Sengketa Donetsk Sangat Sulit: Rubio Akui Jalan Buntu

Kamis, 29 Januari 2026 - 13:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Washington akui hambatan besar. Putin tuntut sisa 20% wilayah Donetsk, sementara AS tekan Ukraina:

Washington akui hambatan besar. Putin tuntut sisa 20% wilayah Donetsk, sementara AS tekan Ukraina: "Tanda tangan damai atau lupakan jaminan keamanan." Dok: Istimewa.

WASHINGTON/ABU DHABI, POSNEWS.CO.ID – Upaya Amerika Serikat untuk menengahi akhir perang di Ukraina membentur tembok tebal bernama Donetsk. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, memberikan penilaian jujur namun suram pada hari Rabu (28/1).

Di hadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Rubio menggambarkan ketidaksepakatan mengenai wilayah Donetsk sebagai isu utama yang tersisa dan “sangat sulit” untuk diselesaikan.

“Itu masih sebuah jembatan yang harus kita seberangi. Itu masih sebuah kesenjangan,” aku Rubio. “Namun setidaknya kita mampu mempersempit masalah menjadi satu masalah utama, dan itu mungkin akan menjadi masalah yang sangat sulit.”

Harga Perdamaian: 5.000 Km Persegi

Inti masalahnya adalah tuntutan maksimalis Moskow. Presiden Vladimir Putin berulang kali menegaskan Rusia akan mengambil seluruh wilayah Donbas Ukraina—di mana pasukannya saat ini menguasai 90% area tersebut—dengan paksa, kecuali Kiev menyerahkannya dalam kesepakatan damai.

Baca Juga :  Trump Ngotot Rebut Greenland, Pembicaraan Washington Berakhir Buntu

Secara spesifik, Putin menuntut Ukraina menyerahkan sisa 20 persen wilayah Donetsk yang masih mereka pertahankan, area seluas sekitar 5.000 km persegi. Putin mengklaim Donetsk sebagai bagian dari “tanah bersejarah” Rusia.

Di sisi lain, Kiev menolak keras. Ukraina menegaskan tidak akan menghadiahi Rusia wilayah yang gagal mereka menangkan di medan perang. Jajak pendapat pun menunjukkan minimnya keinginan rakyat Ukraina untuk melakukan konsesi teritorial.

Perubahan Delegasi: Kushner dan Witkoff Absen

Dinamika negosiasi juga mengalami pergeseran personel. Rubio mengisyaratkan kemungkinan adanya kehadiran AS dalam pembicaraan lanjutan di Abu Dhabi hari Minggu depan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, dua figur kunci dari lingkaran dalam Trump tidak akan hadir. Utusan utama Presiden Donald Trump, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, yang memimpin putaran sebelumnya, dipastikan tidak akan berpartisipasi kali ini.

Baca Juga :  Link Anik Works: Rekomendasi Produk Digital & Fisik Terpercaya

Langkah ini menimbulkan pertanyaan mengenai strategi negosiasi Washington selanjutnya, mengingat pembicaraan akhir pekan lalu berakhir tanpa kesepakatan meski ada pertemuan tatap muka yang langka antara pejabat Rusia dan Ukraina.

Tekanan “Jaminan Keamanan”

Di balik layar, tekanan terhadap Kiev kian berat. Laporan Financial Times pada hari Selasa mengungkap ultimatum terselubung Washington. AS dikabarkan memberi tahu Ukraina bahwa mereka harus menandatangani kesepakatan damai dengan Rusia jika ingin mendapatkan jaminan keamanan AS.

Rubio mengonfirmasi hal ini secara tersirat. Ketika ditanya apakah jaminan keamanan untuk Ukraina telah disepakati, ia menjawab, “Saya pikir Anda bisa berargumen bahwa hal itu disetujui dari sisi persamaan kami… Dan tentu saja, jaminan keamanan apa pun akan berlaku setelah konflik berakhir.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Reuters

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda
Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 39 RT Terendam hingga 350 Cm

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:07 WIB

Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB