Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas Satpol PP DKI menertibkan lapak pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar Jakarta menjelang Idul Adha 2026. (Posnews/Ist)

Petugas Satpol PP DKI menertibkan lapak pedagang hewan kurban yang berjualan di trotoar Jakarta menjelang Idul Adha 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Satpol PP DKI Jakarta menegaskan larangan bagi pedagang hewan kurban yang nekat berjualan di trotoar maupun memakai fasilitas umum menjelang Idul Adha 1447 Hijriah/2026.

Langkah tegas ini dilakukan untuk mencegah trotoar berubah fungsi menjadi lapak dadakan yang mengganggu pejalan kaki, lalu lintas, serta aktivitas warga di Ibu Kota.

Kepala Satpol PP DKI Jakarta Satriadi Gunawan menegaskan aturan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Daerah (Perda) DKI Jakarta terkait ketertiban umum.

“Pedagang tidak boleh menggunakan fasilitas umum atau trotoar untuk berjualan. Aturannya sudah jelas melarang itu,” kata Satriadi, Minggu (17/5/2026).

Pedagang Diminta Gunakan Lahan Pribadi

Satriadi meminta para pedagang sapi, kambing, dan domba kurban memakai lahan pribadi atau area yang tidak mengganggu fasilitas publik.

Baca Juga :  Pemkot Jakarta Utara dan TNI-Polri Panen Padi Bersama Gapoktan Rorotan Jaya, Perkuat Ketahanan Pangan

Menurutnya, pedagang seharusnya menempatkan hewan kurban di halaman milik sendiri atau lokasi resmi yang telah disiapkan.

“Jangan pajang dagangan di trotoar. Gunakan halaman atau tempat yang memang tidak mengganggu masyarakat. Kalau ditemukan, pasti kami tegur dan tertibkan,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Patroli Diperketat Jelang Idul Adha

Selain itu, Satpol PP DKI Jakarta mulai memperketat patroli di sejumlah wilayah Jakarta untuk mengantisipasi munculnya lapak hewan kurban liar.

Petugas akan menyisir titik-titik rawan yang kerap dipakai pedagang musiman setiap menjelang Hari Raya Idul Adha.

“Hingga saat ini patroli terus berjalan. Memang belum terlalu ramai, tetapi kami tetap siaga,” ujarnya.

Baca Juga :  Mualem Minta Obat untuk Korban Banjir di Aceh, Prabowo Kerahkan Dokter Magang

Penjualan Biasanya Ramai H-10 Idul Adha

Satriadi mengungkapkan lonjakan pedagang hewan kurban biasanya mulai terlihat sekitar 10 hari sebelum Hari Raya Idul Adha.

Berdasarkan prediksi pemerintah dan hasil hisab astronomi Kementerian Agama Republik Indonesia, Idul Adha 1447 Hijriah berpotensi jatuh pada 27 Mei 2026, meski kepastian tetap menunggu hasil sidang isbat pemerintah.

Setelah hari raya berakhir, aktivitas penjualan hewan kurban umumnya langsung menurun.

“Biasanya ramai H-10 Idul Adha, lalu selesai setelah hari raya,” tutup Satriadi.

Pemprov DKI Jakarta juga mengimbau masyarakat membeli hewan kurban di lokasi resmi yang memenuhi standar kesehatan hewan dan tidak melanggar aturan ketertiban umum. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag
Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora
Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?
Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk
Mengapa Beberapa Wilayah Memiliki Populasi Tertua di Dunia?
Adaptasi Genetik: Bisakah Spesies Bertahan dari Kepunahan?
Mengapa Teknologi mRNA Menjadi Revolusi Dunia Medis?
Bagaimana Teknologi 2026 Mendeteksi Kehidupan di Luar Tata Surya?

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:30 WIB

Idul Adha 2026 Berpotensi Serentak, Ini Hasil Hisab Rukyat Kemenag

Minggu, 17 Mei 2026 - 18:07 WIB

Motor Dirampas Usai Kecelakaan, Polisi Selidiki Video Viral di Tambora

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:53 WIB

Pedagang Kurban Dilarang Pakai Trotoar di Jakarta, Satpol PP Perketat Patroli

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:26 WIB

Viral Penculikan di Cakung, Korban Disekap di Showroom dan Dikeroyok, 2 Pelaku Dibekuk

Berita Terbaru

Ilustrasi, Menulis ulang kode kehidupan. Kemajuan dalam pemetaan genom dan teknologi penyuntingan CRISPR membawa harapan baru bagi penyembuhan penyakit bawaan, sembari memicu perdebatan etika terdalam dalam sejarah peradaban manusia. Dok: Istimewa.

KESEHATAN

Mengapa Terapi Gen Menjadi Pengobatan Masa Depan?

Minggu, 17 Mei 2026 - 17:28 WIB