Pemuda Tewas Leher Nyaris Putus di Kebun Kopi Lampung Barat, Pelaku Diciduk di Sumsel

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kebun kopi lokasi penemuan jasad pemuda di Lampung Barat. (red)

Petugas kepolisian melakukan olah TKP di kebun kopi lokasi penemuan jasad pemuda di Lampung Barat. (red)

LAMPUNG, POSNEWS.CO.ID – Suasana Pekon Jagaraga, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, mendadak mencekam. RA (25) ditemukan tewas bersimbah darah di kebun kopi, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Leher korban terkoyak parah hingga nyaris putus, meninggalkan pemandangan yang membuat warga syok.

Dugaan pembunuhan brutal pun langsung menguat. Tanpa menunggu lama, Satreskrim Polres Lampung Barat bergerak cepat memburu pelaku hingga ke luar daerah.

Kasatreskrim Polres Lampung Barat, Iptu Rudy Prawira, membenarkan kasus tersebut. Tim Tekab 308 menangkap terduga pelaku pada Sabtu malam sekitar pukul 23.30 WIB di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.

“Benar, terduga pelaku sudah kami amankan. Saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif,” tegas Rudy, Minggu (1/3/2026).

Baca Juga :  Police Goes to School di Bekasi, Polres Metro Didatangi 300 Siswa untuk Cegah Kenakalan Remaja

Ditemukan Bersimbah Darah

Peristiwa bermula saat warga menemukan seorang pria tergeletak tak sadarkan diri di kebun kopi.

Dari kejauhan, warga melihat luka parah di bagian leher dan bercak darah di tubuh korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi bersama Polsek setempat langsung menuju lokasi. Tim yang dipimpin Kanit Jatanras dan Unit Inafis menempuh perjalanan sekitar satu jam ke TKP.

“Setibanya di lokasi, korban sudah meninggal dunia,” ujar Rudy.

Petugas kemudian menggelar olah TKP dan mengevakuasi jenazah ke RSUD Alimuddin Umar Lampung Barat untuk visum luar.

Baca Juga :  Sopir Pembunuh Bocah 11 Tahun di Pondok Pinang Meninggal Dunia di RS Polri

Autopsi belum dilakukan karena masih menunggu persetujuan keluarga.

Senjata Tajam Diamankan, Motif Didalami

Dari hasil penyelidikan awal, korban diduga tewas akibat sabetan senjata tajam. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa pisau yang diduga digunakan pelaku.

Untuk mempercepat pengungkapan, Rudy membagi tim. Satu tim menyisir lokasi dan saksi, sementara tim lain memburu pelaku berdasarkan petunjuk awal.

Kini, penyidik masih mendalami motif pembunuhan, termasuk kemungkinan adanya unsur dendam atau persoalan pribadi.

Kasus pembunuhan sadis ini menyita perhatian warga Lampung Barat. Polisi memastikan proses hukum berjalan tegas dan transparan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong
Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat
PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?
Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?
5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam
49 Siswa MTs di Cilegon Keracunan Usai Menyantap MBG, Polisi Selidiki Dapur SPPG
Panduan Membangun Smart Home Budget Minimalis: Mulai dari Mana?
Suami Bunuh Istri 17 Tahun di Minahasa Tenggara, Cemburu Berujung Maut

Berita Terkait

Jumat, 17 April 2026 - 15:28 WIB

Polisi Tangkap Mantan Suami Pembunuh Wanita di Pondok Pakulonan Serpong

Jumat, 17 April 2026 - 15:04 WIB

Masa Depan Kendaraan Listrik di Indonesia: Infrastruktur vs Kesiapan Masyarakat

Jumat, 17 April 2026 - 14:58 WIB

PC vs Laptop di Era Kerja Remote: Mana yang Lebih Worth It untuk Jangka Panjang?

Jumat, 17 April 2026 - 12:40 WIB

Mengenal Metaverse di Tahun 2026: Masihkah Relevan atau Hanya Sekadar Tren?

Jumat, 17 April 2026 - 11:32 WIB

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Berita Terbaru

Ilustrasi, Benteng digital yang retak. Di tahun 2026, metode peretasan telah berevolusi menggunakan kecerdasan buatan, membuat kebiasaan lama kita tidak lagi cukup untuk melindungi identitas dan aset finansial di ruang siber. Dok: Istimewa.

NETIZEN

5 Kebiasaan Buruk yang Membuat Data Pribadi Anda Terancam

Jumat, 17 Apr 2026 - 11:32 WIB