Viral Tawuran di Jembatan Sindang Koja, Polisi Tangkap Remaja Bawa Celurit

Senin, 2 Februari 2026 - 17:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan remaja berinisial RR beserta barang bukti celurit usai aksi tawuran di Jembatan Sindang Koja, Jakarta Utara. (Posnews/MR)

Polisi mengamankan remaja berinisial RR beserta barang bukti celurit usai aksi tawuran di Jembatan Sindang Koja, Jakarta Utara. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Aksi tawuran remaja kembali pecah di Jembatan Sindang Koja, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026) sore. Polisi bergerak cepat dan mengamankan seorang remaja berinisial RR yang kedapatan membawa senjata tajam jenis celurit.

Peristiwa tawuran itu terjadi sekitar pukul 17.30 WIB dan sempat viral di media sosial. Menindaklanjuti laporan warga, tim opsnal Polsek Koja langsung turun ke lokasi untuk membubarkan massa.

Namun, saat petugas tiba di jembatan Sindang Koja, para pelaku tawuran telah membubarkan diri. Meski demikian, polisi tak berhenti di tempat.

Selanjutnya, tim opsnal melakukan penyisiran hingga ke Jalan Pinang Gang II RT 004/005, Kelurahan Lagoa, Kecamatan Koja, Jakarta Utara.

Di lokasi tersebut, polisi mencurigai seorang remaja yang ciri-cirinya sesuai dengan video tawuran yang viral di Instagram.

Petugas kemudian mengamankan remaja tersebut sekitar pukul 20.30 WIB. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan sebilan celurit ukuran sedang berbahan besi dengan gagang kayu hitam yang disembunyikan di dalam baju pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, polisi memastikan remaja tersebut berinisial RR dan diduga terlibat langsung dalam aksi tawuran di Jembatan Sindang Koja.

Baca Juga :  Pascabencana Sumatra, Pemerintah Tuntaskan 1.000 Rumah dan Targetkan 15.000 Hunian

“Kami mengamankan satu orang remaja berikut satu bilah celurit yang disembunyikan di dalam pakaian,” ungkap Kapolsek Koja Kompol Andry Suharto, Senin (2/2/2026).

Selanjutnya, polisi membawa RR ke Mapolsek Koja untuk menjalani pemeriksaan dan pengusutan lebih lanjut.

Kompol Andry Suharto menegaskan pihaknya terus meningkatkan patroli rutin guna mencegah aksi tawuran, khususnya di wilayah rawan.

Selain patroli, polisi juga menggencarkan kerja sama dengan petugas gabungan serta melakukan sosialisasi kepada remaja agar tidak terlibat tawuran yang membahayakan diri sendiri maupun orang lain. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak
Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol
Cuaca Jabodetabek Rabu 8 Juli 2026: Cerah Berawan, Suhu Maksimal 34 Derajat
Polri Tetapkan 32 Tersangka Haji Ilegal 2026, Kerugian Korban Rp116,7 Miliar

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 21:00 WIB

Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba Malaysia, Napi Lapas Bengkalis Diduga Jadi Otak

Rabu, 8 Juli 2026 - 20:41 WIB

Polri Temukan Tumpukan Dolar AS dan Dolar Singapura di Brankas Rahasia Kafe de’Clan

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 09:21 WIB

Lulusan S2 Rampok Toko Emas di Depok, Gasak Rp20 Juta demi Bayar Utang Pinjol

Berita Terbaru

Lompatan besar klon tempur EVE. Fenris Creations mematangkan aspek pergerakan karakter dan menguji sistem ekonomi orbit pada fase Operation Avalon. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

EVE Vanguard Hadirkan Formula Shooter Ekstraksi

Kamis, 9 Jul 2026 - 05:10 WIB

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB