KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertemuan Kanwil KemenHAM DKI Jakarta dan BNNP DKI Jakarta membahas penanganan narkoba di kawasan Manggarai. (Posnews/Ist)

Pertemuan Kanwil KemenHAM DKI Jakarta dan BNNP DKI Jakarta membahas penanganan narkoba di kawasan Manggarai. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Konflik sosial di kawasan Manggarai, Jakarta Selatan disebut dipicu oleh tingginya penyalahgunaan narkotika.

Menyikapi kondisi tersebut, Kantor Wilayah Kementerian HAM DKI Jakarta menggandeng Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta untuk memperkuat penanganan berbasis rehabilitasi dan edukasi masyarakat.

Kedua lembaga menggelar audiensi dan koordinasi Program Kampung Rekonsiliasi dan Perdamaian (Kampung REDAM) pada Selasa (12/5/2026).

Program ini menjadi upaya penyelesaian konflik sosial berbasis pemulihan sosial dan pencegahan narkotika.

Kepala Kanwil KemenHAM DKI Jakarta, Mikael Azedo Harwito, menegaskan perlunya pendekatan terpadu dalam menangani akar masalah konflik.

Ia menjelaskan, hasil ruang temu warga menunjukkan narkotika menjadi salah satu pemicu utama ketegangan sosial di Manggarai.

Karena itu, pemerintah memperkuat Kampung REDAM dengan fokus pada rehabilitasi, edukasi, serta penguatan regulasi daerah.

Baca Juga :  Jebakan Globalisasi: Siapa Pemenang & Pecundang Perdagangan Bebas?

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dorong Penguatan Regulasi P4GN

Lebih lanjut, KemenHAM DKI Jakarta juga mendorong penguatan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan serta Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).

Langkah ini dilakukan bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta agar regulasi bisa segera dibahas dan direkomendasikan ke pemerintah pusat.

Sementara itu, Kepala BNNP DKI Jakarta, Awang Joko Rumitro, menegaskan bahwa penyalahgunaan narkotika masih menjadi tantangan serius di ibu kota.

Ia menyebut penanganan tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor, termasuk pendekatan berbasis hak asasi manusia.

BNNP DKI juga menjalankan program edukasi seperti “Sobat Ananda Bersinar” yang melibatkan pelajar dan tenaga pendidik untuk pencegahan dini.

Selain itu, hasil tes urine tahun 2025 menunjukkan masih adanya kasus penyalahgunaan narkoba di kalangan pelajar, yang menjadi perhatian serius pemerintah daerah.

Baca Juga :  Ribuan Warga Terkesima! Pasukan Berkuda Turangga Polri Jadi Sorotan di HUT RI ke-80

Rehabilitasi Jadi Kunci Pemulihan

BNNP DKI Jakarta mencatat tingkat keberhasilan rehabilitasi berada di kisaran 60 persen. Namun, keterbatasan fasilitas dan belum adanya regulasi daerah khusus P4GN di Jakarta masih menjadi hambatan utama.

Meski demikian, Awang menegaskan masyarakat yang secara sukarela menjalani rehabilitasi tidak akan diproses hukum.

“Fokus kami adalah pemulihan dan penyelamatan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, KemenHAM DKI Jakarta mengusulkan penguatan sosialisasi rehabilitasi, kepastian status hukum bagi peserta rehabilitasi sukarela, serta rencana tes narkoba sukarela di Manggarai.

Menanggapi hal itu, BNNP DKI Jakarta menyatakan siap menindaklanjuti melalui penyusunan Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk memperkuat implementasi program Kampung REDAM di lapangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik
Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih
Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut
BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus
Trump Tegaskan Tak Butuh Bantuan China Akhiri Perang Iran
ART di Bekasi Curi Emas Majikan 50 Gram, Uangnya Diduga untuk ‘Pengganda Uang Gaib’
Mendag Pastikan Harga Sembako Stabil, MinyaKita di Jawa-Sumatra Sesuai HET Rp15.700 per Liter
Prabowo: 10 Ribu Puskesmas Tak Pernah Diperbaiki 30 Tahun, Dana Sitaan Koruptor Dipakai Renovasi

Berita Terkait

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:20 WIB

Kemlu RI Update Tragedi Kapal WNI di Malaysia: 23 Selamat, Pencarian Masih Berlanjut

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:08 WIB

KemenHAM–BNNP DKI Kolaborasi Tangani Narkoba di Manggarai, Perkuat Program Kampung REDAM

Kamis, 14 Mei 2026 - 06:51 WIB

BMKG Prediksi Hujan Guyur Jabodetabek Saat Libur Kenaikan Yesus Kristus

Berita Terbaru

Guncangan otoritas kesehatan. Kepala FDA Marty Makary mengundurkan diri setelah setahun menjabat, meninggalkan lembaga tersebut dalam ketidakpastian di tengah perselisihan mengenai kebijakan rokok elektrik dan tinjauan obat-obatan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Marty Makary Mundur dari Jabatan Kepala di Tengah Tekanan Politik

Kamis, 14 Mei 2026 - 08:38 WIB

Para senator Republik menuntut rincian lebih dalam atas usulan anggaran $1 miliar dari Secret Service, termasuk dana $220 juta guna mengamankan ruang dansa baru Presiden Donald Trump. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Senator Republik Ragukan Rencana Keamanan Gedung Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 07:34 WIB