Polisi Gagalkan Peredaran 9 Ton Daging Beku Kedaluwarsa di Tangerang Jelang Lebaran

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi menyita tiga truk berisi daging beku kedaluwarsa di Tangerang. (Posnews/Ist)

Polisi menyita tiga truk berisi daging beku kedaluwarsa di Tangerang. (Posnews/Ist)

TANGERANG, POSNEWS.CO.ID – Bareskrim Polri menggagalkan peredaran daging beku impor kedaluwarsa yang rencananya akan dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di wilayah Cikupa, Kabupaten Tangerang.

Dalam operasi tersebut, polisi menyita tiga truk berisi sekitar 9 ton daging beku yang diduga tidak layak konsumsi.

Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya distribusi daging impor kedaluwarsa menjelang Idul Fitri.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim Bareskrim Polri langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menggerebek lokasi penyimpanan daging tersebut.

Kepala Satuan Reserse Mobil Bareskrim Polri, Teuku Arsya Khadafi, menegaskan petugas bergerak cepat untuk mencegah daging berbahaya itu beredar di tengah masyarakat.

“Sat Resmob Bareskrim melakukan penindakan terhadap pihak yang mencoba mengedarkan daging beku impor kedaluwarsa ke pasar tradisional untuk dikonsumsi masyarakat menjelang Lebaran,” ujar Arsya, Minggu (8/3/2026).

Baca Juga :  Mardiono Resmi Jadi Ketua Umum PPP 2025–2030, Dualisme Partai Resmi Berakhir

Tiga Truk Daging Kedaluwarsa Disita Polisi

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menemukan tiga truk bermuatan daging beku impor yang diduga telah melewati masa kedaluwarsa. Total barang bukti yang disita mencapai sekitar 9 ton.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Petugas kemudian langsung mengamankan seluruh muatan daging tersebut sebagai barang bukti sekaligus membawa para terduga pelaku untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Saat ini kami mengamankan tiga truk dengan barang bukti daging beku kedaluwarsa seberat sekitar 9 ton,” jelas Arsya.

Polisi Waspadai Modus Nakal Jelang Lebaran

Polisi juga meningkatkan kewaspadaan terhadap praktik curang yang kerap muncul menjelang hari besar keagamaan. Pasalnya, permintaan bahan pangan biasanya melonjak tajam saat mendekati Lebaran.

Karena itu, aparat mengantisipasi kemungkinan adanya pihak yang mencoba memanfaatkan momentum Ramadan dan Idulfitri untuk meraup keuntungan dengan cara ilegal, termasuk menjual makanan yang tidak layak konsumsi.

Baca Juga :  Penganiayaan Sadis di Cipondoh Tangerang, Korban Tewas Dibacok dan Disiram Air Keras

“Kami mengantisipasi pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan menjelang Hari Raya Idulfitri,” tegas Arsya.

Polisi Selidiki Jaringan Distribusi

Saat ini, para terduga pelaku telah dibawa ke kantor Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan intensif.

Selain itu, penyidik juga tengah mendalami kemungkinan adanya jaringan distribusi lain yang terlibat dalam peredaran daging kedaluwarsa tersebut.

“Kami masih mendalami apakah ada jaringan lain yang terlibat dalam distribusi daging kedaluwarsa ini,” pungkas Arsya.

Polisi pun mengimbau masyarakat agar lebih waspada saat membeli bahan pangan, terutama menjelang Lebaran. Warga diminta memastikan kondisi, label, dan tanggal kedaluwarsa produk sebelum mengonsumsinya demi menjaga kesehatan dan keselamatan keluarga. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu
Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk
Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar
Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:53 WIB

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 April 2026 - 19:45 WIB

Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk

Rabu, 22 April 2026 - 19:28 WIB

Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Berita Terbaru

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:53 WIB