Bareskrim Buru DPO Eddy Alias Awie, Pemilik New Zone Medan Diduga Bandar Narkoba

Sabtu, 30 Mei 2026 - 10:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

DPO Polisi Pemilik New Zone Medan, Eddy Alias Awie

DPO Polisi Pemilik New Zone Medan, Eddy Alias Awie

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Direktorat Tindak Pidana Narkotika (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri terus memburu Eddy alias Awie, pemilik tempat hiburan malam New Zone (NZ) di Medan, Sumatera Utara.

Polisi menetapkan Eddy sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena diduga menjadi pemasok sekaligus pengendali peredaran narkoba di dalam kelab malam tersebut.

Penetapan DPO ini menjadi babak baru dalam pengungkapan kasus narkotika yang mengguncang dunia hiburan malam di Kota Medan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bareskrim Polri menduga praktik peredaran narkoba di New Zone berlangsung secara terorganisir dan melibatkan pihak internal tempat hiburan malam tersebut.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, menegaskan pihaknya kini fokus memburu keberadaan Eddy alias Awie.

“Eddy alias Awie merupakan pemilik THM New Zone Medan sekaligus bandar narkoba yang menyediakan narkoba bagi para pengunjung New Zone,” ujar Brigjen Eko dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).

Resmi Masuk Daftar Pencarian Orang

Bareskrim Polri menerbitkan DPO bernomor DPO/84/V/Dittipidnarkoba tertanggal 29 Mei 2026. Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Handik Zusen menandatangani surat pencarian tersebut.

Baca Juga :  Vivo Siapkan Varian Tertinggi: X500 Pro Max Muncul di Database IMEI

Dalam dokumen DPO, Eddy alias Awie memiliki ciri-ciri tinggi badan sekitar 170 sentimeter, berusia sekitar 50 tahun, berambut tipis lurus, bermata hitam sipit, berhidung besar, bertubuh agak gemuk, dan berkulit putih.

Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan Eddy agar segera melapor kepada aparat penegak hukum terdekat.

Penyidik menduga Eddy terlibat dalam jaringan peredaran narkotika Golongan I yang beroperasi di New Zone Club, Jalan Kolonel Sugiono, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan.

Selain itu, penyidik juga menjeratnya dengan dugaan pemufakatan jahat, pembantuan tindak pidana narkotika, hingga keterlibatan dalam distribusi dan penyediaan narkoba kepada pengunjung tempat hiburan malam.

Penyidik memproses kasus ini dengan menerapkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta sejumlah pasal dalam KUHP yang berlaku.

Berawal dari Penggerebekan Besar di New Zone

Sebelumnya, tim gabungan Bareskrim Polri dan Satgas NIC menggerebek New Zone pada Sabtu (23/5/2026) dini hari.

Baca Juga :  Kasus Kecelakaan Kereta di Bekasi Naik Penyidikan, Polisi Periksa Green SM Besok

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Kombes Handik Zusen memimpin operasi tersebut bersama Kombes Kevin Leleury yang memimpin Satgas NIC.

Dalam penggerebekan itu, petugas menemukan dugaan penyalahgunaan narkotika dan mengamankan puluhan orang.

“Tim gabungan telah melakukan penindakan di tempat hiburan malam New Zone yang berlokasi di Kota Medan,” kata Brigjen Eko.

Petugas mengamankan 34 orang dalam operasi tersebut. Mereka terdiri atas pemilik, manajemen, staf operasional, pengunjung dewasa, hingga sejumlah pengunjung yang masih berstatus anak di bawah umur.

Bareskrim Dalami Jaringan Narkoba

Kini, penyidik terus mendalami kemungkinan adanya jaringan narkoba yang lebih besar di balik operasional New Zone.

Bareskrim Polri terus memburu pihak lain yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika di tempat hiburan malam itu. Kasus ini menjadi salah satu pengungkapan narkoba terbesar di tempat hiburan malam sepanjang 2026.**

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Narkoba White Rabbit Masuk Meja Hijau, Polisi Lepas Garis Polisi dan CCTV
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Sinyal Jakarta – Jabar Lumpuh, Sindikat Curi Modul BTS di Otaki dari Thailand
KPK Ungkap Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi, Dorong Pembatasan Dana Kampanye
Begal Sadis Serang Pria di Koja, Korban Dibacok dan Motornya Dibawa Kabur
Natalius Pigai Geram Namanya Dicatut, Hoaks Ajak Warga Belanja Rp1 Juta di Kopdes
Vape Narkoba Dijual Rp4 Juta per Pod, Jaringan di Apartemen Jatinegara Dibongkar

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:55 WIB

Kasus Narkoba White Rabbit Masuk Meja Hijau, Polisi Lepas Garis Polisi dan CCTV

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:32 WIB

Sinyal Jakarta – Jabar Lumpuh, Sindikat Curi Modul BTS di Otaki dari Thailand

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:18 WIB

KPK Ungkap Biaya Politik Mahal Bisa Picu Korupsi, Dorong Pembatasan Dana Kampanye

Berita Terbaru

Langkah berani sekaligus kontroversial dari Washington. Pemerintah Amerika Serikat bersiap melelang wilayah laut luas di Samoa Amerika untuk proyek tambang laut dalam. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut

Minggu, 19 Jul 2026 - 06:00 WIB