Zelenskyy: Ukraina Tidak Kalah dan Tolak Serahkan Donbas

Sabtu, 21 Februari 2026 - 15:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebuntuan di garis depan. Militer Rusia meluncurkan serangan udara masif ke kota-kota Ukraina guna menutupi perlambatan drastis gerak maju pasukan darat mereka. Dok: Istimewa.

Kebuntuan di garis depan. Militer Rusia meluncurkan serangan udara masif ke kota-kota Ukraina guna menutupi perlambatan drastis gerak maju pasukan darat mereka. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Presiden Volodymyr Zelenskyy memberikan pernyataan asertif mengenai kondisi terkini konflik di Eropa Timur. Ia memastikan bahwa Ukraina masih memegang kendali atas nasib bangsanya meski menghadapi musim dingin yang sangat berat.

“Anda tidak bisa mengatakan bahwa kami kalah dalam perang ini. Sejujurnya, kami pasti tidak kalah,” ujar Zelenskyy dalam wawancara eksklusif di istana kepresidenan. Selanjutnya, ia menekankan bahwa pertanyaan utama saat ini bukanlah soal kekalahan, melainkan kepastian kapan kemenangan akan terwujud.

Tekanan Diplomasi dan Status Donbas

Situasi diplomatik saat ini semakin kompleks seiring dorongan Presiden AS Donald Trump agar Kyiv segera menyepakati perjanjian dengan Moskow. Akan tetapi, Washington dan Moskow dilaporkan memberikan tekanan serupa agar Ukraina melepaskan wilayah Donbas sebagai syarat penghentian perang.

Zelenskyy menepis mentah-mentah usulan tersebut. Oleh karena itu, ia menganggap penyerahan wilayah hanya akan membuat Rusia semakin berani meluncurkan agresi di masa depan. Saat ini, Rusia menguasai hampir seluruh wilayah Luhansk, sementara Ukraina masih mempertahankan seperlima wilayah Donetsk yang merupakan pusat industri berbenteng kuat.

Di tengah kebuntuan politik, Zelenskyy membawa kabar positif dari medan tempur. Ia memberikan apresiasi kepada seluruh pasukan pertahanan yang berhasil membebaskan sekitar 300 kilometer persegi wilayah di garis depan selatan melalui serangan balik terbaru.

Selain itu, Zelenskyy menyinggung isu teknis terkait gangguan terminal internet Starlink milik Elon Musk. Bahkan, para pengamat militer menduga pemadaman jaringan tersebut sempat membantu gerak maju pasukan Ukraina dengan mengecoh sistem komunikasi lawan. Meskipun begitu, Zelenskyy mengakui bahwa pasukannya juga mengalami kendala operasional akibat gangguan tersebut, namun ia menilai dampak negatif di pihak Rusia jauh lebih serius.

Baca Juga :  Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Penolakan Pemilu dan Jaminan Keamanan

Ukraina juga menghadapi tekanan untuk menyelenggarakan pemilihan presiden sebagai bagian dari rencana perdamaian global. Namun demikian, Zelenskyy secara tegas menolak pelaksanaan pemungutan suara di tengah kondisi perang.

“Let’s be honest—orang Rusia hanya ingin mengganti saya,” tegasnya. Ia menilai pemilu tidak mungkin terlaksana secara adil saat jutaan warga masih berada di pengungsian atau wilayah pendudukan. Sebagai gantinya, Zelenskyy menuntut sekutu Barat untuk memberikan jaminan keamanan yang kuat. Lebih lanjut, ia mendesak agar kontingen pasukan Eropa ditempatkan sedekat mungkin dengan garis depan pasca-gencatan senjata guna mencegah serangan Rusia kembali terjadi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru