Peringatan Keras Turki: Instigasi Perang Saudara di Iran Adalah Kesalahan Sejarah

Minggu, 8 Maret 2026 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Analisis mendalam Realisme Neoklasik menurut Gideon Rose. Mengapa faktor domestik menentukan respon negara terhadap ancaman global di tahun 2026. Dok: Istimewa.

Analisis mendalam Realisme Neoklasik menurut Gideon Rose. Mengapa faktor domestik menentukan respon negara terhadap ancaman global di tahun 2026. Dok: Istimewa.

ISTANBUL, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Turki mengirimkan pesan diplomatik yang sangat serius kepada komunitas internasional terkait perkembangan konflik di Iran. Menteri Luar Negeri Hakan Fidan memperingatkan bahwa segala bentuk upaya untuk menyulut perang saudara di Teheran merupakan skenario yang paling berbahaya bagi stabilitas Timur Tengah.

“Kami menentang semua skenario yang bertujuan menghasut perang saudara di Iran, atau menargetkan garis patahan etnis dan agama,” tegas Fidan di hadapan wartawan di Istanbul. Ia menilai ketidakpastian jangka panjang di Iran hanya akan mereplikasi tragedi kemanusiaan yang sebelumnya telah menghancurkan Irak dan Suriah.

Tuduhan Proksi Kurdi dan Respon Donald Trump

Pernyataan Fidan muncul di tengah laporan bahwa Washington sedang mempertimbangkan untuk mempersenjatai gerilya Kurdi guna menyusup ke Iran. Namun demikian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump membantah laporan tersebut saat berbicara di atas pesawat Air Force One pada hari Sabtu.

“Kami tidak berencana mengirim pasukan Kurdi masuk. Kami sangat berteman dengan mereka, namun kami tidak ingin membuat perang ini menjadi lebih kompleks,” ujar Trump. Fidan mengonfirmasi bahwa ia telah membahas masalah ini dengan Menlu AS Marco Rubio, yang juga membantah keterlibatan Amerika. Sebagai gantinya, Fidan menuding Israel sedang menjalankan strategi menggunakan kelompok-kelompok Kurdi sebagai proksi regional guna mengikis kekuatan Teheran.

Pencegatan Rudal Iran oleh Pasukan Spanyol

Ketegangan mencapai puncaknya setelah militer NATO mencegat sebuah rudal balistik yang meluncur dari wilayah Iran menuju Turki pada Rabu lalu. Menteri Pertahanan Spanyol, Margareta Robles, mengonfirmasi bahwa unit militer Spanyol lah yang mendeteksi serangan tersebut.

Pasukan Spanyol yang bertugas mengoperasikan baterai rudal Patriot di pangkalan udara Incirlik berhasil melacak pergerakan proyektil tersebut. Alhasil, NATO segera memperkuat postur pertahanan rudal balistiknya di kawasan perbatasan. Fidan menekankan bahwa Turki bukanlah negara yang mudah terpancing, namun ia menyarankan Teheran untuk tidak membiarkan siapa pun di internal Iran melakukan “petualangan” yang dapat memicu respon balasan dari Ankara.

Baca Juga :  Jaringan Narkoba Bidik DWP 2025 Bali, Bareskrim Ungkap Modus Tempel, COD, dan Rekening

Dampak Pengungsian dan Stabilitas Regional

Turki sangat mengkhawatirkan dampak domino dari krisis internal di Iran. Pasalnya, perang saudara di Iran petugas prediksi akan menyebabkan jutaan warga sipil mengungsi dan melarikan diri ke negara-negara tetangga.

Bagi Ankara, menjaga kedaulatan wilayah Iran sangat krusial guna mencegah kebangkitan kelompok militan PKK yang selama ini menjadi ancaman keamanan domestik Turki. “Krisis internal di sana akan memiliki efek riak yang menyebar ke seluruh kawasan. Itulah sebabnya kami mencoba menghentikannya,” tambah Fidan. Melalui koordinasi dengan NATO dan komunikasi intensif dengan Teheran, Turki berupaya memastikan bahwa konfrontasi AS-Israel-Iran tidak meledak menjadi kehancuran total bagi tatanan regional di tahun 2026.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB