Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mencari titik temu. Presiden Donald Trump akan melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok dalam delapan tahun guna mengelola persaingan ekonomi dan menggalang dukungan terkait krisis energi di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

Mencari titik temu. Presiden Donald Trump akan melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok dalam delapan tahun guna mengelola persaingan ekonomi dan menggalang dukungan terkait krisis energi di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Gedung Putih mengonfirmasi bahwa Presiden Donald Trump akan bertemu dengan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada pertengahan Mei mendatang. Langkah ini menandai kunjungan pertama seorang Presiden AS ke Beijing sejak tahun 2017.

Dalam konteks ini, Trump mengumumkan jadwal perjalanan tersebut melalui unggahan di platform Truth Social pada hari Rabu. Kunjungan dua hari tersebut merupakan bagian dari upaya intensif Washington untuk memproyeksikan stabilitas kepemimpinan di tengah berkecamuknya konflik militer di Timur Tengah.

Penundaan Akibat Perang dan Tekanan Domestik

Awalnya, Trump merencanakan kunjungan tersebut pada pekan depan. Namun, eskalasi perang Iran memaksa jadwal tersebut bergeser guna memastikan kehadiran presiden di pusat komando operasi militer. “Presiden Xi memahami bahwa sangat penting bagi saya untuk berada di sini selama operasi tempur berlangsung,” ujar Trump dalam pernyataannya.

Selain itu, posisi tawar Trump dalam negosiasi kali ini menghadapi tantangan domestik yang signifikan. Pada Februari lalu, Mahkamah Agung Amerika Serikat membatasi wewenang presiden untuk menetapkan tarif secara sepihak. Akibatnya, Trump kehilangan salah satu instrumen tekanan utama yang biasanya ia gunakan dalam perundingan dengan mitra dagang terbesar ketiga AS tersebut.

Baca Juga :  200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Agenda Energi: Tekanan di Selat Hormuz

Salah satu topik utama yang akan mendominasi pertemuan di Beijing adalah keamanan energi global. Tiongkok tercatat mengimpor sekitar 12 juta barel minyak per hari pada awal tahun 2026, menjadikannya importir minyak terbesar di dunia. Oleh karena itu, Trump sangat berkepentingan untuk mengajak Tiongkok terlibat dalam pembukaan kembali Selat Hormuz.

Meskipun demikian, Beijing sejauh ini masih menahan diri untuk memberikan respon langsung terhadap permintaan bantuan militer AS di jalur tersebut. Sebagai pembeli utama minyak Iran, Tiongkok berada dalam posisi dilematis antara menjaga pasokan energinya dengan tekanan diplomatik dari Washington. Keberhasilan Trump meyakinkan Xi Jinping akan menjadi kunci untuk menstabilkan harga minyak dunia yang terus bergejolak.

Tensi Taiwan dan Sektor Kerja Sama Inovatif

Di luar isu perang, ketegangan di Selat Taiwan diprediksi akan menjadi bahan perdebatan yang alot. Pemerintahan Trump pada periode kedua ini telah secara dramatis meningkatkan penjualan senjata ke Taiwan. Sebaliknya, Beijing menganggap langkah tersebut sebagai provokasi langsung terhadap kedaulatan wilayahnya. Para analis memperkirakan kecil kemungkinan terjadinya kemajuan signifikan dalam isu keamanan ini.

Baca Juga :  Pembangunan Keiku Apartemen PIK 2 Memakan Korban, Pekerja Tewas Terperosok Lubang Atap

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, harapan tetap ada di sektor komersial. Kedua belah pihak kemungkinan besar akan menyepakati perjanjian perdagangan di bidang agrikultur dan suku cadang pesawat terbang sebagai bentuk niat baik (goodwill). “Kami memfinalisasi persiapan untuk kunjungan bersejarah ini, yang saya yakin akan menjadi acara yang monumental,” tegas Trump.

Proyeksi Akhir Perang

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, memberikan sinyal bahwa pemerintah memperkirakan konflik di Timur Tengah akan mereda dalam kurun waktu empat hingga enam pekan ke depan. Proyeksi ini sejalan dengan jadwal kunjungan ke Beijing yang diharapkan berlangsung saat situasi keamanan sudah lebih terkendali. Pada akhirnya, hasil dari KTT Beijing ini akan menentukan apakah dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut mampu bekerja sama sebagai jangkar stabilitas global atau justru semakin terperosok dalam persaingan pengaruh di abad ke-21.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak
Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah
Andrie Yunus Korban Air Keras Jalani Operasi Berat, Mata Terancam Rusak
Ramai Hoax Beredar, Menteri Hak Asasi Manusia Pertimbangkan Lapor Polisi
Kebuntuan di Timur Tengah: Iran Tolak Proposal Gencatan Senjata AS
PM Sanae Takaichi Desak IEA Tambah Pelepasan Cadangan Minyak
Menakar Tren Friend-shoring dan Near-shoring di Tahun 2026
Dilema Antara Pertumbuhan Ekonomi dan Target Net-Zero

Berita Terkait

Kamis, 26 Maret 2026 - 14:49 WIB

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Maret 2026 - 13:46 WIB

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:43 WIB

Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:12 WIB

Andrie Yunus Korban Air Keras Jalani Operasi Berat, Mata Terancam Rusak

Kamis, 26 Maret 2026 - 12:05 WIB

Ramai Hoax Beredar, Menteri Hak Asasi Manusia Pertimbangkan Lapor Polisi

Berita Terbaru

Pemberontakan pemilih di Kopenhagen. Perdana Menteri Mette Frederiksen menderita kekalahan pemilu terburuk dalam satu abad, namun ia tetap menjadi kandidat terkuat untuk memimpin pemerintahan koalisi baru Denmark. Dok: Wikipedia.

INTERNASIONAL

Mette Frederiksen Cari Koalisi Baru di Tengah Kekalahan Telak

Kamis, 26 Mar 2026 - 14:49 WIB

Pilihan sulit bagi Kyiv. Presiden Donald Trump memberikan tawaran jaminan keamanan bagi Ukraina dengan syarat penyerahan seluruh wilayah Donbas kepada Rusia, saat fokus Washington kini terbelah ke konflik Iran. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donbas Jadi Syarat: Trump Desak Ukraina Serahkan Wilayah

Kamis, 26 Mar 2026 - 13:46 WIB

Mencari titik temu. Presiden Donald Trump akan melakukan kunjungan pertamanya ke Tiongkok dalam delapan tahun guna mengelola persaingan ekonomi dan menggalang dukungan terkait krisis energi di Selat Hormuz. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Donald Trump Dijadwalkan Temui Xi Jinping di Beijing

Kamis, 26 Mar 2026 - 12:43 WIB