200 Pasukan dan Drone MQ-9 Reaper Dikerahkan Lawan Militan

Minggu, 22 Maret 2026 - 07:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Modernisasi militer asimetris. Korea Selatan meluncurkan pengadaan 11.000 drone komersial tahun ini sebagai bagian dari ambisi besar mencetak 500.000 prajurit ahli drone guna memperkuat daya pukul pertahanan nasional. Dok: Istimewa.

ABUJA, POSNEWS.CO.ID – Militer Amerika Serikat kini mengoperasikan beberapa drone MQ-9 Reaper di wilayah Nigeria. Operasi ini berjalan berdampingan dengan penempatan 200 tentara AS untuk memberikan dukungan pelatihan dan intelijen bagi militer Nigeria.

Dalam konteks ini, pasukan tersebut tidak bergabung dengan unit tempur di garis depan. Drone-drone tersebut bertugas mengumpulkan data intelijen dan tidak melakukan serangan udara secara langsung. Oleh karena itu, kehadiran militer AS bertujuan murni untuk memperkuat operasional otoritas lokal dalam menumpas militan Islamis.

Re-Engagement AS di Afrika Barat

Pengerahan ini menunjukkan upaya Washington untuk kembali aktif menangani pemberontakan kelompok terkait ISIS dan Al-Qaeda. Kelompok-kelompok ini kini menyebar luas di berbagai wilayah Afrika Barat. Sebelumnya, militer AS terpaksa menutup pangkalan drone senilai $100 juta di Niger pada tahun 2024 atas permintaan junta militer setempat.

Penempatan aset di Bauchi, Nigeria timur laut, menjadi jawaban strategis atas hilangnya akses di kawasan Sahel. Lebih lanjut, langkah ini menyusul serangan udara AS di Nigeria barat laut pada akhir 2025 yang menargetkan kelompok militan. Amerika Serikat kini memandang terorisme di Nigeria sebagai ancaman keamanan bersama yang memerlukan kolaborasi teknis tingkat tinggi.

Ancaman Militan dan Krisis Keamanan Domestik

Eskalasi serangan militan tetap menjadi tantangan berat bagi pemerintah Nigeria. Serangan bom bunuh diri di kota garnisun timur laut pekan ini membuktikan bahwa pemberontakan berusia 17 tahun itu masih mampu memukul pusat kota. Bahkan, kelompok militan mulai meningkatkan aktivitas mereka di wilayah barat laut yang berbatasan dengan Benin dan Niger.

Selain itu, krisis bandit yang berkepanjangan di wilayah tersebut berisiko bermutasi menjadi zona operasional baru bagi kelompok radikal. Mayor Jenderal Samaila Uba, Direktur Informasi Pertahanan Nigeria, mengonfirmasi pembentukan sel fusi intelijen gabungan dengan mitra AS. “Dukungan ini memungkinkan komandan lapangan kami menerima informasi yang dapat segera ditindaklanjuti,” ujar Uba kepada Reuters.

Baca Juga :  Tragedi Kayu Bakar: Drone Israel Tewaskan Dua Bocah Kakak Beradik di Zona Kuning Gaza

Peran Drone Reaper dan Kerangka Kerja Operasional

Drone MQ-9 Reaper memiliki kemampuan terbang tinggi selama lebih dari 27 jam. Teknologi ini sangat efektif untuk mengidentifikasi, melacak, dan merespon ancaman teroris secara presisi. Meskipun demikian, pihak Nigeria menekankan bahwa peran mitra AS tetaplah sebagai pendukung non-kombatan.

Secara simultan, pemerintah Nigeria menolak klaim bahwa konflik di wilayah tersebut murni merupakan kampanye anti-Kristen. Para pakar menilai krisis ini jauh lebih kompleks dan tidak boleh disederhanakan sebagai masalah agama semata. Dengan demikian, masa depan pengerahan pasukan AS akan sangat bergantung pada evaluasi keamanan berkala antara kedua negara guna memastikan stabilitas di kawasan yang volatil ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa
Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman
PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit
Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru
Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk
Google Resmi Hentikan Layanan Google Assistant
Serangan Gunting di Covent Garden London Lukai 4 Orang
Prancis Melarang Panggilan Telemarketing Tanpa Izin Konsumen

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 08:00 WIB

Observatorium Chilbolton Pantau Sampah Antariksa

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:07 WIB

Kelompok Houthi Melancarkan Serangan Rudal Maut di Yaman

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 09:01 WIB

PM Kanada Sebut Perundingan Dagang AS Makin Sengit

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Trump Terbitkan Perintah Eksekutif Baru

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 06:00 WIB

Iran Ancam Serang Fasilitas Energi Teluk

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

HUT RI ke-81, Tarif MRT, LRT, dan Transjakarta di Jakarta Cuma Rp1

Minggu, 9 Agu 2026 - 15:57 WIB