Tragedi Hajatan Berdarah di Purwakarta, Korban Tewas Dihajar Usai Tolak Uang Jatah

Minggu, 5 April 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dipalak, Polisi Buru Preman Pelaku. (Posnews/Ist)

Pemilik Hajatan di Purwakarta Tewas Dipalak, Polisi Buru Preman Pelaku. (Posnews/Ist)

PURWAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tragedi berdarah mengguncang Purwakarta. Seorang pemilik hajatan bernama Dadang tewas usai diduga dikeroyok preman yang memalak di tengah pesta pernikahan anaknya, Sabtu (4/4/2026).

Awalnya, acara berlangsung meriah di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka. Namun, situasi mendadak berubah mencekam saat sekelompok pria datang meminta “jatah” uang.

Korban sempat memberi Rp100 ribu. Namun kemudian, pelaku kembali datang dan meminta Rp500 ribu. Saat korban menolak, keributan langsung pecah.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ditolak, Preman Ngamuk! Korban Dipukuli hingga Tewas

Adik korban, Wahyudin, mengungkap detik-detik brutal tersebut. Menurutnya, pelaku berjumlah lebih dari dua orang dan bertindak beringas.

“Minta dua kali. Pertama dikasih, kedua minta lagi. Kakak saya nolak, langsung ribut,” ujarnya.

Baca Juga :  Update Cuaca BMKG: Jakarta, Bogor, Depok Berpotensi Hujan dan Petir

Tak lama kemudian, korban diserang. Tiga pelaku menghajar Dadang hingga tersungkur. Bahkan, Wahyudin juga ikut dikeroyok oleh sekitar delapan orang.

Korban jatuh pingsan di lokasi. Selanjutnya, ia dilarikan ke rumah sakit. Namun nahas, nyawanya tidak tertolong.

Polisi Bergerak Cepat, Pelaku Diburu

Kasus ini langsung ditangani serius oleh Satreskrim Polres Purwakarta. Polisi kini memburu para pelaku yang melarikan diri.

Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, membenarkan insiden tragis tersebut.

“Ada keributan di hajatan yang berujung penganiayaan hingga korban meninggal dunia,” tegasnya.

Selain itu, polisi sudah memeriksa sejumlah saksi untuk mengungkap identitas pelaku. Jumlah pelaku diduga lebih dari dua orang dan masih dalam pengembangan.

Baca Juga :  BNPB Peringatkan Potensi Bencana Susulan, Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Wilayah Sumatera

Bukti Sadis Terungkap, Kepala Korban Dipukul Bambu

Dari hasil olah TKP, polisi menemukan barang bukti mengejutkan. Sebuah belahan bambu diduga digunakan untuk menghantam kepala korban.

“Korban dipukul di bagian kepala hingga tidak sadarkan diri,” ungkap Enjang.

Meski begitu, penyebab pasti kematian masih menunggu hasil autopsi.

Peristiwa ini semakin menggemparkan setelah video amatir beredar luas di media sosial. Rekaman tersebut memperlihatkan korban kolaps di lokasi pesta.

Suasana bahagia langsung berubah jadi kepanikan. Istri dan anak korban bahkan pingsan melihat kejadian tragis itu.

Kini, keluarga korban masih menjalani pemeriksaan di Mapolres. Sementara itu, polisi menargetkan pelaku segera ditangkap dalam waktu dekat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores
Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan
Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman
Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi
CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri
Senggolan Motor Bikin Emosi! Anggota TNI AL Dikeroyok, 1 Pelaku Diciduk Polisi
2,6 Ton Sabu Cair Nyaris Jadi 2,8 Juta Vape! Sindikat Narkoba Dibungkam di Kepri
Lima Tersangka Pembunuhan Bripka Fredy Awes, 2 Tewas Ditembak Polisi Saat Kabur

Berita Terkait

Minggu, 23 Agustus 2026 - 08:11 WIB

Datang Membawa Bantuan, Ahmad Zaki Pergi untuk Selamanya di Tanah Flores

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:47 WIB

Karhutla Menggila, ISPA Melonjak 78 Persen, 314 Nakes Diterjunkan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 07:32 WIB

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 19:14 WIB

Uang Palsu Diduga Diproduksi di BSD, Empat Orang Diamankan Polisi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

CCTV Bongkar Aksi Tetangga, 11 Emas Warga Sukmajaya Dicuri

Berita Terbaru

Kebakaran melanda rumah tradisional di Kampung Adat Sade Lombok Tengah. (Posnews/Ist)

DAERAH

Kobaran Api Hantam Sade, Warisan Budaya Sasak dalam Ancaman

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:32 WIB

Ilustrasi, panas terik. (Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu Cerah di Jabodetabek, BMKG Ingatkan Warga Hadapi Panas

Minggu, 23 Agu 2026 - 07:12 WIB