Konflik Timur Tengah Memanas, Maskapai Dunia Batalkan Penerbangan Internasional

Minggu, 1 Maret 2026 - 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penumpang memadati terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang saat puncak arus balik Lebaran 2026 dengan lonjakan hingga hampir 200 ribu orang. (Posnews/Humas PGS)

Penumpang memadati terminal keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta Tangerang saat puncak arus balik Lebaran 2026 dengan lonjakan hingga hampir 200 ribu orang. (Posnews/Humas PGS)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Perhubungan Republik Indonesia (Kemenhub) mengumumkan gelombang pembatalan penerbangan internasional menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah setelah serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Dampaknya, sejumlah maskapai menghentikan operasional rute yang melintasi kawasan tersebut demi alasan keselamatan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan pihaknya sudah menerima laporan resmi dari berbagai maskapai.

“Maskapai yang membatalkan penerbangan antara lain Etihad Airways, Qatar Airways, Emirates, Ethiopian Airlines, Malaysia Airlines, Philippine Airlines, Indigo Airlines, Srilanka Airlines, China Southern Airlines, Singapore Airlines, dan Scoot,” ujar Dudy, Minggu (1/3/2026).

Ruang Udara Ditutup, Rute Dialihkan

Selain pembatalan, beberapa negara di Timur Tengah menutup ruang udara untuk seluruh penerbangan, baik komersial maupun pribadi.

Baca Juga :  Kartel Gunakan Kapal Selam, Prabowo Minta Pengawasan Laut Diperketat

Negara yang terdampak penutupan antara lain Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Irak, dan Suriah.

Akibatnya, maskapai global terpaksa membatalkan atau mengalihkan rute (re-route) untuk menghindari wilayah konflik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saudia Airlines masih memantau situasi di sejumlah kota tujuan. Sementara itu, Ethiopian Airlines tetap beroperasi, tetapi menghentikan penerbangan ke Amman (Yordania) dan Tel Aviv (Israel).

Di sisi lain, dua maskapai nasional, yakni Garuda Indonesia dan Lion Air, masih beroperasi normal.

Penerbangan Garuda dan Lion Air menuju Jeddah belum terdampak. Namun, Garuda mengalihkan rute Amsterdam melalui Kairo, Mesir, demi menghindari ruang udara yang ditutup.

Dudy menegaskan keselamatan menjadi prioritas utama. Karena itu, Kemenhub terus berkoordinasi dengan AirNav Indonesia, maskapai, pengelola bandara, serta otoritas penerbangan asing untuk memperbarui informasi keamanan wilayah udara.

Baca Juga :  RUU KKS Beri Wewenang TNI Jadi Penyidik, Demokrasi di Ujung Tanduk

Penumpang Diminta Pantau Informasi

Selanjutnya, Kemenhub meminta maskapai dan pengelola bandara memberikan pelayanan maksimal bagi penumpang terdampak.

Proses pembatalan, pengembalian dana, penjadwalan ulang, hingga akomodasi harus sesuai prosedur.

“Termasuk pengurusan dokumen perjalanan di area Imigrasi dan penjadwalan ulang penerbangan,” tegas Dudy.

Ia juga mengimbau calon penumpang, khususnya jamaah umrah dan pelaku perjalanan internasional, aktif memantau informasi resmi dari maskapai.

Meski situasi global memanas, Dudy memastikan operasional bandara di Indonesia tetap berjalan aman dan lancar, baik untuk keberangkatan maupun kedatangan internasional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut
Api Melalap Rumah di Grogol, Lima Korban Ditemukan Tewas di Lantai Dua
Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan
Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar
Bareskrim Bongkar Jaringan Narkoba via Ojol, Lab Vape Etomidate di Jaktim Digerebek
Baru Dilantik, Ketua Ombudsman RI Langsung Diborgol Kejagung Tersandung Kasus

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 10:05 WIB

Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Jumat, 17 April 2026 - 08:31 WIB

Api Melalap Rumah di Grogol, Lima Korban Ditemukan Tewas di Lantai Dua

Jumat, 17 April 2026 - 07:34 WIB

Viral Napi Ngopi di Kafe, Supriadi Langsung Dikirim ke Nusakambangan

Kamis, 16 April 2026 - 14:31 WIB

Hery Susanto Resmi Ditahan Kejagung, Terseret Kasus Korupsi Nikel Rp1,5 Miliar

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB