ORI 2021–2026 Dinilai Paling Bermasalah, Jimly Ungkap Ada Ketidakkompakan Pimpinan

Jumat, 29 Mei 2026 - 19:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie.
(Posnews/Ist)

Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ketua Majelis Etik Ombudsman RI (ORI), Jimly Asshiddiqie, melontarkan penilaian tajam terkait periode kepemimpinan ORI 2021–2026 yang disebut sebagai salah satu masa paling bermasalah dalam sejarah lembaga pengawas pelayanan publik tersebut.

Majelis Etik menyampaikan pernyataan itu setelah memeriksa sejumlah mantan dan pegawai aktif ORI dari berbagai periode kepemimpinan.

Jimly menegaskan, hasil pendalaman menunjukkan adanya persoalan serius pada soliditas dan tata kelola internal pimpinan ORI pada periode tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari hasil pemeriksaan, kami menilai periode yang paling bermasalah adalah periode kemarin,” ujar Jimly dalam konferensi pers di kantor ORI, Jumat (29/5/2026).

Baca Juga :  Viral! Begal Motor di Bogor Dihajar Warga Usai Rampas Motor Sejoli Pelajar

Majelis Etik menemukan koordinasi internal pimpinan tidak berjalan efektif.

Struktur kepemimpinan yang terdiri dari ketua dan wakil ketua tidak mampu bekerja secara kompak dalam menjalankan fungsi kelembagaan.

Lebih jauh, Jimly mengungkap indikasi kuat bahwa satu anggota memiliki pengaruh dominan dibandingkan pimpinan lainnya dan ikut membentuk arah kebijakan lembaga.

“Setelah kami cek, memang tidak kompak. Ada ketua, wakil ketua, tetapi ada anggota yang sangat dominan dan banyak menentukan arah kebijakan,” tegasnya.

Tak hanya soal koordinasi, Majelis Etik juga menemukan dugaan praktik kerja individu yang mengatasnamakan ORI tanpa mekanisme koordinasi resmi.

Baca Juga :  Kapolres Metro Bekasi Pimpin Langsung Gaktiblin: Tegaskan Disiplin sebagai Pilar Utama Profesionalisme Polri

Kondisi ini melemahkan sistem disiplin serta mengganggu pelaksanaan kode etik di internal lembaga.

“Kadang-kadang bekerja secara pribadi atas nama ORI. Jadi sistem disiplin profesional, termasuk kode etik, tidak berjalan sebagaimana mestinya,” tambah Jimly.

Saat ini, Majelis Etik ORI masih melanjutkan pendalaman untuk merumuskan rekomendasi strategis guna memperbaiki tata kelola serta memperkuat integritas Ombudsman RI ke depan agar kembali optimal sebagai lembaga pengawas pelayanan publik. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami
Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat
Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada
Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak
Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima
46 PMI di Malaysia Segera Pulang, Pemerintah Kejar Target 10 Hari
Prihatin! Andrie Yunus Tak Bisa Membaca, Hukuman 2 TNI Dipangkas
Penerima Bansos Transaksi Judol Rp2,6 Miliar, Gus Ipul: Aneh Sekali

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 20:24 WIB

Erupsi Anak Krakatau, BMKG Siaga 24 Jam Pantau Abu dan Tsunami

Minggu, 6 September 2026 - 20:14 WIB

Abu Anak Krakatau Meluas, Kapolri Perintahkan Polisi Bergerak Cepat

Minggu, 6 September 2026 - 08:55 WIB

Abu Vulkanik Anak Krakatau Sampai Jakarta, Warga Diminta Waspada

Minggu, 6 September 2026 - 08:23 WIB

Gunung Anak Krakatau Erupsi, 209 Penerbangan di Soetta Kena Dampak

Sabtu, 5 September 2026 - 20:38 WIB

Bansos Tunai Mulai Diuji 2027, Pemerintah Perketat Data Penerima

Berita Terbaru

Polisi mengungkap korban  Mozza Axillia dibunuh MDVA setelah cekcok akibat cemburu lalu jasadnya dibuang ke jurang Tol Jangli. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Misteri Mozza Terbongkar, Pelaku Ditangkap Saat Nonton Voli

Senin, 7 Sep 2026 - 06:05 WIB

Ilustrasi, Commuter Line tetap beroperasi di tengah aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
(Posnews/KAI)

JABODETABEK

Gunung Anak Krakatau Erupsi, KAI Commuter Merak Tetap Jalan

Senin, 7 Sep 2026 - 05:51 WIB

Ilustrasi, cuaca cerah mendominasi Jabodetabek Senin 7 September 2026 dengan suhu hingga 35 derajat Celsius.
(Posnews/Ist)

JABODETABEK

Senin 7 September, Jabodetabek Cerah tapi Suhu Bisa Menyengat

Senin, 7 Sep 2026 - 05:41 WIB

Polisi membagikan masker kepada warga Bekasi untuk mengantisipasi paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. (Posnews/Ist)

JABODETABEK

Abu Anak Krakatau Menerpa Bekasi, Pengendara Dibagikan Masker

Minggu, 6 Sep 2026 - 21:17 WIB