Legislator AS Tekan Pentagon: Cairkan Bantuan Keamanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pecah kongsi di Capitol Hill. Kelompok senator bipartisan mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk segera menyalurkan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan negara Baltik yang tertahan. Dok: Istimewa.

Pecah kongsi di Capitol Hill. Kelompok senator bipartisan mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk segera menyalurkan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan negara Baltik yang tertahan. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Kelompok senator bipartisan mendesak Departemen Pertahanan AS untuk segera bertindak. Mereka menuntut pencairan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan sekutu Eropa Timur.

Para legislator mengirimkan surat resmi kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth pada hari Jumat. Dalam surat tersebut, mereka meminta pemerintah untuk segera menyalurkan dana bantuan. Kongres telah mengalokasikan anggaran tersebut sejak tahun lalu.

Keterlambatan Pentagon dan Janji yang Terabaikan

Hubungan antara Kongres dan pemerintahan Trump semakin merenggang. Anggota parlemen menuntut kejelasan mengenai nasib bantuan tersebut. Secara rinci, bantuan itu terdiri dari $400 juta untuk Ukraina dan $200 juta untuk Estonia, Latvia, serta Lithuania.

Sebenarnya, Hegseth telah menjanjikan rencana belanja bantuan kepada anggota parlemen tiga pekan lalu. Namun, para senator menyatakan bahwa Pentagon melewatkan tenggat waktu 15 Mei yang mereka janjikan sebelumnya. Oleh karena itu, para legislator merasa frustrasi dengan ketidakpastian ini.

Baca Juga :  Cucu Mpok Nori Tewas di Cipayung, Mantan Suami Siri Emosi Usai Ditolak Rujuk

Frustrasi Internal Partai Republik

Ketegangan di Senat mencerminkan perpecahan yang lebih luas. Partai Republik kini menunjukkan rasa frustrasi terhadap pemerintahan Trump. Selain itu, Presiden Trump memicu kemarahan internal setelah mendukung penantang Senator John Cornyn di Texas.

Di sisi lain, Senator Thom Tillis secara terbuka mengkritik daftar kebijakan Trump yang dianggap merugikan Partai Republik. Tillis menyoroti pemecatan jenderal-jenderal terbaik serta kurangnya langkah tegas terhadap Vladimir Putin terkait kekejaman di Ukraina.

Ketegangan di Pentagon: Pemecatan Jenderal Senior

Kritik dari Partai Republik juga menyasar pemecatan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal Randy George, bulan lalu. George sebelumnya berusaha mengubah strategi medan tempur Angkatan Darat. Ia mengintegrasikan perang drone dan belajar banyak dari pengalaman militer Ukraina.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meskipun begitu, Hegseth membela langkah tersebut. Ia menyebut perombakan staf sebagai bagian dari upaya membangun “budaya prajurit” di Pentagon. Namun, tindakan ini tetap memicu kekhawatiran bipartisan di Kongres terkait stabilitas kepemimpinan militer AS.

Baca Juga :  Starmer Bela Posisi Inggris: Tolak Serangan Ofensif ke Iran

Langkah Baru di DPR: Sanksi dan Bantuan

Di Gedung DPR, faksi Demokrat meluncurkan proposal baru. Mereka mendorong sanksi luas terhadap Rusia dan pengiriman bantuan militer sebesar $1 miliar untuk Ukraina. Meskipun paket bantuan ini kemungkinan besar sulit menjadi undang-undang, langkah ini memicu semangat baru bagi para pendukung Ukraina di parlemen.

Singkatnya, dukungan terhadap Ukraina kini menjadi simbol solidaritas di mata para legislator. Meskipun nominal bantuan $400 juta terlihat kecil dibandingkan paket awal, dana ini memiliki arti politis yang besar. Dengan demikian, para senator tetap menuntut kepastian dukungan Amerika Serikat bagi upaya perang Ukraina di tengah perdebatan panjang di Washington.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Gerebek THM New Zone Medan, 34 Orang Diangkut Termasuk Owner dan Manajer
Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Dugaan Kekerasan oleh Militer Israel
Presiden Trump Batal Hadiri Pernikahan Putranya
Koalisi Penentang Trump Gugat Dana Kompensasi Anti-Weaponization
Serangan Drone di Starobilsk Tewaskan Enam Orang
Lebanon Selatan: Serangan Israel Tewaskan Tenaga Medis
Tulsi Gabbard Mundur dari Jabatan Direktur Intelijen Nasional
AS dan Iran Masih Berselisih Soal Nuklir dan Selat Hormuz

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:35 WIB

Bareskrim Gerebek THM New Zone Medan, 34 Orang Diangkut Termasuk Owner dan Manajer

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:03 WIB

Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Dugaan Kekerasan oleh Militer Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:47 WIB

Legislator AS Tekan Pentagon: Cairkan Bantuan Keamanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:43 WIB

Presiden Trump Batal Hadiri Pernikahan Putranya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:34 WIB

Koalisi Penentang Trump Gugat Dana Kompensasi Anti-Weaponization

Berita Terbaru

Klaim penganiayaan di laut lepas. Para aktivis bantuan kemanusiaan melaporkan serangkaian tindak kekerasan fisik setelah militer Israel mencegat armada

INTERNASIONAL

Aktivis Flotilla Gaza Ungkap Dugaan Kekerasan oleh Militer Israel

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:03 WIB

Pecah kongsi di Capitol Hill. Kelompok senator bipartisan mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk segera menyalurkan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan negara Baltik yang tertahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Legislator AS Tekan Pentagon: Cairkan Bantuan Keamanan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 14:47 WIB

Prioritas kenegaraan. Presiden Donald Trump memilih tetap berada di Washington untuk menangani krisis Timur Tengah dan ketegangan di Kuba, sehingga ia harus melewatkan pernikahan Donald Trump Jr. di Bahama akhir pekan ini. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Presiden Trump Batal Hadiri Pernikahan Putranya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:43 WIB

Pecah kongsi di Capitol Hill. Kelompok senator bipartisan mendesak Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk segera menyalurkan bantuan keamanan senilai $600 juta bagi Ukraina dan negara Baltik yang tertahan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Koalisi Penentang Trump Gugat Dana Kompensasi Anti-Weaponization

Sabtu, 23 Mei 2026 - 12:34 WIB