Memecahkan Dilema Darwin: Jejak Hewan Pertama

Rabu, 4 Februari 2026 - 17:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjawab teka-teki evolusi. Penemuan fosil embrio di China dan jejak kimia di Oman mengungkap bahwa hewan purba telah mengubah planet ini jauh sebelum

Menjawab teka-teki evolusi. Penemuan fosil embrio di China dan jejak kimia di Oman mengungkap bahwa hewan purba telah mengubah planet ini jauh sebelum "Ledakan Kambrian" terjadi. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Saat Charles Darwin menyusun teori evolusi, ia menghadapi rintangan besar yang kini dunia kenal sebagai “Dilema Darwin”. Dalam bukunya On the Origin of Species, Darwin mengaku tidak bisa menjelaskan alasan hewan kompleks seperti trilobit muncul secara tiba-tiba di catatan fosil tanpa adanya jejak nenek moyang di periode sebelumnya.

Namun, penelitian modern kini mulai memberikan jawaban yang memuaskan. Meskipun batuan berusia 3,8 miliar tahun telah menunjukkan tanda-tanda kehidupan bakteri, misteri mengenai lambatnya evolusi hewan multiseluler tetap menjadi perdebatan. Penemuan terbaru justru menyarankan bahwa hewan pertama muncul jauh lebih awal dari dugaan kita dan memainkan peran kunci dalam mengubah ekosistem Bumi secara permanen.

Embrio Purba dari China dan Jejak Kimia di Oman

Penemuan luar biasa di Formasi Doushantuo, China, menjadi salah satu bukti kunci. Di sana, kondisi lingkungan yang unik mengawetkan fosil mikro berupa bola-bola sel kecil yang identik dengan embrio hewan. Peneliti Leiming Yin melaporkan penemuan embrio di dalam cangkang keras yang berduri pada tahun 2007. Bukti serupa pada batuan berusia 632 juta tahun menunjukkan bahwa embrio hewan telah ada jauh sebelum periode Kambrian dimulai.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Sejumlah Wilayah Jabodetabek Berpotensi Hujan Lebat hingga 21 Januari 2026

Selain itu, bukti pendukung datang dari kedalaman gurun di Oman. Peneliti Roger Summons dan Gordon Love mempelajari inti batu pasir berminyak dari kedalaman 4 kilometer di bawah tanah. Meskipun peneliti tidak melihat fosil fisik secara kasat mata, minyak tersebut menyimpan “fosil molekuler” berupa bahan kimia 24-isopropylcholestane (24-IPC). Ilmuwan saat ini hanya menemukan zat kimia ini pada membran sel spons tertentu sebagai bentuk kolesterol stabil. Temuan ini membuktikan bahwa biomassa spons sudah sangat substansial dan menonjol secara ekologis antara 635 hingga 713 juta tahun yang lalu.

Hewan sebagai Penggerak Evolusi Oksigen

Para ahli sering mengaitkan sejarah evolusi hewan dengan peningkatan kadar oksigen di samudra. Namun, pandangan baru menunjukkan hubungan yang lebih mendalam. Peneliti seperti Butterfield berpendapat bahwa hewan sendirilah yang menyebabkan peningkatan oksigen tersebut, bukan sebaliknya. Dengan mengambil alih peran bakteri di lautan, hewan-hewan awal ini mengubah tanda geokimia planet secara drastis.

Baca Juga :  Suvenir Rp 20 M Bikin Geger, Belanja Pemkot Tangsel Jadi Sorotan Warganet

Bahkan, pakar paleobiologi Martin Brasier menyarankan bahwa hubungan antara kehidupan kompleks dan transformasi planet berjalan lebih jauh. Dalam bukunya Darwin’s Lost World, Brasier menjelaskan bahwa kelompok sel besar—seperti rumput laut—menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Proses ini memicu rangkaian zaman es yang membantu hewan pertama berjuang merebut kendali samudra dari bakteri. “Alih-alih menjadi penyebab evolusi hewan, zaman es kemungkinan besar merupakan respons terhadap evolusi tersebut,” tegas Brasier.

Melalui penemuan-penemuan ini, para ilmuwan tidak lagi melihat kemunculan hewan sebagai peristiwa yang tiba-tiba. Sebaliknya, hewan-hewan pertama adalah arsitek yang membangun lingkungan kaya oksigen, yang akhirnya memungkinkan kehidupan beragam meledak di periode Kambrian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam
OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan
Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan
Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan
Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas
Bagaimana 382 Kilogram Batu Bulan Mengubah Tata Surya?
Balas Dendam Bullying, Siswa SMP di Kalbar Diduga Serang Sekolah Pakai Molotov
KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih, Telusuri Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri

Berita Terkait

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:29 WIB

Tawuran Jakarta Membara, Polda Metro Jaya Tangkap 105 Pelaku dan Sita Puluhan Sajam

Rabu, 4 Februari 2026 - 20:04 WIB

OTT Bea Cukai, KPK Sita Uang Miliaran dan 3 Kg Emas – Mantan Pejabat Eselon II Diamankan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:42 WIB

Densus 88 Bongkar Aksi Kekerasan Siswa SMP Sungai Raya, 5 Gas Portabel dan 6 Molotov Disiapkan

Rabu, 4 Februari 2026 - 19:24 WIB

Bisnis Gelap Etomidate Dibongkar, 82 Paket Disita dari Dua Perempuan

Rabu, 4 Februari 2026 - 18:24 WIB

Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Berita Terbaru