TEGAL, POSNEWS.CO.ID – Pergerakan tanah di Desa Padasari, Kecamatan Jatinegara, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, terus meluas dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Hingga Senin (9/2/2026), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.453 jiwa meninggalkan rumah mereka demi keselamatan.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menjelaskan, bencana tanah bergerak tersebut berdampak pada hampir seluruh kelompok usia.
BNPB mendata 945 laki-laki dan 982 perempuan berada di pengungsian. Selain itu, terdapat 220 lansia, 179 anak-anak, 40 balita, 65 batita, 3 ibu hamil, serta 3 ibu menyusui yang membutuhkan perhatian khusus.
Data terbaru juga mencatat 1.049 remaja dan 894 warga dewasa terdampak langsung.
Untuk menampung para pengungsi, pemerintah daerah bersama BNPB memusatkan warga di delapan titik pengungsian.
Lokasi tersebut meliputi Majelis Az Zikir wa Rotibain, Majelis dan Dukuh Pengasinan, SDN 2 Padasari, Dukuh Lebak RW 05, Gedung Serbaguna Desa Penujah, Pondok Pesantren Dawuhan Padasari, Dukuh Tengah Desa Tamansari, serta Desa Mokaha, Kecamatan Jatinegara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Abdul Muhari menegaskan, BNPB telah mengerahkan tim ke lokasi terdampak untuk siaga penuh.
Selain mendampingi pemerintah daerah, BNPB juga menyalurkan bantuan logistik, permakanan, dan kebutuhan dasar bagi para pengungsi.
“Penanganan tidak hanya fokus pada pemenuhan kebutuhan darurat, tetapi juga pada pendataan warga terdampak serta persiapan pembangunan hunian sementara,” ujar Abdul Muhari.
Seiring dengan itu, Dinas Sosial, Dukcapil, dan Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Tegal mempercepat verifikasi dan pemutakhiran data By Name By Address (BNBA).
Surat Keputusan Penetapan Huntara
Data tersebut akan menjadi dasar penerbitan Surat Keputusan penetapan kebutuhan hunian sementara (huntara) bagi warga yang rumahnya terdampak.
Pada hari ini, BNPB bersama pemerintah daerah turut mendampingi ESDM Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan asesmen teknis kelayakan lahan huntara sekaligus rencana relokasi permanen bagi warga yang berada di zona rawan pergerakan tanah.
BNPB kembali mengimbau masyarakat agar mematuhi arahan BPBD setempat, meningkatkan kewaspadaan, serta segera mengungsi apabila muncul tanda-tanda pergerakan tanah susulan demi menghindari korban jiwa. (red)
Editor : Hadwan





















