatan anak-anak dan keluarga dari ancaman wabah penyakit.

Ultimatum untuk LSM Internasional

Di tengah krisis logistik ini, muncul tantangan birokrasi yang mengkhawatirkan. Komite Tetap Antar-Lembaga (IASC), yang menyatukan entitas PBB dan mitranya, mengeluarkan pernyataan mendesak pada hari Rabu.

Mereka meminta otoritas Israel meninjau kembali rencana pelarangan operasional bagi banyak organisasi non-pemerintah (LSM) internasional. IASC menegaskan bahwa organisasi-organisasi ini adalah jantung operasi kemanusiaan di wilayah pendudukan Palestina. Tanpa mereka, sistem bantuan yang sudah rapuh bisa runtuh total.

Baca Juga :  Imam Masjid di Palopo Bonyok Dikeroyok OTK Usai Tegur Bocah Main Mikrofon

Gencatan Senjata Bukanlah Solusi Akhir

Situasi di Gaza saat ini adalah pengingat brutal bahwa “henti tembak” tidak serta merta berarti “aman”. Gencatan senjata memang menghentikan peluru. Namun, hawa dingin tetap menusuk tulang dan bakteri terus berkembang biak di tumpukan sampah.

Satu juta orang kini tak punya atap layak saat musim dingin. Ini adalah resep bencana sekunder berupa kematian akibat hipotermia dan penyakit menular. Ironisnya, infrastruktur hancur dan kebutuhan memuncak. Maka, rencana membatasi gerak LSM internasional terasa kontra-produktif dan tidak manusiawi.

Birokrasi dan blokade bahan bakar yang terus menghambat akses bantuan akan memicu gelombang kematian kedua. Kematian ini sunyi, bukan karena bom, tapi karena ketiadaan kebutuhan dasar. Kita mustahil mencapai stabilitas pasca-konflik di atas pondasi tenda yang bocor dan sanitasi buruk.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

Otoritas Bangkok menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik akibat banjir parah. Simak laporan curah hujan ekstrem dan imbauan gubernur. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi, Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah wanita kesepuluh di Ekurhuleni. Simak rincian penyelidikan polisi dan data lonjakan kekerasan gender. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB