Mualem Minta Obat untuk Korban Banjir di Aceh, Prabowo Kerahkan Dokter Magang

Senin, 8 Desember 2025 - 05:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Aceh Muzakir Manaf melaporkan kebutuhan obat-obatan kepada Presiden Prabowo di Posko Terpadu Bencana Aceh. (Posnews/Ist)

Gubernur Aceh Muzakir Manaf melaporkan kebutuhan obat-obatan kepada Presiden Prabowo di Posko Terpadu Bencana Aceh. (Posnews/Ist)

ACEH, POSNEWS.CO.ID – Pasca bencana alam, Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mendesak pemerintah pusat segera mengirim obat-obatan darurat untuk korban banjir yang masih bertahan di lokasi terdampak.

Ia mengungkap kondisi lapangan makin memprihatinkan karena banyak warga mulai terserang gatal-gatal dan sakit perut akibat air kotor.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Desakan itu ia sampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Terbatas di Posko Terpadu Bencana Aceh, Lanud Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, Minggu (7/12/2025) malam.

“Obat paling urgent, Pak. Warga sudah banyak yang gatal dan sakit perut,” tegas Mualem.

Selain obat, Mualem menyebut warga sangat membutuhkan pakaian bersih, alat ibadah, serta gas LPG 3 kg yang mulai langka di pengungsian.

Baca Juga :  KPK Catat Kepatuhan LHKPN 2025 Masih 32,52 Persen, Batas Lapor 31 Maret 2026

Rapat berlangsung tegang dan cepat, karena kondisi lapangan masih darurat dan bantuan logistik harus segera didorong ke wilayah terdampak. Seluruh jajaran Menteri Kabinet Merah Putih serta pimpinan TNI–Polri hadir mendampingi Presiden.

Prabowo Kerahkan Dokter Magang, Tenaga Medis Aceh Banyak Jadi Korban

Dalam rapat itu, Presiden Prabowo Subianto langsung menginstruksikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk menurunkan dokter internship (magang) ke Aceh, Sumut, dan Sumbar. Langkah ini diambil setelah laporan bahwa banyak tenaga medis di Aceh ikut menjadi korban bencana.

“Dokter di sana banyak yang jadi korban, jadi kita kekurangan, Pak,” lapor Menkes Budi.

Baca Juga :  Dilema Etika di Balik Industri Uji Klinis Global senilai $24 Miliar

Budi juga meminta bantuan Menhan Sjafrie Sjamsoeddin untuk mengerahkan 300 dokter TNI–Polri selama tiga bulan agar pelayanan kesehatan tidak lumpuh.

Prabowo kemudian mempertanyakan apakah dokter koas bisa diturunkan.

“Koas boleh diturunkan nggak?”

Budi menegaskan hanya dokter internship yang bisa diterjunkan, namun tetap membutuhkan pendamping.

“Internship boleh, Pak, asalkan ada dokter pendamping.”

Prabowo langsung memerintahkan pengecekan cepat.

“Cek semua dokter internship yang siap turun. Perguruan tinggi kerahkan internnya.”

Dengan perintah itu, pemerintah bergerak kilat memperkuat layanan kesehatan di tiga provinsi yang kini lumpuh diterjang banjir dan longsor. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang
PM Jepang Sanae Takaichi Apresiasi Kesepakatan Damai AS-Iran
AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng
Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan
Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila
Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia
Alysa Liu dan Ilia Malinin Siap Beraksi di Skate America
Aliansi SoftBank dan OpenAI: Perangi Krisis Siber Jepang

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:24 WIB

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Juni 2026 - 14:48 WIB

AntĂłnio Guterres Saksikan Langsung Horor Kekerasan Geng

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:31 WIB

Kapal Perang Rusia Tembakkan Tembakan Peringatan

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Donald Trump Sebut Benjamin Netanyahu Gila

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:12 WIB

Mikrofon Bocor Ungkap Obrolan Spontan Para Pemimpin Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi, Misi damai Vatikan di Asia Timur. Kardinal Lazzaro You Heung-sik menyebut Paus Leo XIV siap mengunjungi Korea Utara guna meredakan ketegangan politik regional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Paus Leo XIV Siap Kunjungi Korea Utara jika Pyongyang Mengundang

Rabu, 17 Jun 2026 - 16:24 WIB