JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran hebat mengguncang Apartemen Mediterania di kawasan Tanjung Duren, Kecamatan Grogol Petamburan, Kamis (30/4/2026) pagi.
Api muncul mendadak dan langsung memicu kepanikan. Penghuni berhamburan keluar menyelamatkan diri.
Selanjutnya, sekitar pukul 09.00 WIB, asap hitam pekat terlihat membumbung dari lantai dua salah satu gedung. Dalam hitungan menit, asap menyebar ke bangunan lain dan memperparah kondisi.
Merespons cepat, petugas Damkar yang bermarkas di seberang lokasi langsung turun tangan. Mereka mengerahkan total 22 unit mobil pemadam dan 110 personel untuk menjinakkan api sekaligus mengevakuasi korban.
Menurut Perwira Sudin Gulkarmat Jakarta Barat, Joko Susilo, laporan kebakaran diterima pukul 07.31 WIB. Petugas bergerak satu menit kemudian dan tiba di lokasi pukul 07.36 WIB.
“Pemadaman mulai pukul 07.40 WIB dan api berhasil dilokalisir sekitar pukul 07.53 WIB,” ujarnya.
Sementara itu, Abdul, pekerja retail di lokasi, menyebut api muncul saat aktivitas pagi baru dimulai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jam 07.15 WIB sudah ada api, padahal kami baru mulai kerja,” katanya.
Akibat kejadian ini, suasana berubah mencekam. Penghuni panik dan berlarian keluar gedung. Petugas pun langsung mengevakuasi warga, terutama yang terjebak di lantai penuh asap.
Selain pemadaman, petugas mengoperasikan mesin penyedot asap untuk membersihkan lorong dan unit apartemen. Namun, asap telanjur menyebar hingga ke beberapa lantai lain.
Hingga pukul 09.30 WIB, proses pendinginan masih berlangsung. Asap masih mengepul, sementara petugas memastikan seluruh penghuni sudah dievakuasi dengan aman.
Belasan warga dilaporkan sempat dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis.
Di sisi lain, penyebab kebakaran masih diselidiki. Dugaan awal mengarah pada sumber api dari salah satu unit yang cepat merambat akibat material mudah terbakar.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya sistem keamanan kebakaran di hunian vertikal.
Aparat mengimbau warga tetap waspada dan memahami jalur evakuasi darurat guna menghindari risiko lebih besar saat insiden serupa terjadi. (red)
Editor : Hadwan


















