Jakarta Dikepung Hujan, PJJ dan WFH Resmi Diperpanjang sampai 1 Februari

Kamis, 29 Januari 2026 - 15:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Hujan deras tanpa ampun masih mengguyur Jakarta. Dampaknya, Pemprov DKI Jakarta memperpanjang pembelajaran jarak jauh (PJJ) dan work from home (WFH) hingga 1 Februari 2026.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil langkah tegas setelah BMKG memprediksi curah hujan tinggi belum akan mereda dalam beberapa hari ke depan.

“Melihat data BMKG, hujan masih tinggi sampai 1 Februari. Karena itu, PJJ dan WFH saya perpanjang,” kata Pramono di Jakarta Timur, Kamis (29/1/2026).

Tak hanya memperpanjang PJJ dan WFH, Pemprov DKI langsung menggeber Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Baca Juga :  Banjir Jakarta 29 Januari 2026: 52 RT dan 17 Jalan Tergenang, BPBD Siaga

BPBD DKI Jakarta dikerahkan penuh demi menekan hujan ekstrem yang berpotensi memicu banjir di berbagai titik rawan.

Meski hujan sempat turun deras sejak Kamis pagi, Pramono menegaskan OMC sudah dilakukan sejak dini hari.

“Sejak jam 05.00 WIB OMC sudah berjalan. Kalau tidak, hujannya pasti lebih parah,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelumnya, Disnaker DKI Jakarta telah mendapat restu mengeluarkan surat edaran WFH, disusul Dinas Pendidikan DKI yang menerbitkan aturan PJJ atau school from home.

Baca Juga :  Pembelajaran Online: Mitos Interaksi dan Kehadiran Sosial

Awalnya, kebijakan ini hanya berlaku sampai 28 Januari 2026. Namun, melihat cuaca makin brutal, Pemprov DKI memilih memperpanjang PJJ, WFH, sekaligus OMC hingga 1 Februari 2026.

Pramono menegaskan, aturan ini wajib dipatuhi, baik oleh sekolah negeri, swasta, maupun perusahaan swasta di Jakarta.

Sementara itu, BMKG kembali mengingatkan, hujan dengan intensitas tinggi masih mengancam Jakarta hingga awal Februari 2026, sehingga warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir dan genangan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga
Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?
Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini
Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api
Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?
Perlombaan Baru Miliarder Menuju Nol Gravitasi dan Koloni Mars
Kasus Kuota Haji Memanas, KPK Panggil Eks Menag Yaqut Hari Ini
Pembicaraan Teknis Greenland dengan AS Dimulai, Tensi Mereda

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 14:04 WIB

Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Jumat, 30 Januari 2026 - 13:17 WIB

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:58 WIB

Pengacara Pastikan Yaqut Cholil Qoumas Hadiri Pemeriksaan KPK Hari Ini

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:34 WIB

Rumah Mewah di Jaksel Terbakar, Lansia 60 Tahun Tewas Terjebak Api

Jumat, 30 Januari 2026 - 12:11 WIB

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Berita Terbaru

Ilustrasi, Australia pernah menjadi

INTERNASIONAL

Ke Mana Perginya Kanguru 3 Meter dan Kadal Sebesar Gajah?

Jumat, 30 Jan 2026 - 13:17 WIB

Ilustrasi, Riset membuktikan: loyalitas pada merek masa kecil bertahan hingga 50 tahun. Migran di AS dan India lebih memilih produk mahal dari daerah asal daripada alternatif lokal yang murah. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Migran Bayar Mahal Demi Kecap dari Kampung Halaman?

Jumat, 30 Jan 2026 - 12:11 WIB