LIMA, POSNEWS.CO.ID – Otoritas pemilu Peru melaporkan persaingan yang sangat sengit dalam pemilihan presiden putaran kedua.
Sebab, selisih perolehan suara antara kedua calon presiden kini menyusut hingga di bawah 20.000 suara pada hari Selasa. Komisi Pemilihan Nasional telah merampungkan penghitungan terhadap 96 persen dari total surat suara yang masuk.
Angka resmi menunjukkan legislator nasionalis Roberto Sánchez memimpin tipis dengan mengantongi 50,055 persen suara. Sementara itu, politisi konservatif Keiko Fujimori membayangi ketat di posisi kedua dengan perolehan 49,945 persen suara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembaga penyelenggara pemilu sejauh ini telah memproses lebih dari 17,8 juta suara pemilih secara nasional. Dengan demikian, presiden terpilih nantinya akan menjadi pemimpin negara Peru yang kesembilan dalam kurun waktu sepuluh tahun.
Prosedur Lambat dan Aturan Wajib Pilih
Sánchez dan Fujimori sebelumnya berhasil menyingkirkan 33 kandidat lain pada pemilihan tahap pertama bulan April lalu. Namun, tidak ada satu pun calon yang berhasil mengamankan dukungan pemilih di atas 20 persen saat itu.
Ketua Dewan Pemilu Peru, Roberto Burneo, memproyeksikan hasil akhir pemilu akan rilis dalam waktu 30 hari ke depan. Oleh sebab itu, ia meminta para pendukung dan organisasi politik untuk menjaga ketertiban secara demokratis dan bertanggung jawab.
Prosedur penghitungan suara berjalan sangat lambat karena undang-undang mewajibkan verifikasi fisik lembar tabulasi di setiap kantor wilayah. Selain itu, petugas juga harus mengirimkan dokumen suara pemilih luar negeri dari 63 negara menuju ibu kota Lima.
Pemerintah Peru sendiri mewajibkan partisipasi pemilu bagi seluruh warga negara yang berumur 18 hingga 70 tahun. Akibatnya, warga yang mengabaikan kewajiban tersebut harus membayar denda administratif hingga sebesar 32 dolar AS.
Kekhawatiran Pemilih dan Bayang-Bayang Masa Lalu
Sebagian besar pemilih menitipkan kekhawatiran yang mendalam mengenai masalah keamanan dan maraknya kasus pemerasan yang meresahkan. Para pengamat menilai kelompok kejahatan terorganisir mendapatkan dana melimpah dari aktivitas penambangan emas ilegal di Amazon.
Di sisi lain, publik juga terus mengaitkan kedua calon pemimpin ini dengan rekam jejak buruk para mantan presiden. Keiko Fujimori kerap menghadapi kritik akibat hubungannya dengan masa pemerintahan otoriter mendiang ayahnya, Alberto Fujimori.
Sebaliknya, Roberto Sánchez merupakan salah satu sekutu terdekat dari mantan Presiden Pedro Castillo yang kini mendekam di penjara. Pada akhirnya, pemenang pemilu ini akan segera menjalani upacara pelantikan masa jabatan lima tahun pada 28 Juli mendatang.
Penulis : Alifa Latifa
Editor : Alifa Latifa












