Satgas Damai Cartenz Tangkap Penyebar Propaganda KKB di Mimika, Diduga Jaringan PIS

Selasa, 3 Maret 2026 - 14:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan terduga penyebar propaganda KKB di Mimika, Papua. (Posnews/Ist)

Petugas Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 mengamankan terduga penyebar propaganda KKB di Mimika, Papua. (Posnews/Ist)

MIMIKA, POSNEWS.CO.ID – Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 menangkap seorang pria di Mimika, Papua, yang diduga menyebarkan propaganda dan provokasi terkait kelompok kriminal bersenjata (KKB) melalui media sosial.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, menegaskan tim bergerak setelah mengantongi bukti digital yang cukup.

Aktivitas terduga pelaku dinilai memicu keresahan dan berpotensi mengganggu keamanan di Papua.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berdasarkan penyelidikan awal, terduga pelaku merupakan bagian dari jaringan PIS (Papua Intelligence Service).

Ia aktif mengunggah ujaran kebencian, narasi provokatif, serta konten kekerasan terkait KKB,” tegas Faizal, Selasa (3/3/2026).

Baca Juga :  Trump Sebut Iran dalam Kondisi Runtuh Saat Harga Minyak Melambung

Unggahan Picu Kebencian dan Gangguan Kamtibmas

Selanjutnya, aparat menyimpulkan konten yang pelaku sebarkan berpotensi memicu permusuhan dan memperkeruh situasi keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Karena itu, Satgas menindak tegas propaganda digital sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas, baik di lapangan maupun di ruang siber.

“Kami tidak memberi ruang bagi pihak yang menyebarkan provokasi dan manipulasi informasi. Penegakan hukum ini melindungi masyarakat dari konflik yang dipicu di ruang digital,” ujar Faizal.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Adarma Sinaga, menegaskan pihaknya terus memperkuat patroli siber dan analisis jejak digital.

“Keamanan tidak hanya kami jaga di lapangan, tetapi juga di dunia maya. Kami minta masyarakat bijak bermedia sosial dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi,” katanya.

Baca Juga :  Racun Ditemukan di Minuman, Polisi Ungkap Titik Terang Kematian Satu Keluarga di Warakas

Dalam gelar perkara, penyidik menjerat terduga pelaku dengan Pasal 263 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP serta Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 tentang perubahan atas UU ITE.

Atas perbuatannya, pelaku terancam hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda hingga Rp12 miliar.

Penindakan ini menegaskan komitmen Satgas Damai Cartenz 2026 untuk menjaga Papua tetap aman dan kondusif, sekaligus membendung penyebaran propaganda KKB di media sosial.

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan
Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan
Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota
Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat
Dapur Nelayan Terancam Cuaca Buruk, Kapolda Bengkulu Sigap Turun ke Lapangan
Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh
Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 21:29 WIB

Ibu Ditemukan Tewas di Rumah, Anak yang Bertugas sebagai Polisi Ditahan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:58 WIB

Tawuran Maut Kebon Jeruk Demi Eksistensi di Medsos, 19 Orang Diamankan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Polisi Pantau Pergerakan Pelajar di Jakut, Antisipasi Ikut Demo di Pusat Kota

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Berita Terbaru