Zelenskyy Tuding Rusia Langgar Janji ke Trump

Rabu, 4 Februari 2026 - 14:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

Teror di siang bolong. Rusia meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone pada jam kerja guna memaksimalkan korban sipil, sementara Presiden Zelenskyy mengeklaim posisi militer Ukraina kini berada dalam kondisi terbaik dalam sepuluh bulan terakhir. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Volodymyr Zelenskyy melontarkan tuduhan serius terhadap Rusia pada Selasa (3/2/2026). Ia menyebut Moskow sengaja melanggar kesepakatan dengan Presiden AS Donald Trump untuk menahan serangan selama puncak musim dingin.

Tuduhan ini muncul setelah pasukan Rusia melakukan serangan udara besar-besaran di Kyiv. Suhu di ibu kota Ukraina tersebut sedang merosot tajam hingga -20°C. Serangan ini melibatkan rekor 71 rudal balistik dan 450 drone yang menyasar jaringan listrik dan pemanas.

Perselisihan Soal Durasi Gencatan Senjata

Zelenskyy menyatakan bahwa Rusia melanggar janji yang Trump bingkai sebagai “permintaan pribadi” kepada Vladimir Putin. Pekan lalu, Trump mengklaim Putin setuju untuk berhenti menyerang Kyiv demi kemanusiaan karena cuaca ekstrem.

Namun, terdapat perbedaan persepsi mengenai durasi jeda tersebut. Kremlin mengumumkan gencatan senjata hanya berlangsung hingga hari Minggu. Di sisi lain, Ukraina meyakini jeda seharusnya berlanjut hingga Jumat pekan ini.

Baca Juga :  Bukti Baru Pembunuhan Navalny: Lima Negara Ungkap Penggunaan Racun Katak Panah oleh Rusia

Donald Trump sendiri membela ketepatan janji Putin dari Gedung Putih. “Kesepakatannya adalah Minggu ke Minggu. Dia menepati janjinya soal itu, tapi kemudian dia menyerang dengan keras lagi,” ujar Trump kepada wartawan.

Teror Musim Dingin: Ribuan Tanpa Pemanas

Dampak serangan kali ini sangat fatal bagi warga sipil. Lebih dari 1.000 bangunan tempat tinggal di Kyiv kehilangan akses pemanas pada hari Selasa. Menteri Energi Ukraina, Denys Shmyhal, menyebut serangan ini sebagai tindakan “sengaja” untuk membiarkan ratusan ribu keluarga membeku.

Di Kharkiv, Wali Kota Ihor Terekhov melaporkan kerusakan serupa pada infrastruktur energi. Petugas terpaksa menguras air dari sistem radiator di 800 gedung agar pipa-pipa tersebut tidak pecah akibat membeku. Zelenskyy menuduh Rusia menggunakan jeda singkat pekan lalu hanya untuk menimbun senjata dan menunggu hari-hari terdingin di musim dingin ini.

Baca Juga :  Bayi 11 Bulan dicekoki Miras di NTT, Ayah Kandug Wajib Lapor dan Sampel Diuji Labfor

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sinyal Buruk Jelang Perundingan Abu Dhabi

Serangan besar ini terjadi tepat sebelum pembicaraan tiga arah antara Rusia, Ukraina, dan AS di Abu Dhabi. Sekretaris Jenderal NATO, Mark Rutte, menyebut serangan semalam sebagai “sinyal yang sangat buruk” dari pihak Moskow.

Rutte mempertanyakan keseriusan Rusia dalam berdiplomasi. “Zelenskyy sudah siap bermain adil dalam pembicaraan, tapi Rusia justru memilih teror,” tegasnya saat mengunjungi Kyiv. Ia juga memuji Trump sebagai satu-satunya sosok yang mampu menengahi solusi damai.

Laporan terbaru dari Financial Times menyebutkan adanya rencana multi-tahap untuk menegakkan gencatan senjata di masa depan. Rencana tersebut kabarnya mencakup tanggapan militer dari koalisi pendukung Ukraina jika Rusia melanggar gencatan senjata dalam waktu lebih dari 72 jam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter
Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:51 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Berita Terbaru

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Diplomasi penuh percaya diri. Presiden Donald Trump menyatakan Amerika Serikat mampu memenangkan perang melawan Iran secara mandiri saat harga minyak mentah Brent melonjak melampaui USD 107 per barel akibat blokade Selat Hormuz. Dok: Reuters/Jonathan Ernst.

INTERNASIONAL

Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:31 WIB