Polisi Bekuk Pengedar 100 Cartridge Etomidate di Tanjung Priok, Jaringan Masih Diburu

Selasa, 31 Maret 2026 - 20:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie. (Posnews/MR)

Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP Habibie. (Posnews/MR)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Polisi membongkar peredaran zat berbahaya jenis etomidate di wilayah pelabuhan.

Polres Pelabuhan Tanjung Priok langsung menangkap seorang pengedar dan menyita 100 cartridge etomidate dalam operasi malam yang intens.

Kasat Narkoba, AKP Habibie, menegaskan tim khusus berhasil mengungkap kasus ini melalui operasi penyamaran dan pengintaian ketat.

Tim opsnal lebih dulu menyusup lewat operasi undercover dan surveillance. Setelah itu, sekitar pukul 22.00 WIB, petugas langsung menyergap tersangka berinisial Anton tanpa perlawanan di rumah kontrakannya Johor Baru, Jakarta Pusat.

Petugas kemudian menggeledah tubuh, pakaian, hingga rumah pelaku. Hasilnya, polisi menemukan 100 cartridge etomidate dan dua unit handphone yang diduga terkait transaksi ilegal.

Baca Juga :  Mutilasi Freezer Bekasi Terungkap, Korban Dibunuh karena Tolak Ajakan Mencuri

Modus Terbongkar, Pelaku Jadi Pengedar

Dari pemeriksaan awal, Anton berperan sebagai pengedar aktif. Ia menjual etomidate secara ilegal ke jaringan tertentu.

Barang bukti yang disita:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • 100 cartridge etomidate
  • 2 unit handphone

Selanjutnya, polisi menggiring pelaku ke Mapolres Pelabuhan Tanjung Priok untuk pemeriksaan intensif. Penyidik langsung bergerak cepat dengan tes urine, pemeriksaan saksi, hingga gelar perkara.

Pelaku dijerat Pasal 114 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan Pasal 609 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 2026.

Baca Juga :  Doktrin Perang Abadi: Israel Bangun Zona Penyangga di Lebanon, Gaza, dan Suriah

Etomidate Disalahgunakan

Etomidate memang dikenal sebagai obat anestesi. Namun, pelaku menyalahgunakannya dan menjualnya secara ilegal, sehingga membahayakan masyarakat.

Polisi tidak berhenti pada satu pelaku. Kini, penyidik memburu jaringan yang lebih luas dan menelusuri jalur distribusi etomidate tersebut.

Pengungkapan ini menjadi peringatan serius. Peredaran etomidate ilegal mulai marak dan mengancam kesehatan publik.

Polisi memastikan akan membongkar jaringan ini hingga tuntas. (MR)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB