SURABAYA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Suyudi Ario Seto mempercepat perang melawan narkoba dengan menghadiri langsung peluncuran program “Jawa Timur Bersinar” di Balai Budaya Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Menteri Desa-PDT Yandri Susanto dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turut menghadiri acara tersebut.
Dalam kesempatan itu, Suyudi secara terbuka mengapresiasi komitmen Pemprov Jatim dalam memperkuat perang melawan narkoba.
“Jawa Timur menjadi provinsi pertama di Indonesia yang mendeklarasikan diri sebagai ‘Provinsi Bersinar’. Seluruh kabupaten/kota menyatukan komando untuk melawan narkoba,” tegas Suyudi.
175 Narkotika Baru Masuk RI
Suyudi mengungkapkan sebanyak 175 jenis narkotika baru telah masuk ke Indonesia. Ia juga menegaskan bahwa aparat telah menetapkan liquid vape yang mengandung narkoba sebagai narkotika golongan II.
Selain itu, ia menyoroti tren penggunaan “gas whip pink” atau nitrous oxide di kalangan remaja. Ia menilai para remaja tidak sekadar mengikuti gaya, tetapi menghadapi ancaman serius.
“Penggunaan gas itu bisa memicu kerusakan saraf permanen, hipoksia, bahkan kematian mendadak,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jatim Rawan, Banyak Pelabuhan Tikus
Secara geografis, Jawa Timur memiliki tingkat kerawanan tinggi. Garis pantai yang panjang membuka celah penyelundupan, sementara pelaku memanfaatkan sejumlah pelabuhan tikus untuk menjalankan modus ship to ship.
Data lapangan menunjukkan ketimpangan infrastruktur pencegahan. Dari 38 kabupaten/kota di Jatim, pemerintah baru membentuk 18 BNNK. Hingga 2025, pemerintah daerah juga baru membentuk 265 Desa Bersinar dari total 8.494 desa.
5.924 Kasus Sepanjang 2025
Gubernur Khofifah memaparkan bahwa 2,11 persen populasi telah terpapar narkotika. Secara nasional, angka itu mencapai 4,11 juta orang.
Sepanjang 2025, aparat penegak hukum di Jawa Timur mengungkap 5.924 kasus tindak pidana narkotika.
“Ini extraordinary crime. Kita harus menanganinya dengan langkah luar biasa,” tegas Khofifah.
Bukan Sekadar Kriminal
Sebelumnya, Suyudi menegaskan bahwa perang melawan narkoba sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.
Ia memandang narkoba sebagai isu kemanusiaan. Karena itu, negara harus merehabilitasi para pengguna sebagai korban, bukan sekadar memenjarakan mereka.
Melalui deklarasi “Jawa Timur Bersinar”, BNN bersama Pemprov Jatim memperluas layanan BNNK, meningkatkan jumlah Desa Bersinar, serta memperketat pengawasan untuk menutup celah peredaran narkoba di pintu gerbang timur Pulau Jawa. (red)
Editor : Hadwan





















