Pemerintah Bentuk Tim Asesor, Natalius Pigai Pastikan Aktivis HAM Tak Mudah Dipidana

Kamis, 30 April 2026 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

Menteri HAM Natalius Pigai. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri HAM, Natalius Pigai akhirnya buka suara. Ia meluruskan polemik soal pembentukan tim asesor yang sempat memicu salah tafsir publik.

Menurut Pigai, isu yang beredar keliru. Pemerintah bukan membatasi aktivis, justru memperkuat perlindungan hukum bagi pembela HAM.

“Judul yang beredar itu menyesatkan. Kami memastikan pembela HAM mendapat perlindungan maksimal agar tidak mudah dipidana,” tegasnya, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Awalnya, rencana pembentukan tim asesor disebut-sebut untuk menentukan status aktivis HAM. Namun, Pigai menegaskan mekanisme ini justru bertujuan menyaring klaim yang tidak tepat.

Dengan kata lain, pemerintah ingin memastikan hanya pihak yang benar-benar membela kepentingan publik yang mendapat perlindungan hukum.

Baca Juga :  Polda Metro Jaya Tangkap WNA Pakistan Bawa 577 Gram Sabu di Kaleng Mister Potato

“Siapa pun yang membela orang kecil, kaum lemah, dan berjuang demi keadilan, itulah pembela HAM,” ujarnya.

Ada Batas Tegas: Tidak Boleh Ada Kepentingan Pribadi

Meski begitu, Pigai menegaskan perlindungan tidak berlaku bagi mereka yang bertindak demi kepentingan pribadi atau bayaran.

Artinya, status aktivis tidak otomatis berlaku dalam semua situasi. Tim asesor akan menilai berdasarkan konteks peristiwa secara spesifik.

“Kalau ada bayaran atau kepentingan komersial, itu tidak bisa disebut pembela HAM,” tegasnya.

Tim Asesor Diisi Tokoh Nasional hingga Aparat Hukum

Untuk menjaga objektivitas, pemerintah akan melibatkan berbagai unsur. Mulai dari tokoh masyarakat sipil, akademisi, hingga aparat penegak hukum.

Baca Juga :  Pemprov DKI Hadirkan Program CKG, Warga Kini Bisa Periksa Kesehatan Kapan Saja

Salah satu nama yang disebut adalah Makarim Wibisono, yang dinilai memiliki kredibilitas tinggi di bidang HAM.

Selain itu, lembaga seperti Komnas HAM, Komnas Perempuan, Komnas Anak, hingga Komnas Disabilitas juga akan dilibatkan.

Lebih jauh, Pigai menegaskan kebijakan ini menjadi filter penting agar perlindungan HAM tidak disalahgunakan.

Di satu sisi, aktivis yang benar-benar membela rakyat akan dilindungi penuh. Di sisi lain, pihak yang memanfaatkan label aktivis untuk kepentingan tertentu bisa dicegah.

“Negara hadir untuk melindungi pembela HAM yang tulus. Tapi kami juga pastikan tidak ada celah penyalahgunaan,” pungkasnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Bareskrim Sita 103 Aset PT DSI Rp10,23 M di Sukoharjo, 5.102 Korban Menanti Restitusi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Berita Terbaru

Capcom matikan server Street Fighter V dan hentikan penjualan di PS Store dan Steam akibat masalah keamanan PHP. Simak ulasan perbaikan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Capcom Matikan Server dan Hentikan Penjualan Street Fighter V

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:41 WIB

Raffi Ahmad dan Willie Salim menghadiri Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di Bundaran HI, Jakarta Pusat.

JABODETABEK

Mahasiswa Bayaran di Deklarasi Sumpah Pemuda? Ini Faktanya

Sabtu, 31 Okt 2026 - 13:10 WIB

Epic Games berencana ubah EULA Unreal Engine agar karya game dapat melatih AI. Simak penjelasan Tim Sweeney. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Epic Games Siapkan Perubahan EULA Unreal Engine

Sabtu, 31 Okt 2026 - 12:35 WIB