Misteri Kematian Sutrimo, Ekshumasi Cari Jejak Zat dari Buih di Mulut dan Hidung

Rabu, 12 Agustus 2026 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tim forensik melakukan ekshumasi jasad Sutrimo di Desa Wlahar Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. (Posnews/Humas PMJ)

Tim forensik melakukan ekshumasi jasad Sutrimo di Desa Wlahar Kecamatan Wangon Kabupaten Banyumas. (Posnews/Humas PMJ)

BANYUMAS, POSNEWS.CO.ID โ€“ Misteri kematian Sutrimo, mantan Kepala Rumah Tangga Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah, belum juga terungkap.

Tim forensik membongkar kembali makamnya di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Rabu (12/8/2026) untuk mencari petunjuk baru melalui puluhan sampel organ tubuh, jaringan, dan dugaan sisa zat yang berkaitan dengan buih di hidung serta mulut korban.

Ekshumasi berlangsung sekitar tiga setengah jam, mulai 09.30 hingga 13.00 WIB, dan melibatkan dokter spesialis forensik, toksikologi, histopatologi, serta tim laboratorium.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Tim Forensik Prof Yudi mengatakan pemeriksaan luar dan dalam secara visual tidak menemukan tanda-tanda kekerasan tumpul maupun benda tajam pada tubuh Sutrimo.

โ€œDari hasil pemeriksaan luar dan dalam, secara visual kami tidak mendapatkan tanda-tanda luka akibat kekerasan tumpul maupun kekerasan tajam,โ€ ujar Yudi.

Baca Juga :  DPR-Pemerintah Setuju Hilangkan PHD, Seleksi Petugas Haji Kini di Kementerian

Buih di Mulut dan Hidung Jadi Petunjuk Penting

Meski tidak menemukan luka, tim forensik belum dapat menyimpulkan penyebab kematian karena jenazah telah mengalami pembusukan lanjut setelah dimakamkan sejak 23 Juli 2026.

Penyidik kini fokus mendalami keterangan keluarga tentang buih di hidung dan mulut Sutrimo saat meninggal.

Saat ekshumasi, buih sudah tidak terlihat, namun dokter tetap mengambil swab untuk mencari sisa zat.

โ€œKami menerima informasi bahwa jenazah mengeluarkan buih dari hidung dan mulut saat meninggal. Saat ekshumasi sudah tidak terlihat, tetapi kami tetap mengambil sampel untuk pemeriksaan laboratorium,โ€ kata Yudi.

Puluhan Sampel Diuji

Tim forensik mengambil puluhan sampel dari kulit, swab, lambung, jantung, dan organ dalam lainnya.

Seluruh sampel akan menjalani pemeriksaan toksikologi, histopatologi, dan DNA untuk mengungkap penyebab kematian.

Baca Juga :  Prediksi Cuaca Jabodetabek Jumat 17 April 2026, Siang Cerah - Sore Hujan Disertai Petir

Hasil laboratorium diperkirakan keluar dalam dua hingga tiga minggu, sehingga penyidik belum dapat memastikan penyebab kematian.

Penyidikan Terus Berjalan

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin menegaskan ekshumasi merupakan bagian dari penyidikan.

Kasus ini berawal dari dua laporan polisi yang diterima Bareskrim Polri dan Polresta Banyumas.

Setelah penyelidikan dan gelar perkara, penyidik menemukan dugaan adanya kejanggalan yang perlu dibuktikan melalui pemeriksaan forensik.

โ€œDari hasil penyelidikan dan gelar perkara, terdapat dugaan peristiwa pidana yang harus kami buktikan melalui proses penyidikan,โ€ ujar Iman.

Hingga kini, penyidik telah memeriksa delapan saksi dan masih mengembangkan penyidikan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menegaskan hasil ekshumasi belum dapat memastikan penyebab kematian Sutrimo.

Polisi masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium sebelum menentukan langkah penyidikan berikutnya. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Soroti Etomidate di Vape, Pemerintah Siapkan Regulasi Baru
Jalur Belakang Lapas Cibinong Tak Berpagar, Ada Mobil Mewah dan Botol Miras
Kerugian Negara Kasus MBG Capai Rp10 Triliun, 6 Tersangka Segera Disidang
Vape Mengandung Narkoba Jadi Perhatian, Prabowo Gandeng Peneliti dan BNN
Lapas Cibinong Jadi Sorotan, 5 Pejabat Dinonaktifkan, Sanksi Pidana Membayangi
Polri Siapkan Negosiator Bersertifikat Kawal Demo, Pendekatan Humanis Diperkuat
Mabes Polri Ambil Alih Kasus KM Virgo Transport 8, 69 Korban Belum Ditemukan
Penyelam KM Virgo 8 Berpacu dengan Waktu, Cuma 20 Menit di Dasar Laut

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 17:37 WIB

Prabowo Soroti Etomidate di Vape, Pemerintah Siapkan Regulasi Baru

Selasa, 29 September 2026 - 16:24 WIB

Kerugian Negara Kasus MBG Capai Rp10 Triliun, 6 Tersangka Segera Disidang

Selasa, 29 September 2026 - 16:07 WIB

Vape Mengandung Narkoba Jadi Perhatian, Prabowo Gandeng Peneliti dan BNN

Selasa, 29 September 2026 - 15:54 WIB

Lapas Cibinong Jadi Sorotan, 5 Pejabat Dinonaktifkan, Sanksi Pidana Membayangi

Selasa, 29 September 2026 - 13:59 WIB

Polri Siapkan Negosiator Bersertifikat Kawal Demo, Pendekatan Humanis Diperkuat

Berita Terbaru