Bupati Syamsul Auliya Rachman Jadi Tersangka, KPK Bongkar Setoran THR Rp610 Juta

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Posnews/KPK)

Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu. (Posnews/KPK)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap praktik dugaan pemerasan yang menyeret Bupati Cilacap Syamsul Auliya Rachman.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Syamsul sebagai tersangka setelah diduga memerintahkan pengumpulan dana dari sejumlah perangkat daerah untuk kepentingan tunjangan hari raya (THR) Lebaran 2026.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK Asep Guntur Rahayu mengungkapkan, Syamsul diduga memerintahkan Sekretaris Daerah Cilacap Sadmoko Danardono menggalang setoran uang dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana tersebut disebut-sebut akan digunakan untuk kebutuhan THR pribadi dan pihak eksternal menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam skema yang terungkap, Sadmoko menargetkan setoran dari tiap perangkat daerah hingga ratusan juta rupiah. Bahkan, setiap satuan kerja diminta menyetor sekitar Rp75 juta hingga Rp100 juta.

Target awal yang dipatok mencapai Rp515 juta, namun dalam praktiknya nominal setoran dari masing-masing perangkat daerah bervariasi.

“Saudara AUL selaku Bupati Cilacap periode 2025–2030 memerintahkan saudara SAD selaku Sekda Kabupaten Cilacap untuk mengumpulkan uang guna kebutuhan pemberian THR bagi dirinya dan pihak eksternal,” ujar Asep Guntur Rahayu dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2026).

Baca Juga :  KPK Tetapkan Gus Yaqut Tersangka Korupsi Kuota Haji, Kerugian Negara Rp 1 Triliun

Setoran Mulai Rp3 Juta Hingga Rp100 Juta

Menurut KPK, realisasi setoran dari perangkat daerah berkisar mulai dari Rp3 juta hingga Rp100 juta. Syamsul bahkan meminta agar dana tersebut sudah terkumpul paling lambat 13 Maret 2026.

Jika ada perangkat daerah yang belum menyetor, para asisten pemerintah kabupaten akan menagih langsung. Penagihan itu juga dibantu oleh Kepala Satpol PP dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan Cilacap.

Dari pengumpulan tersebut, tim KPK menemukan total dana yang terkumpul mencapai sekitar Rp610 juta.

Uang itu kemudian diserahkan kepada Sadmoko melalui salah satu asisten daerah bernama Ferry Adhi Dharma.

Asep menjelaskan, dalam periode 9 hingga 13 Maret 2026, sedikitnya 23 perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyetor uang sesuai permintaan bupati.

Baca Juga :  Skandal Pemerasan Bupati Tulungagung, KPK: Ajudan Jadi Motor Penagihan Setoran OPD

“Sebanyak 23 perangkat daerah telah menyetorkan dana yang dikumpulkan melalui saudara FER dengan total mencapai Rp610 juta,” jelas Asep.

Kasus ini terungkap setelah KPK menggelar operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Syamsul Auliya Rachman bersama Sekda Cilacap Sadmoko Danardono.

Setelah diamankan, keduanya sempat dibawa ke Polresta Banyumas untuk menjalani pemeriksaan awal sebelum diterbangkan ke Jakarta oleh tim KPK.

Pemerasan Berkaitan Proyekdi Lingkungan Pemerintah

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut dugaan pemerasan tersebut juga berkaitan dengan proyek-proyek di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.

“Diduga ada penerimaan yang dilakukan oleh pihak bupati yang berkaitan dengan proyek-proyek di Kabupaten Cilacap,” kata Budi.

KPK kini terus mendalami aliran dana dan kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam skandal yang menghebohkan publik menjelang Lebaran ini.

Jika terbukti bersalah, para pihak yang terlibat terancam dijerat pasal tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman penjara berat serta denda miliaran rupiah. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga
Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang
Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat
Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol
Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang
Sopir Kontainer Diduga Mabuk Tabrak 2 Mobil dan Motor di Plumpang
Budaya Evaluasi Jadi Kunci Reformasi DPD RI
Wanita Tewas Bersimbah Darah di Kamar Kos Grogol, Ada Luka di Kepala

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:44 WIB

Modus Ganjal ATM Digagalkan di Pamulang, 3 Pelaku Ditangkap Warga

Kamis, 30 Juli 2026 - 14:20 WIB

Pegawai KPK Jadi Tersangka, Diduga Bocorkan Kasus Bupati Pemalang

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:46 WIB

Survei IDM: Kepuasan Publik terhadap Prabowo Capai 81,5 Persen, Penegakan Hukum Jadi Faktor Terkuat

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:56 WIB

Hindari Amukan Massa, Polisi Evakuasi Sopir Kontainer Diduga Teler Tramadol

Kamis, 30 Juli 2026 - 10:35 WIB

Polisi Bongkar Gudang Obat Keras di Tanah Abang, Tangkap 5 Orang

Berita Terbaru

Langkah taktis Teheran amankan wilayah udara. Iran membeli 400 peluncur rudal panggul buatan China bernilai 70 juta dolar AS guna memperkuat pertahanan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Iran Borong 400 Peluncur Rudal Panggul Buatan China

Kamis, 30 Jul 2026 - 14:09 WIB