KPK Buka Peluang Panggil Aura Kasih, Telusuri Aktivitas Ridwan Kamil di Luar Negeri

Rabu, 4 Februari 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

KPK kejar jejak RK ke luar negeri, Aura Kasih berpotensi dipanggil. (Posnews/Instagram)

KPK kejar jejak RK ke luar negeri, Aura Kasih berpotensi dipanggil. (Posnews/Instagram)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melakukan penyidikan dugaan korupsi Bank Jabar Banten (BJB) bahkan kian memanas.

KPK membuka peluang memanggil pesohor Aura Kasih untuk mengklarifikasi aktivitas mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (RK) di luar negeri terkait kasus pengadaan iklan Bank BJB periode 2021–2023.

Penyidik KPK mendalami aktivitas Ridwan Kamil di dalam dan luar negeri. Mereka juga menelusuri pihak-pihak yang mengetahui kegiatan tersebut serta sumber pembiayaannya.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan, penyidik siap memanggil saksi tambahan sesuai kebutuhan penyidikan, termasuk figur publik.

Namun, KPK belum menjadwalkan pemeriksaan terhadap Aura Kasih.

Kasus ini berawal dari dugaan korupsi pengadaan iklan di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (Bank BJB) yang merugikan negara sekitar Rp222 miliar.

Baca Juga :  Waspada Hujan Lebat Jabodetabek 16–18 Desember 2025, BMKG Ingatkan Masyarakat

KPK telah menetapkan lima tersangka sejak 13 Maret 2025.

Sebelumnya, penyidik KPK menggeledah rumah Ridwan Kamil pada 10 Maret 2025 dan menyita sejumlah barang, termasuk sepeda motor dan mobil.

KPK juga memeriksa Ridwan Kamil sebagai saksi pada 2 Desember 2025.

Selain itu, penyidik terus menelusuri pihak-pihak yang terlibat dalam aktivitas Ridwan Kamil di luar negeri, seiring perluasan penyidikan yang semakin intensif. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya
Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar
Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen
Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi
Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO
Usulan Provinsi Sunda Menguat, DPR Minta Kajian Menyeluruh
KPK Soroti Raja Juli Telat Lapor Dugaan Gratifikasi
Astamaops Kapolri: Tak Perlu Bentuk Satgas Baru untuk Papua

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:27 WIB

SKK Migas Buka Lowongan Kerja S1 2026, Simak Posisi dan Syaratnya

Rabu, 8 Juli 2026 - 18:02 WIB

Polisi Gerebek 4 Kafe di Cibitung, Praktik Prostitusi Anak Terbongkar

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:42 WIB

Polisi Ungkap Buronan Meterai Palsu Tewas Lompat dari Apartemen

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:27 WIB

Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Berkedok Pakan Burung di Bekasi

Rabu, 8 Juli 2026 - 11:03 WIB

Kasus Impor Ilegal iPhone Naik ke Penuntutan, Bareskrim Kejar DPO

Berita Terbaru

Hambatan di tengah krisis kesehatan. Warga di kamp pengungsian Kpangba mengusir petugas medis yang berupaya melacak kontak erat korban meninggal akibat Ebola. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Wabah Ebola Kongo Meluas: WHO Peringatkan Bahaya

Rabu, 8 Jul 2026 - 18:48 WIB

Laporan evaluasi keamanan kecerdasan buatan. Anthropic memimpin peringkat keamanan AI global, namun seluruh industri gagal membendung ancaman eksistensial manusia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Anthropic Raih Skor Tertinggi di Tengah Ancaman Eksistensial

Rabu, 8 Jul 2026 - 17:30 WIB

Ledakan industri kecerdasan buatan. Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional hingga 19 kali lipat pada kuartal kedua tahun ini. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Raksasa Chip Samsung Cetak Rekor, Laba Melonjak

Rabu, 8 Jul 2026 - 15:28 WIB