Trump Pertimbangkan Tarik Pasukan dari Eropa Akibat Sengketa Selat Hormuz

Sabtu, 11 April 2026 - 11:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Fondasi keamanan Eropa yang telah bertahan sejak Perang Dunia II kini berada dalam ancaman serius. Presiden Donald Trump mulai mempertimbangkan penarikan personel militer Amerika Serikat dari pangkalan-pangkalan di Eropa pada hari Kamis.

Dalam konteks ini, seorang pejabat senior Gedung Putih mengungkapkan bahwa Trump merasa sangat kecewa dengan perilaku para sekutu NATO. Oleh karena itu, Washington kini mulai mengevaluasi ulang skala kehadiran militernya di benua tersebut sebagai bentuk tekanan politik di tahun 2026.

Sengketa Selat Hormuz dan Kekecewaan Washington

Ketegangan utama bermula dari lumpuhnya jalur energi di Selat Hormuz sejak pecahnya perang dengan Iran pada 28 Februari lalu. Trump berulang kali mendesak sekutu Eropa untuk mengirimkan bantuan militer guna membuka kembali jalur navigasi internasional tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, banyak negara Eropa enggan terlibat dalam operasi militer langsung di kawasan Teluk. Akibatnya, Trump memandang hal ini sebagai kegagalan komitmen pertahanan bersama. Meskipun Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte mengeklaim mayoritas anggota telah membantu, Washington menilai kontribusi tersebut masih jauh dari harapan yang mereka tetapkan.

Baca Juga :  Prabowo Desak Perang Gaza Segera Dihentikan, Ribuan Warga Palestina Jadi Korban

Hambatan Akuisisi Greenland: Pemicu Amarah Trump

Selain masalah energi, isu kedaulatan wilayah Greenland kembali memperkeruh suasana. Trump merasa kesal karena rencana akuisisi wilayah otonom Denmark tersebut tidak menunjukkan kemajuan berarti sejak awal tahun ini.

Dalam hal ini, pejabat AS menyebut bahwa Trump merasa sekutu-sekutu di Eropa tidak menanggapi usulan akuisisi tersebut secara serius. Oleh sebab itu, ia menggunakan isu penarikan pasukan sebagai kartu truf guna memaksa Kopenhagen dan Brussel untuk lebih kooperatif dalam negosiasi wilayah strategis tersebut.

Statistik Kehadiran Militer: 80.000 Personel dalam Ketidakpastian

Saat ini, Amerika Serikat menempatkan lebih dari 80.000 prajurit di berbagai pangkalan strategis di seluruh Eropa. Secara khusus, Jerman menampung sekitar 30.000 personel, sementara jumlah besar lainnya tersebar di Italia, Inggris, dan Spanyol.

Baca Juga :  Gelombang Pembunuhan Berencana Rusia Incar Aktivis

Langkah penarikan pasukan ini dipandang sebagai cara Trump untuk mengurangi beban finansial pertahanan AS tanpa harus keluar dari aliansi NATO secara formal. Meskipun demikian, para pakar hukum konstitusi memperingatkan bahwa kebijakan tersebut akan mengguncang arsitektur keamanan global secara permanen. Pengurangan pasukan secara sepihak akan meninggalkan celah pertahanan yang besar di tengah meningkatnya ketegangan dengan Rusia di timur.

Menanti Kepastian dari Pentagon

Hingga saat ini, Gedung Putih belum memberikan arahan konkret kepada Pentagon untuk menyusun rencana penarikan tersebut. Pada akhirnya, nasib aliansi transatlantik bergantung pada hasil negosiasi di Islamabad dan Brussels dalam beberapa hari ke depan.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau apakah ancaman Trump ini murni taktik gertakan atau merupakan awal dari isolasionisme militer Amerika di Eropa. Di tahun 2026 yang penuh gejolak, keretakan internal NATO menjadi variabel paling berbahaya yang dapat memicu ketidakpastian keamanan dunia dalam jangka panjang.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gudang di Bekasi Digerebek Bareskrim, 11 Ular Sanca Hijau Papua Dilindungi Disita
Bos Hanania Travel Resmi Ditahan, Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban
Dua Pelaku Copet Turis Belanda di Tanah Abang Diciduk Polisi di Kos Palmerah
Misteri Kematian Wanita 20 Tahun di Hotel Jaksel Terungkap, Pelaku Dibekuk
Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Data Ekspor CPO, Kantor PT MMS Digeledah
Bareskrim Buru DPO Eddy Alias Awie, Pemilik New Zone Medan Diduga Bandar Narkoba
Prakiraan Cuaca Sabtu 30 Mei 2026: Jabodetabek Berawan, Hujan Ringan Mengintai
ORI 2021–2026 Dinilai Paling Bermasalah, Jimly Ungkap Ada Ketidakkompakan Pimpinan

Berita Terkait

Sabtu, 30 Mei 2026 - 19:45 WIB

Gudang di Bekasi Digerebek Bareskrim, 11 Ular Sanca Hijau Papua Dilindungi Disita

Sabtu, 30 Mei 2026 - 14:14 WIB

Bos Hanania Travel Resmi Ditahan, Polda Metro Jaya Buka Posko Pengaduan Korban

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:57 WIB

Dua Pelaku Copet Turis Belanda di Tanah Abang Diciduk Polisi di Kos Palmerah

Sabtu, 30 Mei 2026 - 13:34 WIB

Misteri Kematian Wanita 20 Tahun di Hotel Jaksel Terungkap, Pelaku Dibekuk

Sabtu, 30 Mei 2026 - 11:04 WIB

Bareskrim Usut Dugaan Manipulasi Data Ekspor CPO, Kantor PT MMS Digeledah

Berita Terbaru