Pengunjuk Rasa Gempur Polisi Jelang Pembukaan KTT G7

Selasa, 16 Juni 2026 - 10:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Bara protes di Swiss. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Jenewa guna menolak pelaksanaan KTT G7 Evian di tengah eskalasi konflik energi global. Dok: Istimewa.

Bara protes di Swiss. Pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Jenewa guna menolak pelaksanaan KTT G7 Evian di tengah eskalasi konflik energi global. Dok: Istimewa.

JENEWA, POSNEWS.CO.ID – Kelompok perusuh melemparkan batu dan kembang api ke arah barisan aparat kepolisian di Jenewa hari Minggu kemarin. Langkah taktis ini mewarnai aksi unjuk rasa besar-besaran untuk menentang pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi G7.

Polisi Swiss merespons tindakan anarkis tersebut secara tegas menggunakan gas air mata dan semprotan meriam air. Sebab, massa mulai membakar sejumlah kendaraan mewah serta merusak gedung-gedung di sekitar markas PBB.

Bentrokan hebat ini meletus sesaat sebelum Presiden Prancis Emmanuel Macron tiba di kota wisata Evian-les-Bains. Sementara itu, Macron bersiap menyambut kehadiran para pemimpin negara G7 untuk memulai pertemuan puncak hari Senin ini.

Isu KTT G7 dan Geopolitik Global

Pertemuan puncak G7 tahun ini berlangsung di tengah berkecamuknya perang tiga bulan melawan militer Iran di Timur Tengah. Dengan demikian, para pemimpin dunia harus menghadapi tantangan berat untuk merumuskan draf perdamaian global secepatnya.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy juga menjadwalkan kedatangan melalui bandara udara Jenewa. Meskipun begitu, ancaman unjuk rasa susulan memaksa aparat keamanan untuk bersiaga penuh selama KTT berlangsung.

Otoritas Jenewa mengerahkan sekitar 4.000 personel tentara tambahan untuk memperkuat barisan pertahanan kepolisian di perbatasan. Oleh sebab itu, pemerintah Prancis juga menerjunkan hampir 16.000 petugas gabungan untuk mengamankan wilayah Evian.

Baca Juga :  Kiwirok Bergejolak, Panglima OPM Lamek Taplo Tewas Dihantam Drone TNI

Dampak Kerusakan dan Tuntutan Pengunjuk Rasa

Sebagian besar dari 20.000 demonstran sebenarnya melakukan aksi jalan kaki secara damai di sepanjang rute yang aman. Namun, sekelompok perusuh berbaju hitam atau Black Bloc mulai memicu kerusuhan di beberapa titik kota.

Mereka mencorat-coret dinding bangunan mewah menggunakan slogan bernada kecaman terhadap kesenjangan ekonomi global dan kapitalisme ekstrem. Akibatnya, puluhan toko dan fasilitas umum mengalami kerusakan parah akibat amuk massa yang tidak terkendali tersebut.

Koalisi penolak G7 akhirnya membatalkan rencana pertemuan tandingan akibat ketatnya pembatasan wilayah dari pemerintah Prancis. Pada akhirnya, ketegangan ini membuktikan besarnya penolakan publik terhadap aliansi imperialis yang mengontrol arah kebijakan dunia.

Penulis : Alifa Latifa

Editor : Alifa Latifa

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB