Jepang Cabut Pembatasan Operasi PLTU Batu Bara

Sabtu, 28 Maret 2026 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Jumlah pemegang visa business manager yang meninggalkan Jepang tanpa reentry permit melonjak 4 kali lipat pasca pengetatan. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Jumlah pemegang visa business manager yang meninggalkan Jepang tanpa reentry permit melonjak 4 kali lipat pasca pengetatan. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Pemerintah Jepang secara resmi mengambil langkah luar biasa dengan melonggarkan aturan emisi pada sektor kelistrikan. Kementerian Industri Jepang mengumumkan rencana untuk mencabut pembatasan operasional PLTU batu bara guna menghadapi ancaman kelangkaan energi pada hari Jumat.

Dalam konteks ini, keputusan tersebut muncul setelah panel ahli memberikan persetujuan terhadap usulan pemerintah. Pejabat kementerian industri menegaskan bahwa ketidakpastian pengadaan gas alam cair (LNG) di masa depan semakin meningkat akibat eskalasi militer di wilayah Teluk.

Menghemat LNG Melalui Optimalisasi Batu Bara

Sistem kelistrikan Jepang sangat bergantung pada pembangkit termal yang mencakup 70 persen dari total kebutuhan nasional. Batu bara dan LNG masing-masing menyumbang 30 persen dari fuel mix tersebut. Oleh karena itu, peningkatan penggunaan batu bara dipandang sebagai cara tercepat untuk menjaga kestabilan pasokan.

Langkah darurat ini menargetkan penghematan LNG sebanyak 500.000 ton dalam satu tahun fiskal. Akibatnya, penyedia daya kini diizinkan mengoperasikan PLTU tua dan kurang efisien pada kapasitas penuh. Sebelumnya, pemerintah mewajibkan pembangkit dengan emisi karbon dioksida tinggi tersebut untuk beroperasi di bawah tingkat 50 persen.

Tekanan Selat Hormuz dan Tren Regional Asia

Kebijakan ini merupakan respon langsung terhadap tindakan Iran yang menutup sebagian jalur perdagangan Selat Hormuz. Jepang berada dalam posisi rentan karena mengimpor lebih dari 90 persen minyaknya dari Timur Tengah. Selain itu, 10 persen pasokan LNG nasional juga berasal dari wilayah yang sama.

Menariknya, tren kembali ke batu bara kini melanda berbagai negara di Asia. Korea Selatan telah mencabut batas kapasitas pembangkit batu bara dan meningkatkan operasional nuklir. Filipina juga mengambil langkah serupa guna menjaga biaya listrik tetap rendah di tengah gangguan pengiriman gas global. Sebaliknya, Jepang beruntung memiliki sumber pasokan batu bara yang lebih stabil, di mana 80 persen impornya berasal dari Australia dan Indonesia.

Kritik Lingkungan dan Risiko Ketergantungan Fosil

Meskipun demikian, langkah ini memicu kekhawatiran serius dari organisasi lingkungan internasional. Yoko Mulholland dari lembaga pemikir E3G menyatakan bahwa kebijakan ini memperbesar risiko kegagalan target penghapusan bertahap PLTU tidak efisien pada tahun 2030.

Baca Juga :  Kontrak PPSU Baru Diteken 10 Oktober, Pramono Bantah Isu Moratorium PJLP

“Krisis ini mengungkap risiko ketergantungan pada bahan bakar fosil impor,” ujar Mulholland kepada AFP. Terlebih lagi, ia memperingatkan bahwa langkah ini dapat menghambat ambisi PM Sanae Takaichi untuk mencapai kemandirian energi domestik 100 persen. Oleh sebab itu, para aktivis mendesak pemerintah agar lebih fokus pada pengembangan energi terbarukan sebagai aset strategis nasional yang lebih aman.

Menjaga Stabilitas di Tengah Gejolak

Selain mengoptimalkan batu bara, Jepang juga telah mulai melepaskan sebagian cadangan minyak strategisnya sejak hari Kamis. Strategi multi-jalur ini menunjukkan betapa kritisnya situasi ketahanan energi Tokyo saat ini. Pada akhirnya, pemerintah Jepang harus menyeimbangkan antara kebutuhan mendesak untuk menjaga lampu tetap menyala dengan komitmen iklim jangka panjang di tengah perang Timur Tengah yang tak menentu tahun 2026 ini.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara
Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara
Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama
Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS
Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang
Jepang dan Jerman Sepakat Perkuat Kerja Sama Mineral Kritis
Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 09:44 WIB

Pentagon Tuduh Jenderal Brett Sylvia Bocorkan Rahasia Negara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 12:42 WIB

Hakim Federal Tolak Permintaan Pemerintahan Trump Soal Suara

Jumat, 30 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Menhan AS Pete Hegseth Pecat Perencana Militer Utama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:42 WIB

Biaya Perang Iran Melonjak Hingga 47,1 Miliar Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Tabrakan Kereta Cepat di Toledo Spanyol Menewaskan 68 Orang

Berita Terbaru

Visa kolaborasi dengan MOONTON dan Bank Jago rilis kartu debit edisi terbatas MLBB M8 serta jadi sponsor M Series. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Visa Gandeng MOONTON dan Bank Jago: Hadirkan Kartu Debit

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:52 WIB

GameSir merilis controller G7 Pro edisi Sunset Boulevard dan Ocean Breeze bernuansa Vice City GTA 6. Simak spesifikasi sensor TMR. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

GameSir Rilis Controller G7 Pro Edisi Vice City GTA 6

Minggu, 1 Nov 2026 - 16:00 WIB

Strava resmi terintegrasi dengan Google Gemini via Connected Apps. Simak cara menghubungkan akun dan keunggulan analisis. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Strava Gandeng Google Gemini Hadirkan Analisis Performa

Minggu, 1 Nov 2026 - 15:49 WIB